
"Aku tidak tau, tidak bisakah kau langsung menjawab pertanyaan ku saja?" keluh Su An Jie dengan wajah merengut.
Ling menatap wajah tampan di depannya, dia sedikit tersenyum ketika melihat bibir laki-laki itu di monyongkan panjang dengan raut wajah yang terlihat sedang kesal. "Tuan Muda merupakan satu-satunya orang yang berhati tulus dan lugu di keluarga Su. Aku harap dia akan seperti ini selamanya, terbebas dari rasa curiga, iri hati, dengki dan permusuhan." benak Ling.
"Ling, kau tidak mau menjawabnya? Aku marah nih kalau kamu tidak mengatakan alasannya!" Su An Jie mengomel karena Ling diam saja tanpa memberitahukan jawabannya.
"Karena aku berharap, orang yang memakan buah apel ini akan selalu panjang umur dan diberikan jalan yang lancar seumur hidupnya. Seperti jalan ku ketika mengupas kulit ini." jawab Ling seraya tersenyum.
"Kau ini ada-ada saja!" seru Su An Jie sambil mengambil sepotong buah apel dari piring buah.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Su Li Xia begitu dia masuk ke dalam ruangan.
"Kami membicarakan alasan Ling memotong buah apel ini secara melingkar. Apakah Kakak tau jawabannya?" tanya Su An Jie dengan wajah penasaran.
"Tidak!" jawab Su Li Xia secara singkat, matanya melirik ke buah paprika merah yang berada di atas piring kecil di depan Su An Jie. Su Li Xia mengulurkan tangan sambil memberi perintah, "Berikan kepada ku!"
Su An Jie kebingungan karena dia tidak mengerti apa yang sedang di minta oleh Kakaknya. Sementara Ling segera memberikan buah paprika yang masih utuh ke tangan Nona Mudanya.
__ADS_1
"Terima kasih." ucap Su Li Xia yang lalu menggigit buah paprika merah pemberian Ling.
"Ka... Kakak! Kenapa paprika itu malah di gigit tanpa di masak?" tanya Su An Jie sambil menggaruk kepalanya. Dia merasa bingung dan heran, sebab ia tidak pernah melihat ada orang yang memakan buah paprika mentah.
"Karena ini enak!" sahut Su Li Xia yang lalu menggigit lagi paprika di tangannya.
"Kriukkk!"
Bunyi dari gigitan Su Li Xia membuat adiknya penasaran. "Apakah seenak itu?" pikirnya. Su An Jie turun dari kursinya yang tinggi, dia berjalan menuju ke tempat kulkas lalu membuka pintu kulkas untuk mengambil sebuah paprika merah.
"Kriukkk!"
"Cuihhh... Ueekkkk!" Su An Jie berlari ke tempat wastafel, dia berkumur dengan air hingga berkali-kali untuk membersihkan sisa paprika yang ada di dalam rongga mulutnya.
"Rasa apa ini? Benar-benar sulit di telan!" keluh laki-laki itu sambil membersihkan bibirnya dengan sapu tangan.
"Hahaha...!" Su Li Xia langsung tertawa keras melihat adiknya yang begitu heboh dan lucu hanya karena satu gigitan ke paprika. Begitu juga dengan Ling yang tanpa sadar ikut menertawakan Tuan Mudanya.
__ADS_1
"Phue... Phue...! Kesukaan Kakak Li Xia selalu saja aneh." ujar Su An Jie dengan wajah kesal.
"Dan kau selalu saja meniru kesukaanku. Dasar bodoh!" tambah Su Li Xia sambil tersenyum.
"Itu kan karena aku imgin mencoba kesukaan Kakak! Huhhh!" ucap Su An Jie sambil merengut.
"Pfff!"
Ling diam-diam tertawa sambil menutup bibirnya.
"Ting Tong!"
"Ting Tong!"
Mendengar suara bel pintu, ketiga orang di dalam langsung menatap ke arah pintu.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1