
"Ayo pergi, di sini menjijikkan." ajak Lu Xuan Cheng.
"Kau tidak jadi mengeluarkan jantung mereka?" tanya Su Li Xia dengan wajah serius.
Lu Xuan Cheng mendekatkan bibirnya ke telinga Su Li Xia, ia lalu berbisik dengan suara pelan. "Bukankah kau memintaku untuk tidak membunuh?"
"Apa? Kenapa kau jadi penurut sekali?" benak Su Li Xia.
"Hahhh...! Sudahlah, aku akan melakukannya sendiri." ucap Su Li Xia yang lalu di tahan oleh Lu Xuan Cheng. Laki-laki itu menarik tangannya, dia membawa Su Li Xia menjauh dari genangan air yang mengeluarkan bau pesing dan terlihat seperti air karatan.
"Jangan dekat-dekat, kotoran seperti mereka tidak layak untuk menodai tanganmu."
Lu Xuan Cheng memberi isyarat kepada George, laki-laki itu mengangguk mengerti apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Lu Xuan Cheng membawa Su Li Xia pergi dari tempat itu, padahal Su Li Xia masih belum puas melihat keluarga Zhao yang di siksa.
Suara-suara pukulan dan teriakan terdengar dari luar, membuat suasana malam itu serasa mencekam. Lu Xuan Cheng membuka pintu mobil, dia menahan pintu dengan sebelah tangan.
"Masuk!" ucapnya sambil menatap Su Li Xia.
"Kenapa pergi secepat ini?" protes wanita itu, sebab dia masih ingin melihat wajah keluarga Zhao yang menangis dan meraung ketakutan.
"Tidak baik bagi wanita untuk melihat hal-hal buruk. Aku akan membawa mu ke tempat lain. Ayo masuk!" bujuk Lu Xuan Cheng dengan wajah yang tersenyum.
Su Li Xia menurut, dia masuk ke dalam mobil. Lu Xuan Cheng menutup kembali pintu mobil, dia masuk ke dalam mobil lalu menyalakan dan menjalankan mobil menuju ke sebuah hotel berbintang 5.
"Kenapa kau membawa ku kemari?" tanya Su Li Xia penasaran.
"Kau kan sudah seharian tidak mandi kan!" keluh Lu Xuan Cheng sambil menutup hidungnya.
Su Li Xia mengendus baju, tangan dan rambutnya yang panjang. Memastikan apakah dirinya berbau asam, sehingga laki-laki ini membawanya ke hotel hanya untuk sekedar mandi.
"Hahaha...!"
Tawa dari Lu Xuan Cheng membuat Su Li Xia malu, dia baru sadar jika barusan dirinya mirip dengan Gukguk yang mengendus-endus bebauan.
__ADS_1
Lu Xuan Cheng menarik tangan Su Li Xia, mereka berjalan masuk ke dalam lobby hotel. Lu Xuan Cheng memesan sebuah kamar, dia mengambil kunci yang berbentuk kartu dari petugas hotel.
"8888, nomor kamar yang di sewa oleh Lu Xuan Cheng. Dia membuka pintu lalu menahan daun pintu dengan tubuhnya.
"Ayo masuk!"
Dengan sedikit menarik paksa tangan Su Li Xia, dia membawa wanita itu masuk ke dalam kamar. Lu Xuan Cheng menutup pintu lalu menguncinya dari dalam.
"Aku akan menyiapkan pakaian untukmu, mandi saja dulu!"
Lu Xuan Cheng berjalan keluar melewati sebuah pintu kaca, dia berdiri di atas balkon sambil menelepon George untuk membawakan pakaian baru untuknya dan juga pakaian untuk Su Li Xia.
Sedangkan wanita itu masih terbengong di dalam kamar, dia melihat sekeliling ruangan. Ingatan di malam pertamanya bersama Lu Xuan Cheng kembali berputar ketika dia menatap ke sebuah ranjang yang berwarna putih.
"Apa sih aku pikirkan?" gumamnya sambil menggelengkan kepala.
Su Li Xia masuk ke dalam kamar mandi, dia melepas semua pakaian luar dan juga Bra serta Cd hitam yang melekat di tubuhnya. Su Li Xia menatap wajah dan tubuhnya di sebuah cermin besar, dia memikirkan saat-saat ketika berada di dalam tubuh adiknya.
Bukannya ingin mati, dia hanya merindukan bayinya. Dia menginginkan bayinya, bayi berbentuk janin yang berada di dalam rahim adiknya.
Su Li Xia membuka keran air, rintik-rintik air yang lebat langsung jatuh dari atas. Rintik air membasahi tubuh dan rambut Su Li Xia, sesekali dia menekan sabun cair yang berada di dinding kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Aku mati, lalu terlahir kembali. Tubuhku yang baru kini tertidur dan aku kembali ke tubuh asliku. Rasanya, aku seperti sedang bermimpi, mimpi yang sangat-sangat panjang." benak Su Li Xia.
Wanita itu memejamkan mata, lalu menatap ke atas. Rintik air yang menerpa wajahnya menyadarkan Su Li Xia, jika saat ini, dia tidak sedang bermimpi.
"Selesai membersihkan diri, Su Li Xia mengambil sebuah handuk kimono dari atas rak. Dia memakai handuk itu lalu keluar dari kamar mandi. Lu Xuan Cheng sedang duduk di atas sofa yang berada di dalam kamar, dia menatap Su Li Xia dengan jantung yang berdetak kencang.
"Deg Deg Deg!"
"Ada apa dengan jantungku? Kenapa semakin lama semakin cepat?" benak Lu Xuan Cheng.
Su Li Xia berjalan ke sofa, dia lalu duduk di samping Lu Xuan Cheng. Laki-laki itu terus menatapnya tanpa berkedip, membuat Su Li Xia menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Kenapa kau terus menatapku?" tanya Su Li Xia penasaran. Dia merasa gugup karena tatapan dari Lu Xuan Cheng menganggu pikirannya.
"Kau sangat cantik!" ucapnya sambil menatap mata hitam Su Li Xia yang bercahaya.
Jantung Su Li Xia tersentak, dia tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu dari Lu Xuan Cheng.
"Deg Deg Deg!"
Jantung kedua pasangan itu berdetak kencang, mereka saling bertatapan selama beberapa saat. Wajah Su Li Xia merona merah, dia segera memalingkan wajahnya yang kini terasa panas.
"Aku mandi dulu, tidurlah jika kau lelah. Aku akan membangunkan mu saat makan malam sudah di antar." ujarnya sambil berjalan ke dalam kamar mandi.
Su Li Xia memegang pipinya menggunakan kedua telapak tangan, dia menepuk-nepuk wajahnya yang terasa semakin panas dan semakin gerah.
"Sadarlah! Saat ini, aku adalah seorang kakak dari wanita yang dia hamili!" benak Su Li Xia.
Su Li Xia berjalan ke tempat tidur, dia berbaring di atas kasur yang empuk dan luas. Hanya dalam hitungan menit saja, wanita itu sudah berada di dalam dunia mimpi. Di dalam mimpinya, Su Li Xia di datangi oleh arwah adik tirinya.
"Kak, terima kasih sudah membalaskan dendamku. Sayang sekali aku tidak bisa kembali lagi ke dunia, aku tidak bisa memeluk Kakak dan mengucapkan kata Terima kasih secara langsung. Meskipun begitu, aku akan selalu mendoakan kebahagiaan Kakak, dan juga keponakan ku yang belum lahir. Selamat tinggal!"
"Su Li Xia!"
"Su Li Xia!"
Lu Xuan Cheng memanggilnya beberapa kali, dia mencoba membangunkan Su Li Xia dari mimpi buruknya.
"Jangan pergi!" teriak Su Li Xia sembari membuka matanya.
Dia menatap wajah laki-laki yang saat ini berada di hadapannya. Laki-laki itu memegang kening Su Li Xia untuk memeriksa kondisinya. "Tidak demam." ucapnya, ia lalu bertanya, "Mimpi buruk?"
Su Li Xia mengangguk dengan wajah yang terlihat gelisah. Melihat kecemasan di wajahnya, Lu Xuan Cheng mencoba untuk menenangkan hati wanita itu. Dia memegang kedua pipi Su Li Xia, "Jangan takut, ada aku di sini." ucapnya sambil menatap lembut mata Su Li Xia.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1