
Perkelahian kembali di mulai, Lu Xuan Cheng di keroyok oleh semua pria berbaju hitam. Bukan hanya kalah dalam jumlah, tongkat panjang mereka juga menjadi kesulitan besar bagi pria itu sebab dia tidak memiliki senjata untuk melindungi diri.
"Merepotkan!" gumam Su Li Xia ketika melihat Lu Xuan Cheng mulai kewalahan.
Lu Xuan Cheng terbawa arus perkelahian hingga ke depan mobil Su Li Xia, pria itu terkena hantaman keras dari tongkat yang diayunkan oleh beberapa pria secara bersamaan. Dia memegang bahunya dengan wajah yang terlihat kesakitan.
Su Li Xia memasang wajah dingin, dia menatap lekat Lu Xuan Cheng yang sedang di hajar beramai-ramai. Tiba-tiba saja pria itu sudah berada di samping jendela kacanya.
"Lari! Pergi dari sini!" ucapnya tanpa bersuara. Bibirnya bergerak namun hening, pria itu menahan pukulan bertubi-tubi yang di arahkan ke punggungnya hanya demi menyuruh Su Li Xia untuk kabur.
"Pria mengesalkan ini ternyata masih memiliki hati nurani." pikir Su Li Xia.
Melihat Lu Xuan Cheng yang sudah tidak mampu bertahan, Su Li Xia berniat untuk menolong. Dia mencari sesuatu di dalam mobilnya, matanya terpaku pada payung yang terletak di kursi belakang.
Setelah mengambil payung itu, Su Li Xia turun dari mobil. Lu Xuan Cheng mengira wanita itu akan segera kabur, namun ternyata dia berjalan mendekat ke arahnya. Dengan mengayunkan payung secara cepat dan beruntun, wanita itu memukuli semua pria yang berbaju hitam.
Mereka yang di pukuli dari belakang merasa terkejut, namun tidak memberi perlawanan. Sebab belum sempat merespon, payung itu sudah mendarat di kepala mereka.
Lu Xuan Cheng masih melawan dua pria berbaju hitam, dia tidak menyerah meski tubuhnya sudah penuh dengan luka. Saat sebuah tongkat hampir mendarat di wajah pria itu, Su Li Xia melempar payung yang berada di tangannya.
Payung itu menabrak tongkat yang sedang terayun di udara, tongkat itu terjatuh karena hantaman keras dari payung Su Li Xia. Lu Xuan Cheng memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut tongkat yang terjatuh, lalu perkelahian pun berlanjut hingga semua pria berbaju hitam terjatuh pingsan.
Su Li Xia berdiri dengan nafas yang ngos-ngosan, baru pertama kali dia merasa lelah hingga nafasnya memburu.
"Tubuh ini terlalu lemah, baru menghajar 20 orang saja sudah selelah ini. Aku harus berlatih hingga tubuh ini sekuat tubuhku yang dulu." pikir Su Li Xia.
__ADS_1
Lu Xuan Cheng berjalan tertatih-tatih ke tempat Su Li Xia berdiri. Pria itu lalu terjatuh, "Brukkk!" tepat di pelukan Su Li Xia.
"Hei, kau jangan pura-pura mati!" ucap Su Li Xia.
Tidak ada respon dari pria itu, Su Li Xia mengoncang perlahan tubuhnya sambil berkata, "Hei, bangun!" namun pria itu masih tidak bergerak.
Setelah memastikan jika pria itu memang benar-benar kehilangan kesadaran, Su Li Xia berusaha mengangkat tubuhnya. Beberapa kali mencoba namun tetap gagal, akhirnya Su Li Xia menyerah.
Su Li Xia menyeret tubuh Lu Xuan Cheng, dengan susah payah dia memasukkan tubuh besar itu ke dalam mobil. Bagaimana tidak? Tubuh Lu Xuan Cheng memiliki berat 80 Kg, sedangkan berat tubuh Su Li Xia hanya 45 Kg saja. Hampir dua kali lipat, tentu saja Su Li Xia merasa kesulitan untuk memindahkan tubuh Lu Xuan Cheng.
Setelah memastikan tubuh pria itu seimbang, Su Li Xia masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.
Setibanya di rumah sakit yang berada di salah satu kota X itu, Su Li Xia ditanyai dengan banyak pertanyaan. Perawat bertanya perihal luka yang ada di tubuh Lu Xuan Cheng dan siapa pelakunya. Apakah perlu di panggil polisi atau tidak.
Su Li Xia dengan wajah dingin menjawab semua pertanyaan itu dengan satu kata, "Entahlah!"
"Aku hanya mengantar pria ini untuk menyelamatkan nyawanya! Jika anda ingin tau mengenai keluarga ataupun kenalannya, silahkan tanya saat dia susah sadar nanti! Permisi!" jawab Su Li Xia lalu pamit pergi.
Su Li Xia kembali ke rumah, dua wanita berwajah masam telah menunggunya di ruang keluarga bersama seorang pria paruh baya.
Mobil Su Li Xia baru saja berhenti, dia turun setelah mengambil tas yang terletak di atas kursi penumpang. Wanita itu menuju ke dalam rumah yang masih terang benderang meski waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
"Ceklek!"
Su Li Xia membuka pintu rumah, belum sempat dia menjejakkan kaki di dalam, sudah terdengar suara yang mulai mencercanya dengan banyak pertanyaan.
__ADS_1
"Li Xia, dari mana saja kau hingga jam segini baru pulang?"
"Kau memang sudah berstatus wanita janda, tapi itu tidak berarti kau boleh sembarangan di luar sana!"
"Memang anak tidak berguna, selalu saja menyusahkan!"
"Pantas saja dia di ceraikan oleh suaminya, kelakuannya saja seperti wanita liar!"
Su Li Xia berhenti sejenak sebelum meneruskan langkahnya, dia membuka pintu lebar-lebar lalu menatap ketiga orang yang sedang mencercanya.
Wajah dinginnya tiba-tiba saja menyunggingkan senyum, tentunya senyum sinis dan menyeringai. Dia lalu berkata, "Apa urusan kalian? Kenapa pula kalian tidak tidur di jam segini dan malah sibuk bertanya tentang wanita yang sudah menjanda ini?"
"Su Li Xia!" bentak Pria paruh baya yang sedang duduk di kursi sofa.
Su Li Xia mengalihkan pandangan mata ke arah pria itu, dia lalu berkata, "Tidak perlu berteriak, telingaku masih bisa mendengar dengan sangat jelas!"
"Kau!!!" hardiknya dengan wajah yang merah padam. Emosi dan marah melihat kelakuan Su Li Xia.
"Kau apa kau? Jika kau tidak bisa berkata-kata dengan baik maka jangan berbicara! Lagi pula tidak akan ada orang yang berani mengataimu bisu!" jawab Su Li Xia dengan kata-kata yang membuat pria itu semakin kesal dan marah.
"Hey Su Li Xia! Sampai kapan kau akan bersikap kurang ajar seperti ini di depan Ayah?" bentak Su Ching Yi dengan wajah yang turut kesal namun sebenarnya senang karena ayahnya akan semakin membenci Su Li Xia.
Su Li Xia menajamkan mata, dia menatap pria itu dengan wajah yang terlihat marah. Lalu dia berkata, "Ayah? Maksudmu pria itu ayahku? Ku pikir aku tidak memiliki ayah, karena saat di rawat di rumah sakit aku bahkan tidak pernah melihat wajahnya sekalipun di sana!"
Pria itu berdiri, dia kemudian berjalan mendekati Su Li Xia.
__ADS_1
"Plakkkk!"
^^^BERSAMBUNG...^^^