
Diam-diam, aku memasukkan seorang pelayan ke rumah keluarga Su. Pelayan itu ku tugaskan untuk menukar semua makanan dan minuman Su Li Xia dengan milik Su Yen Yen, putri dari Chen Han Nie.
Setahun berlalu, Su Yen Yen tiba-tiba saja meninggal karena penyakit jantung. Benar saja dugaanku, Chen Han Nie pasti memasukkan sesuatu ke dalam makanan Su Li Xia. Sesuatu yang persis sama dengan penyebab rasa sakit di tubuh Alice, kematian Alice pasti berhubungan dengan wanita jahat itu.
****************
Su Li Xia menutup buku itu, dia tak lagi melanjutkan sisa halaman di belakang. Wajahnya kini terlihat mengerikan, aura hitam mengelilingi tubuhnya. Aura kebencian dan dendam terhadap Chen Han Nie.
Dia lalu menatap foto Gu Yu Lin. "Istirahatlah dengan tenang, ... Ibu! Mulai sekarang, aku yang akan membalas semua dendam ini!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebulan Kemudian
Di sebuah ruangan mewah, seorang laki-laki sedang bertatap muka dengan seorang wanita. Wanita berwajah cantik dengan rambut hitam yang terurai.
Laki-laki itu duduk dengan elegan di sebuah sofa hitam yang bergaya kebaratan. Kaca jendela besar dengan tirai yang sedikit terbuka membuat pantulan cahaya matahari menerpa wajah laki-laki itu.
Sebuah lukisan abstrak tergantung di dinding yang terletak di samping kaca jendela, membuat ruangan itu terlihat lebih mempesona.
Wajah datar pria itu memperlihatkan ketidak-peduliannya terhadap selembar foto yang sedang dia lihat. "Apa maksudmu memperlihatkan foto ini?" tanyanya kepada seorang wanita yang berdiri di depannya.
"Lu Xuan Cheng, ini adalah anak kita. Hasil dari apa yang kita lakukan pada malam itu." jawab si wanita yang bernama Chen Yi Yi.
Wajah datar itu mulai berekspresi, namun bukan ekspresi yang senang ataupun merasa bahagia. "Jika kau masih ingin melihat matahari terbit besok pagi, sebaiknya kau menutup mulutmu!"
"Lu Xuan Cheng!" bentak Chen Yi Yi dengan wajah kesal.
"George!" panggilnya dengan nada dingin. Asistennya itu segera datang dan bertanya. "Ya, Tuan Muda!"
Sikap dingin dan kemarahan terlihat di wajah Lu Xuan Cheng, "Apakah rumahku terbuka untuk umum? Kenapa wanita ini bisa masuk ke rumah tanpa izin dariku?" tanyanya dengan nada yang terdengar kesal.
"Maaf, Tuan Muda. Nona ini bilang ada hal penting yang harus segera dia sampaikan kepada anda." jawab George dengan menundukkan kepala.
__ADS_1
"Keluarkan dia dari sini, jika lain kali masih ada yang masuk ke dalam tanpa izin, kau-- akan ku berhentikan!" ancam Lu Xuan Cheng dengan wajah serius.
George tampak kaget mendengar ancaman dari Tuan Muda nya, baru kali ini dia begitu marah hanya karena masalah sepele. Tanpa dia sadari, Lu Xuan Cheng marah bukan karena Chen Yi Yi masuk ke dalam rumah, tapi karena wanita itu mengaku tengah hamil anaknya.
Lengan Chen Yi Yi di tarik oleh George, perlahan dia menyeret tubuh wanita itu untuk keluar. Tak terima diperlakukan seperti itu, Chen Yi Yi berteriak keras, membuat satu ruangan bergema dengan suara tingginya.
"Lu Xuan Cheng, kau bajingan! Ini anakmu, kau akan mengabaikan anakmu? Aku akan menuntutmu dengan kasus pemerkosaan!"
Mendengar ancaman dari Chen Yi Yi, Lu Xuan Cheng menjadi geram. Dia bangkit dari duduknya, lalu berjalan mendekat. "Pemerkosaan kau bilang? Hahaha! Silahkan laporkan saja, aku akan membuatmu membayar mahal karena telah mencoba untuk mengancamku!"
Chen Yi Yi tertegun, terkejut sekaligus takut melihat wajah dingin Lu Xuan Cheng yang semakin dingin. Kini wajah tampan itu bahkan terlihat menyeramkan, membuat ciut hati Chen Yi Yi yang datang untuk meminta pertanggung jawaban. Pertanggung jawaban atas sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dia lakukan.
George melanjutkan langkahnya, dia menyeret wanita itu hingga keluar pintu. "Nona, sebaiknya kau menutup mulut dan menjaga sikap. Beruntung kau adalah seorang wanita! Jika kau adalah seorang pria, kau tidak akan bisa keluar dengan tubuh yang masih sempurna ketika mencoba untuk mengancam Tuan Muda." ucap George dengan nada serius.
Pria itu lalu menutup pintu, membiarkan Chen Yi Yi berdiri di luar dengan wajah yang ketakutan. Tubuhnya kini bergetar, kakinya bahkan terasa lemas setelah bertatapan mata dengan Lu Xuan Cheng yang seakan hendak membunuhnya dengan tatapan itu.
George berjalan kembali ke dalam ruangan, dia lalu berkata kepada Lu Xuan Cheng, "Tuan Muda, perlukah saya mencari tau..."
Lu Xuan Cheng langsung memotong kata-kata George, "Tidak perlu, aku yakin bukan dia."
"George, bawakan rekaman CCTV di hotel malam itu!" perintah Lu Xuan Cheng kepada asistennya. Pria itu lalu pergi mengambil rekaman beserta sebuah laptop.
"Tuan Muda, saya akan memutar rekamannya." ucap George yang lalu mulai menyalakan laptop dan memutar rekaman CCTV.
Wajah Su Li Xia terekam jelas saat mereka berada di dalam lift. Melihat wajah yang tak asing itu, membuat Lu Xuan Cheng tersenyum tanpa sadar.
George yang memperhatikan Tuan Mudanya bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa Tuan Muda malah tersenyum bahagia seperti ini? Apa mungkin beliau memang menyukai Nona Su Li Xia?"
Lu Xuan Cheng mengingat malam di mana dia dikeroyok oleh sekelompok pria. "Jika bukan karena wanita itu, aku pasti sudah mati. Entah dari mana datangnya kekuatan besar yang dimiliki oleh wanita bertubuh kecil itu!" pikirnya.
Dia lalu mengingat malam panasnya bersama Su Li Xia, "Dari mana pula datangnya dua benda sebesar itu?" Tangan Lu Xuan Cheng membuat gerakan meremas, membuat George bingung dan penasaran. "Apa yang sedang dipikirkan oleh Tuan Muda?"
"Hachiiihhh!" suara bersin Su Li Xia terdengar di dalam ruangan. Ling segera membawa segelas air hangat dan tisu kering untuknya.
__ADS_1
"Nona, apakah anda terserang penyakit flu?" tanya Ling dengan wajah khawatir.
"Tidak, mungkin ada seseorang yang sedang membicarakan ku!" jawab Su Li Xia yang lalu menghabiskan semua air di dalam gelas.
"Nona, saya sudah mendapatkan semua hasil penyelidikan yang anda inginkan." ucap Ling sambil menyerahkan sebuah usb dan dokumen medis dan catatan toksikologi.
"Kerja bagus Ling!" puji Su Li Xia sambil tersenyum.
"Chen Han Nie, hari-hari damai yang kau jalani akan segera berakhir." ucap Su Li Xia dengan menatap dokumen yang diberikan oleh Ling.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah ruangan, seorang wanita paruh baya tengah menikmati teh hangat bersama seorang pria muda.
Seorang wanita muda masuk ke ruangan, dia membawa sebuah amplop coklat di tangan. "Nyonya, ada surat untuk anda!" ucapnya sambil menyerahkan amplop kepada wanita yang dia panggil Nyonya.
"Dari siapa?" tanyanya.
"Saya juga tidak tau, amplop ini sudah ada di depan rumah ketika saya membuka pintu." jawab si wanita muda.
"Baiklah, kau boleh pergi!"
Setelah menyuruh pelayannya pergi, wanita paruh baya itu membuka amplop dan melihat isinya.
"Pranggg!"
Cangkir teh yang mewah dan elegan kini hancur berantakan. Wanita itu begitu terkejut melihat isi di dalam amplop sampai menjatuhkan cangkir yang berada di depannya.
"Ibu, ada apa? Ibu baik-baik saja?" tanya Pria muda dengan wajah yang khawatir.
"Tidak apa-apa, ibu hanya sedikit lelah." jawabnya beralasan.
"Chen Han Nie, aku tau semua perbuatanmu di masa lalu! Sudah saatnya kau me**mbayar semua dosa-dosa yang kau lakukan!"
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^