
"Ooohhh... Aku tau sekarang, kau pasti komplotan dari gadis pembawa sial ini kan?" tuding Su Cang Cing.
Fu Shi Yang mengerutkan dahi, tampak amarah di wajahnya yang masih terlihat tampan. "Anda benar-benar tidak akan berhenti di sini ya?" tanyanya dengan mata yang membesar menatap Su Cang Cing.
"Kau marah sekarang? Karena ketahuan kalian berkomplot jadi kau akan menyerangku? Ayo kemari! Aku tidak takut kepadamu!" hardik Su Cang Cing dengan wajah menyeringai.
Su Li Xia melirik ke arah dua pria yang sedang beradu mulut, dia tersenyum melihat betapa lancar rencananya untuk menjatuhkan keluarga ini.
"Bagus, teruskan saja kebodohanmu itu! Dengan begitu, aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar bagaimana sikap kalian di rumah!" ucap Su Li Xia dalam hati.
Su Cang Cing memiliki reputasi yang baik di luar, tidak ada orang yang mengetahui sifat aslinya kecuali Su Li Xia dan keluarga satu rumah. Dengan sikap kasar pria itu terhadap Fu Shi Yang, maka Su Li Xia tidak perlu repot untuk membuka topeng yang dikenakan oleh Su Cang Cing.
__ADS_1
Su Li Xia menatap langit-langit ruangan, dia melihat sebuah kamera CCTV terpasang di sudut. Bibirnya kembali menebar senyuman ketika terlintas sebuah rencana licik di dalam kepalanya.
"Maaf, Pak Fu! Biar saja Ayah marah kepadaku, aku memang selalu membuat masalah di rumah ini." ucap Su Li Xia sembari menarik pelan lengan Fu Shi Yang. Dia lalu menoleh menatap Su Cang Cing, "Maafkan aku Ayah!" dia kembali menunduk menatap lantai.
"Kau memang pembawa masalah! Selalu saja ada masalah di sekitarmu! Gadis sialan!" geramnya dengan wajah yang semakin memerah.
"Ayah, aku tau aku salah, jangan pukuli aku!" tangan Su Li Xia terangkat, seolah mencoba menahan serangan dari Su Cang Cing yang bahkan belum melakukan apa-apa.
Sebelum tangan itu menyentuh Su Li Xia, Fu Shi Yang langsung menahannya. Mata pria itu semakin menunjukkan amarah serta kebencian saat menatap pria paruh baya di depannya. "Anda saya tahan!" ucap Fu Shi Yang dengan suara meninggi. Pria itu lalu mengeluarkan sebuah borgol dari kantong celana. Tanpa perlawanan, tangan Su Cang Cing langsung masuk di lingkaran besi itu.
"Lepaskan aku! Kau tau siapa aku Hahh? Beraninya kau memperlakukan aku seperti ini!" jerit Su Cang Cing dengan wajah yang merah padam. Suaranya bahkan terdengar sampai keluar pintu, hingga akhirnya dua satpam rumah masuk dan bertanya dengan wajah penasaran. "Apa yang terjadi?"
__ADS_1
Su Cang Cing berteriak ke satpam yang baru saja tiba, "Kenapa kalian masih berdiri di sana? Cepat tangkap laki-laki ini!"
Kedua satpam itu saling menatap sesaat, mereka lalu berusaha menyerang Fu Shi Yang. Pria itu hanya berdiri diam sehingga kedua satpam mengira jika Fu Shi Yang akan menyerah tanpa perlawanan.
Namun yang terjadi malah kebalikannya. Ketika kedua satpam hanya berjarak satu langkah darinya, Fu Shi Yang menarik lengan kedua pria itu lalu membanting tubuh mereka bersamaan. Tubuh kedua pria itu terhentak keras di atas lantai, mereka pun menjerit kesakitan sambil memegangi pinggang yang lebih dulu tiba di atas permukaan keras lantai keramik.
"Kalian juga mau di tahan karena menyerang polisi?" tanyanya dengan wajah yang sedingin kutub utara.
"Ti... Tidakkkk!!!" jawab keduanya yang langsung berdiri dan kabur begitu saja.
"HaHaHaaaa...!"
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^