
Su Li Xia mengabaikan Mandy, dia mengalihkan pandangan mata seakan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu. Langkahnya pun diteruskan sambil melihat barang-barang yang dijajakan oleh penjual jalanan.
"Kau ini budek atau tuli? Hahh?" jerit Mandy yang tak senang sebab di abaikan.
Su Li Xia masih cuek bebek dengan jeritan wanita itu, dia sibuk memilih barang antik yang bisa dijadikan sumber uang. Merasa dirinya dipermalukan, Mandy berjalan dengan langkah cepat ke arah Su Li Xia.
"Hei jala*ng!" makinya sambil mendorong tubuh Su Li Xia yang berada di depan.
Su Li Xia tak sempat menghindar sebab matanya sibuk melihat barang antik, tubuhnya hampir terjatuh menabrak barang-barang yang terbuat dari keramik porselen. Namun tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya, kini tubuh Su Li Xia berada di dalam pelukan pria itu.
"Gadis kecil, kau baik-baik saja?" ucap Lu Xuan Cheng ketika menangkap tubuh Su Li Xia yang seringan bulu baginya.
Su Li Xia menatap wajah pria itu sejenak, "Kau ini seperti hantu gentanyangan ya, selalu saja sial kalau bertemu denganmu!" ucapnya kepada Lu Xuan Cheng, lalu tatapannya beralih ke Mandy setelah mendorong jauh tubuh Lu Xuan Cheng.
"Sikapmu itu, tidak ada bedanya dengan gelandangan di jalan!" tegur Su Li Xia dengan senyum sinis di wajahnya.
Mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Su Li Xia, Mandy merasa sangat terhina. Apalagi saat ini begitu banyak orang yang sedang menatap mereka, membuat Mandy ingin menampar wajah Su Li Xia yang tengah tersenyum sambil memandang rendah dirinya.
"Mandy, kau ke mana lagi?" jerit seseorang dari arah keramaian.
Semua mata kini memandang ke sumber suara, seorang laki-laki berpakaian aneh nan lucu mendatangi lokasi tempat mereka berdiri.
Laki-laki itu memakai kemeja hijau yang dilapisi rompi berwarna merah. Celana pendek yang selutut membuat penampilannya semakin jenaka. Membuat orang-orang menutup mulut karena menahan tawa.
Su Li Xia yang sudah marah pun melupakan amarahnya dalam sekejap. Dia langsung tertawa dengan keras ketika melihat penampilan dari laki-laki itu. Hahaha...!
Semua mata kini menatap ke arahnya, suara tawa yang ceria dengan wajah cantik yang cerah merona. Membuat tatapan para lelaki tertuju kepadanya, bahkan wanita pun banyak yang terpesona melihat wajah cantik itu.
Rambut hitam panjang yang terurai, dengan jepitan kecil terselip di atas telinga. Kulit putih mulus yang bercahaya dan merona. Ditambah dengan bibir indah yang menggoda niat para lelaki untuk melahapnya, sungguh kecantikan yang luar biasa.
Melihat gadis kecilnya di lirik mata para lelaki, Lu Xuan Cheng segera menarik lengan Su Li Xia. Membuat tubuh wanita itu kembali masuk ke dalam pelukannya. Seolah memberitahu kepada mereka, Su Li Xia adalah miliknya.
__ADS_1
"Ngapain sih kamu?" hardik Su Li Xia dengan wajah kesal yang di sambut dengan sebuah kecupan dari Lu Xuan Cheng.
Blush
Wajah Su Li Xia langsung memerah, semerah buah tomat yang sudah matang dan siap dipetik.
Melihat wajah yang merah itu membuat Lu Xuan Cheng semakin tertarik untuk menggodanya. Namun niat itu segera ia singkirkan karena wajah kesal yang saat ini sedang menatapnya.
"Kau mau mati ya?" tanya Su Li Xia dengan wajah dingin meskipun ia merasa malu.
"Maaf, aku tidak sengaja!" ucap Lu Xuan Cheng, tapi dalam hati ia berkata, "Seharusnya aku menciumnya lebih lama lagi!"
Su Li Xia lalu menginjak kuat kaki Lu Xuan Cheng, "Aduhhh!" rintih pria itu kesakitan namun tetap memasang senyum di wajahnya.
"Minta maaf!" ucap Su Li Xia kepada Mandy yang masih menatap kesal padanya.
"Kenapa aku harus minta maaf kepada wanita murahan sepertimu?" hardik Mandy sambil menunjukkan jari telunjuk ke arah Su Li Xia.
"Akkkkkkhhhhh!" jeritan suara kesakitan Mandy terdengar jelas hingga ke ujung jalan. Jari itu tak bisa lagi di acungkan, bentuknya saja sudah meliuk keluar dengan darah dan tulang yang kelihatan.
"Wanita jala*ng! Akan ku bunuh kau!" teriak Mandy yang lalu melemparkan tas ke arah Su Li Xia.
Su Li Xia hendak menangkap tas tersebut, namun Lu Xuan Cheng tiba-tiba saja memeluknya dari depan. Membuat tas itu menabrak punggungnya yang lebar.
"Dasar bodoh!" ujar Su Li Xia begitu melihat wajah Lu Xuan Cheng yang kesakitan.
Tatapannya kemudian kembali ke Mandy, wanita itu masih menatap Su Li Xia dengan amarah yang berapi-api. Su Li Xia tersenyum sinis lalu berkata kepadanya, "Ternyata kau gelandangan yang suka melempar barang!"
Tak terima disebut dengan kata gelandangan, Mandy kembali menyerang Su Li Xia. Dia mengambil sebuah kendi antik yang berada di dekatnya, kendi itu dilemparkan ke arah Su Li Xia.
Su Li Xia menendang tepat sebelum kendi terjatuh, dan akhirnya kendi itu mendarat di wajah Mandy.
__ADS_1
"Pranggg! Bughhhh!"
Suara tubuh Mandy yang terbanting ke atas tanah menjadi akhir dari perkelahian. Wanita itu kesakitan hingga akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
Pria yang bersama Mandy segera berteriak histeris, "To... Tolonggggg!!! Pem... Pembunuhan! Pembunuhan!"
"Diam!" bentak Su Li Xia dengan wajah kesal.
Pria itu segera menutup mulut, dia ketakutan hingga kakinya gemetaran. Celananya pun kini basah karena terkencing saking takutnya.
"Jika kau berteriak sekali lagi, akan ku potong lidahmu!" ucap Su Li Xia dengan wajah dingin yang mengancam.
Lu Xuan Cheng mengira jika Su Li Xia akan ketakutan, sebab memukul orang di depan umum akan menjadi kasus pidana yang bisa membuatnya di kurung dalam penjara. Dia berjalan mendekat lalu berbisik di telinga Su Li Xia, "Jangan takut, aku akan membereskan kekacauan ini!"
Tanpa sengaja, bibir Lu Xuan Cheng mengenai daun telinga Su Li Xia. Membuat kedua muda mudi itu merona dan merasa malu.
"Aku tidak takut, aku akan membereskan masalah ku sendiri!" jawab Su Li Xia yang segera melangkah mundur.
Sentuhan itu membuat detak jantungnya berdegup kencang. Dia pergi dengan langkah yang lebar karena canggung, Lu Xuan Cheng mengikuti langkahnya dari belakang. Setelah Su Li Xia membuka pintu mobil, Lu Xuan Cheng ikut masuk ke dalam lalu duduk di kursi penumpang.
"Kenapa kau ikut masuk?" tanya Su Li Xia dengan nada kesal namun masih terlihat rona merah di wajahnya.
"Aku akan menjagamu dari wanita gila itu!" jawab Lu Xuan Cheng dengan senyum yang menggoda.
"Turun!" perintahnya dengan wajah datar.
Lu Xuan Cheng terdiam sesaat, dia mengingat aroma yang tadi terasa ketika tubuh mereka berpelukan. Aroma yang familiar, aroma yang membuat dirinya tak mampu menahan godaan setan. Kenangan malam panas bergairah di dalam kamar hotel langsung terlintas di benaknya. Membuat ia menelan ludah setiap kali menatap bibir merah Su Li Xia.
Karena tidak mendapat respon dari pria itu, Su Li Xia pun berniat untuk mengancamnya. "Kau mau turun sendiri atau aku yang akan menurunkanmu secara ....? Ehmmmm!"
Lu Xuan Cheng langsung membungkam mulutnya dengan cium*n ganas dan liar.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^