Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 53. Ruang Rahasia villa


__ADS_3

"Nona, anda sudah kembali?" tanya Ling terkejut mendengar suara yang sangat dia kenali.


"Benar, aku ingin tau apa yang terjadi pada tubuh Su Li Xia. Kabari aku secepatnya!" jawab Su Li Xia yang lalu mematikan telepon.


Su Li Xia bertanya-tanya kepada diri sendiri, dia duduk di atas ranjang dengan posisi kaki di tekuk. Su Li Xia memejamkan mata, dia memeluk kedua kaki dan menyandarkan wajahnya di atas lutut.


"Bayiku, apa yang terjadi dengannya? Kenapa aku malah kembali ke tubuhku sendiri?"


Setelah menenangkan pikirannya, Su Li Xia turun dari tempat tidur. Dia membuka pintu kamar mandi lalu masuk ke dalam. Su Li Xia melepaskan semua pakaiannya, dia membersihkan tubuh dengan air hangat yang turun dari atas shower.


"Aku harus membuat rencana baru!" pikir Su Li Xia sambil menatap ke sebuah cermin besar di hadapannya.


Su Li Xia keluar dari kamar mandi, dia hanya memakai sebuah handuk untuk menutupi tubuhnya yang masih basah. Wanita itu membuka pintu lemari, dia mengambil satu set pakaian dari dalam.


Setelah selesai memakai pakaian, Su Li Xia hendak beranjak pergi. Namun Vivian menahan lengan Su Li Xia.


"Nona, rambut anda masih basah. Saya akan membantu Nona mengeringkan rambut anda dulu."


"Tidak perlu, nanti akan kering sendiri. Aku masih ada urusan lain."


Su Li Xia melangkah ke depan, lagi-lagi Vivian menghalangi jalan Su Li Xia.


"Nona, anda harus menjaga kesehatan anda. Hanya beberapa menit saja, saya akan mengeringkannya dengan cepat." bujuk Vivian.


"Akan berbahaya jika dia tetap di sini, sebaiknya aku bawa saja dia kembali ke kota." pikir Su Li Xia.


"Kemasi barang-barangmu sekarang, aku akan membawamu pulang." ucap Su Li Xia.


"No-Nona, apakah saya sudah membuat Nona marah sehingga saya dipecat?" tanya Vivian salah paham.


"Tidak, aku akan menjemputmu lagi nanti, ini hanya sementara saja. Cepat bereskan barang-barangmu sekarang juga!" jelas Su Li Xia panjang lebar karena tidak tega melihat wajah Vivian yang sudah hampir menangis.

__ADS_1


Vivian buru-buru menyeka air matanya, "Baik Nona, tolong tunggu sebentar, saya akan kembali secepatnya. Jawab wanita itu yang lalu segera berlari ke arah kamar.


Beberapa menit kemudian, Vivian kembali dengan membawa sebuah koper di tangannya.


"Ikuti aku!" perintah Su Li Xia.


Dia berjalan ke arah dapur kemudian membuka pintu kulkas. Vivian mengira jika Nona Mudanya itu haus tapi ternyata dia menekan sebuah tombol yang berada di bagian paling dalam kulkas.


Kulkas itu bergeser ke samping, di belakang kulkas ternyata terdapat sebuah pintu yang menuju ke ruang bawah tanah.


Vivian terkejut ketika kulkas itu bergerak, dia lebih kaget lagi saat mengetahui jika di dalam villa itu ternyata ada sebuah ruang bawah tanah.


"Ayo masuk!" ajak Su Li Xia yang berjalan masuk duluan. Vivian mengikuti dari belakangnya. Sesampainya di dalam, puluhan mobil berjejer rapi di tempat yang mirip pameran mobil. Mobil yang semuanya terlihat mewah dan mahal membuat Vivian merasa dirinya sedang bermimpi.


Su Li Xia melihat ke kanan kiri, mencari mobil yang tercepat di antara semua mobilnya di sana. Matanya tertuju pada sebuah mobil berwarna merah terang. Dia lalu melangkah ke mobil tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil.


Vivian ikut masuk ke dalam mobil, dia awalnya ingin duduk di samping Su Li Xia. Tetapi, baru saja dia membuka pintu, Su Li Xia kembali memberinya perintah.


"Vivian, kamu duduk di belakangku!"


Setelah Vivian masuk ke dalam mobil, Su Li Xia berkata kepadanya.


"Pasang sabuk pengaman dan pegangan dengan kuat."


"Ba-baik Nona." sahutnya lagi dengan firasat yang buruk.


Su Li Xia menghidupkan mobil, tiba-tiba sebuah dinding bergeser, cahaya dari matahari langsung terlihat jelas di depan. Pintu yang mirip dinding ruangan itu ternyata menuju keluar villa.


"Aku seperti berada di dalam dunia yang berbeda. Dunia yang hanya ada di dalam drama televisi." pikir Vivian.


Mobil pun melaju, setelah mobil keluar dari ruangan, dinding pintu kembali tertutup. Vivian berbalik menatap dengan takjub, "Benar-benar mirip dengan drama-drama di televisi." pikirnya lagi saat melihat villa besar dari belakang mobil.

__ADS_1


Selama ini, Vivian hanya berada di dalam villa. Dia tidak menyangka jika villa yang dia tempati itu ternyata memiliki ruang rahasia dan juga pemandangan di belakang villa itu sangat luar biasa.


Mobil melaju semakin cepat, Vivian sedikit ketakutan. Dia memejamkan mata, tangannya memcengkram kuat kursi dan pegangan di atas pintu.


Dalam waktu 1 jam, mereka tiba di kota. Su Li Xia membawa Vivian ke alamat yang disebutkan olehnya. Sebuah rumah kecil yang terletak di dalam lorong kecil.


"Pinjamkan aku ponselmu!" pinta Su Li Xia yang langsung diberikan oleh Vivian tanpa banyak bertanya.


"Ling, di mana dia sekarang?" tanya Su Li Xia ketika mendengar jawaban dari seberang sana.


"Rumah Sakit Medina. Lu Xuan Cheng membawa dia ke sana Nona." jawab Ling.


"Baiklah, terima kasih."


Su Li Xia mengembalikan ponsel ke Vivian, wanita itu lalu turun dari mobil setelah mengucapkan terima kasih. Mobil kembali melaju cepat menuju ke Rumah Sakit Medina.


Sesampainya di sana, Su Li Xia berhenti di depan pintu masuk. Tanpa peduli dengan panggilan dari seorang petugas sekuriti, dia turun dari mobil lalu berlari secepatnya ke dalam.


"Di mana kamar pasien bernama Su Li Xia?" tanyanya kepada seorang wanita yang berjaga di bagian pusat informasi.


Melihat wajah cemas dari wanita cantik di depannya, petugas itu buru-buru mencari nomor kamar pasien atas nama Su Li Xia. Beberapa menit kemudian, dia menjawab, "808, di lantai 8 Nona."


"Terima kasih!" ucap Su Li Xia lalu berlari ke arah pintu lift.


Pintu lift terbuka, dia masuk ke dalam. Saat pintu lift akan tertutup, seorang laki-laki menahan pintu. Dia lalu masuk dan berdiri di samping Su Li Xia.


"Lu Xuan Cheng, dia masih berada di sini." pikir Su Li Xia ketika melihat wajah laki-laki itu.


Lift pun tertutup lalu menuju ke lantai 8. Mereka turun bersama dari dalam lift, Su Li Xia mengikuti langkah kaki Lu Xuan Cheng ke kamar 808.


Lu Xuan Cheng yang memang peka segera menyadari jika seorang wanita sedang mengikuti langkahnya, dia berbalik lalu menatap dengan sinis. Su Li Xia berhenti melangkah, dia balik menatap Lu Xuan Cheng yang berwajah dingin.

__ADS_1


"Apakah dia salah seorang pembunuh yang dikirim untuk membunuh Su Li Xia?" pikir Lu Xuan Cheng.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2