Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 55. Rahasia Chen Han Nie


__ADS_3

Kelima orang pria itu segera masuk ke dalam, mereka menggeledah satu persatu ruangan yang ada di dalam villa, hingga akhirnya menemukan kamar Su Li Xia yang berada di lantai teratas. Chen Han Nie masuk ke dalam kamar, dia langsung tertawa keras begitu melihat keadaan Su Li Xia yang terlihat mengenaskan.


"Kalian berjaga di depan! Ada sesuatu yang harus aku bicarakan berdua dengan putriku, sebelum aku mengirimnya ke neraka." ucap Chen Han Nie sambil tersenyum sinis.


Begitu pintu ditutup, Chen Han Nie mendekat ke tempat tidur. Dia menatap wajah Su Li Xia, wanita yang sudah dia benci selama 25 tahun lamanya.


"Karena ini hari terakhirmu, aku akan menceritakan beberapa rahasia kepadamu. Pertama, aku yang telah membunuh ibumu. Kedua, aku yang telah menukar obat tidur milik Su An Jie dengan racun yang kau minum itu. Ketiga, ayahmu akan segera menyusul kalian ke alam baka. Yang terakhir, aku sudah menyuruh seseorang untuk membunuh asistenmu yang sangat menyebalkan itu. Kalian semua akan segera berkumpul kembali, di neraka!"


Su Li Xia membuka matanya, dia segera turun dari tempat tidur. Su Li Xia tersenyum dengan wajah yang dingin. Dia lalu berkata dengan nada yang datar. "Selamat, sebentar lagi, kau akan segera masuk ke penjara!"


Chen Han Nie membelalakkan mata, terkejut karena Su Li Xia yang dia kira sedang sekarat ternyata baik-baik saja. Wanita itu segera menjerit, memanggil para anak buahnya untuk masuk.


"Brakkk!"


Pintu dibuka secara kasar oleh anak buah Chen Han Nie , kelima laki-laki itu menyerbu masuk ke dalam. Chen Han Nie tersenyum sinis, dia lalu memberi perintah kepada anak buahnya.


"Bunuh dia!"


Su Li Xia tertawa, setelah tawanya hilang, wajah yang mulanya dingin menjadi semakin dingin lagi. Kelima anak buah Chen Han Nie menatap dengan bingung ke arah Su Li Xia.


"Cepat bunuh dia!" teriak Chen Han Nie dengan wajah yang penuh emosi.


Kelima anak buahnya langsung menyerang Su Li Xia, namun wanita itu bisa menghindar dari semua serangan secara mudah. Awalnya, mereka hanya menggunakan tinju dan tendangan. Namun setelah gagal berulang kali, kelima laki-laki itu mengeluarkan sebuah pisau kecil dari saku masing-masing.


Su Li Xia menatap tajam ke arah Chen Han Nie, sesekali dia melihat kelima pria berbaju hitam yang bersiap menyerang lagi. Dia bisa saja membunuh mereka semua jika dia mau, tapi kamar ini penuh CCTV membuat Su Li Xia harus lebih berhati-hati dalam bertindak.


"Maju!" ucap salah satu laki-laki berbaju hitam.


Kelima orang itu mulai menyerang lagi secara bertubi-tubi, membuat Su Li Xia harus menguras banyak stamina karena terus-terusan menghindar. Pisau tajam yang berada di tangan mereka mengharuskan Su Li Xia lebih fokus dalam bergerak agar tidak menyentuh benda tajam itu.

__ADS_1


Chen Han Nie masih berdiri di sana dia menatap wajah Su Li Xia dengan penuh kebencian dan kemarahan. Seolah-olah Su Li Xia yang telah berbuat dosa terhadapnya, meski sebenarnya anak tirinya itu tidak pernah melakukan apa-apa.


Su Li Xia masih sibuk menghindar tanpa menyerang balik. Dia berdiri di atas ranjang, telinganya mendengar suara langkah kaki seseorang yang mendekat ke ruangan kamar miliknya.


Chen Han Nie kesal melihat anak buahnya yang tidak bisa membunuh Su Li Xia meskipun mereka berjumlah 5 orang. Dia berteriak lagi, menyuruh untuk membunuh Su Li Xia.


"Cepat, bunuh dia! Kalian benar-benar tidak berguna, membunuh satu wanita saja tidak becus!"


Tanpa berpikir lagi, Su Li Xia melompat turun dari ranjang, dia berlari keluar dari pintu kamar. Dalam pelariannya, dia bertemu dengan Lu Xuan Cheng.


"Kenapa dia di sini?" benak Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng melihat jika Su Li Xia sedang dikejar oleh pria berbaju hitam. Dia langsung menarik lengan Su Li Xia untuk membawanya keluar dari sana. Buru-buru dia membuka pintu mobil, George sudah bersiap mengemudi di depan. Setelah keduanya duduk di dalam, mobil pun melaju pergi meninggalkan villa.


"Kenapa kau bisa datang ke rumahku?" tanya Su Li Xia dengan wajah penasaran.


Karena tidak mendapat jawaban, Su Li Xia mengalihkan pandangan ke luar jendela. Dia menatap kosong di udara, pikirannya melayang entah ke mana. Sementara Lu Xuan Cheng masih bergelut di dalam pikirannya sendiri.


"Aku merasakan perasaan yang sama ketika berada di samping Su Li Xia. Perasaan tenang dan bahagia yang datang secara tiba-tiba. Perasaan apa ini? Kenapa aku bisa menyukai 2 wanita dalam waktu bersamaan? Dan lagi, nama mereka bahkan sama persis, Su Li Xia." benak Lu Xuan Cheng.


Perjalanan yang hening pun segera berakhir ketika dua mobil hitam mengejar mereka dari belakang.


George melihat dua mobil sedang mengikuti dari belakang, dia menyadari jika mobil mereka sedang di targetkan.


"Tuan Muda, pegangan yang erat!"


George mempercepat laju mobil, dia mengambil jalan lebar yang menuju ke pusat kota. Sesekali, mobil hitam menabrak mobil putih milik Lu Xuan Cheng. Lu Xuan Cheng melihat ke belakang, dia lalu menatap Su Li Xia kemudian bertanya kepadanya.


"Siapa mereka? Kenapa mereka mengejarmu?"

__ADS_1


Su Li Xia membalas pengabaian yang dilakukan oleh Lu Xuan Cheng tadi. Dia hanya diam menatap Lu Xuan Cheng sesaat, lalu mengedarkan tatapannya ke arah lain.


Lu Xuan Cheng mengerutkan alis, merasa geram dan kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa terhadap wanita di sampingnya. George masih fokus mempercepat laju mobil, beberapa jam kemudian, mobil hitam sudah tertinggal jauh.


Mobil putih kini memasuki wilayah pusat kota, George melirik ke spion mobil lalu bertanya kepada Tuan Mudanya.


"Tuan Muda, kita sudah sampai di pusat kota. Ke mana saya harus mengantar anda?"


"Rumah sakit!" jawab laki-laki itu singkat.


Setibanya di rumah sakit, Su Li Xia langsung turun dari mobil. Dia berjalan menuju ke kamar 808, di ikuti oleh Lu Xuan Cheng yang masih merasa kesal.


Su Li Xia membuka pintu kamar, dia masuk lalu duduk di sebuah kursi yang terletak di samping tempat tidur. Lu Xuan Cheng ikut duduk di seberangnya. Mereka berdua berdiam diri, menatap wajah pasien yang berbaring di sana dengan tenang.


"Kenapa dia belum juga sadar?" tanya Lu Xuan Cheng entah kepada siapa.


Su Li Xia melirik sejenak wajah laki-laki itu. Dia bisa merasakan perasaan khawatir dan rasa cemas dari ekspresi di wajah Lu Xuan Cheng. Hati Su Li Xia merasa tersentuh, selain dari Ling dan Su An Jie, baru kali ini dia merasakan kasih sayang yang tulus dari orang lain.


"Hei, di mana ponsel Su Li Xia?" tanyanya kepada Lu Xuan Cheng.


Entah kenapa Lu Xuan Cheng menjinak, dia membuka laci yang berada di sampingnya, lalu mengambil ponsel dari dalam laci.


"Berikan padaku!" pinta Su Li Xia.


Lagi-lagi Lu Xuan Cheng menurut, dia seperti orang yang terhipnotis. Setelah menyerahkan ponsel itu kepada Su Li Xia, Lu Xuan Cheng menatap wajah wanita itu sambil berpikir.


"Rasanya, aku seperti berhadapan dengan Su Li Xia yang ku kenal. Perasaan ini terasa sangat janggal, aku seperti orang yang mulai tidak waras."


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2