Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 22. Malam Pertama


__ADS_3

Lu Xuan Cheng di bawa masuk ke dalam sebuah kamar hotel berbintang lima yang terletak di tengah kota X. Pria itu masih dalam kondisi tak sadarkan diri, dua laki-laki membawanya ke kamar lalu membaringkan tubuhnya di atas sebuah ranjang yang beralas kain serba putih.


Sementara itu seorang wanita cantik sedang menunggu di kamar sebelah, dia menerima panggilan dari seseorang yang memerintahkan untuk pergi ke kamar tempat Lu Xuan Cheng dibaringkan.


Wanita itu beranjak dari tempat duduknya, ia membuka pintu kamar yang terhubung ke kamar Lu Xuan Cheng. Senyumnya merekah begitu melihat pria tampan itu berbaring tak berdaya di atas ranjang.


Suara panggilan handphone membuat wanita itu terperanjat, dia mengeluarkan handphone pria itu dari dalam kantong celana panjang.


"George" nama yang tertulis di layar bercahaya milik pria itu.


"Ckkk!"


Dia menekan tombol tolak yang muncul di layar, handphone itu di non-aktifkan lalu dilempar ke sembarang arah hingga berakhir di atas lantai berkarpet tebal.


"Bos! Pasti ada yang tidak beres!" pikir asisten itu saat panggilannya di tolak.


Wanita itu menatap wajah Lu Xuan Cheng dengan senyuman penuh gairah, ia mendekatkan wajahnya lalu membuka satu persatu kancing kemeja pria tersebut hingga tak bersisa.


Tangan wanita itu turun ke bawah, mengeluarkan kancing dari lubangnya lalu menarik turun resleting yang berada di tengah-tengah.


"Lu Xuan Cheng! Malam ini, kau akan menjadi milikku seutuhnya!" ucap wanita itu.


George berusaha mencari keberadaan Lu Xuan Cheng, dia menghubungi teman-teman yang minum bersamanya di club namun tidak ada satupun di antara mereka yang mengetahui keberadaan pria tersebut.


"Semoga tak terjadi hal buruk seperti yang aku pikirkan!" pikir George.


Bukan hanya satu dua kali kejadian seperti ini terjadi, banyak wanita yang berusaha mendekati Lu Xuan Cheng dengan berbagai cara, namun pria dingin itu memasang perisai yang sekuat baja.


Apakah wanita yang di tolak lantas menyerah? Tentu saja tidak, mereka tetap menginginkan pria dingin yang bermental baja itu. Tidak jarang mereka melakukan hal rendahan seperti menggoda dengan cara ekstrim hingga mencampurkan obat ke dalam minumannya. Tapi ini pertama kalinya Lu Xuan Cheng di culik hingga di bawa ke kamar hotel tanpa persetujuannya.


Malam telah usai, pagi pun datang. Matahari kini bersinar terang di atas langit biru dengan sedikit awan putih yang melayang. Lu Xuan Cheng membuka matanya, terperanjat ia melihat seorang wanita yang berbaring di dalam pelukannya.


Lu Xuan Cheng mengangkat selimut putih tebal yang menutupi dirinya. "Sh*ttt!" makinya saat ia melihat tubuh polos yang kini di penuhi dengan jejak-jejak kemerahan yang terlihat menjijikkan di matanya.

__ADS_1


"Buka pintunya!" Titah George yang saat ini berada di depan pintu kamar.


George menutup mata dengan telapak tangannya saat pintu itu terbuka. "Oh my...! Tamat sudah riwayatku?" pikirnya.


"Keluar!" bentak Lu Xuan Cheng dengan mata yang membelalak marah meratapi kondisinya sekarang.


Wanita di samping Lu Xuan Cheng terbangun karena bentakan suara dari pria itu, matanya bertemu dengan mata Lu Xuan Cheng yang menatapnya dengan rasa jijik dan penuh kebencian.


"Sebaiknya kau menutup mulutmu itu! Jika sampai aku tau kau menyebarkan kejadian malam ini, saat itu juga kau akan mati!" ancam Lu Xuan Cheng dengan tatapan mata yang seolah dapat membunuh mangsa di depannya.


"Keluar!" perintah pria itu dengan wajah kesal.


Perasaannya sangat kacau, dia tidak mengira dirinya akan menjadi korban pemerkosaan seorang wanita. Hilang sudah keperjakaan yang dia jaga selama ini. Saking marahnya, dia melempar semua barang-barang yang ada di kamar itu. Kamar mewah yang rapi dan bersih kini terlihat seperti kapal pecah.


Tanpa sengaja matanya menangkap bercak merah di atas ranjang. Bukti ia mengambil malam pertama seorang wanita perawan. "Sial!" gumamnya sambil mengacak-acak rambut hitamnya yang lebat.


Wanita itu keluar dari kamar hanya dengan mengenakan satu kain tipis yang membalut tubuhnya. Lu Xuan Cheng merasa sedikit bersalah karena mengusir wanita yang menghabiskan malam pertama bersamanya dengan kondisi memalukan meski itu bukanlah kehendaknya.


"George, cari informasi tentang wanita itu!" perintah Lu Xuan Cheng setelah dia kembali ke akal sehatnya.


"Rasanya tidak seburuk itu ketika aku mengingat kembali kejadian tadi malam. Sepertinya aku juga sedikit menikmati permainan kami! Dasar gila!!! Apa yang sedang kupikirkan?Apakah aku sudah terlalu lama menyendiri sampai-sampai terjebak dalam permainan seorang wanita murahan?" pikirnya dalam hati.


Pria itu mematikan kran air, berulang kali dia mengingat malam panas bersama wanita asing itu hingga junior miliknya terganggu dan ikut berdiri.


"Oh sh*ttt!" ucapnya saat melihat junior itu menegak dengan sangat kuat mengarah ke dinding kamar mandi.


"Lu Xuan Cheng, bajingan gila!!! Apa yang kau pikirkan sekarang!" ucapnya sambil memukul pelan kepalanya berulang kali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Su Li Xia mulai bekerja secara resmi sebagai asisten Ling di kantor, banyak mata yang mengawasi wanita itu karena ia terpilih sebagai asisten melalui jalur belakang. Tentu banyak karyawan lain merasa iri dan cemburu dengan jabatan Su Li Xia yang di raih tanpa usaha, terutama bagi mereka yang telah lama mengincar posisi sebagai asisten utama Ling yang menduduki posisi teratas setelah Presdir Su.


"Apakah itu karena namanya sama dengan Presdir?"

__ADS_1


"Ckkk! Hanya nama saja yang sama, bukan berarti kejeniusan mereka juga sama!"


"Sttt! Kecilkan suaramu! Ling tidak suka keributan!"


"Bubar! Bubar! Kembali ke tempat kalian masing-masing!" perintah kepala staff di sana.


Su Li Xia duduk di kursi empuk miliknya, Ling berdiri di samping sambil memperhatikan wanita itu memeriksa semua pekerjaannya.


"Kerja bagus Ling!" puji Su Li Xia ketika ia selesai memeriksa laporan terakhir.


"Bos tetaplah Bos! Berada di tubuh lain pun cara kerjanya tetap cepat seperti biasa!" pikir Ling.


"Kerja sama kita dengan perusahaan kosmetik akan segera dimulai, aku harap pihak pabrik sudah siap melakukan peluncuran produk baru." ucap Su Li Xia sambil melihat kertas perjanjian kerja sama yang sudah di tanda tangani oleh kedua belah pihak.


"Mereka sudah menyiapkan semua bahan yang terbaik! Kali ini kita pasti berhasil menciptakan produk yang lebih baik dari perusahaan lain!" lapor Ling dengan wajah tanpa ekspresi seperti ciri khasnya.


Su Li Xia memperhatikan jam mini yang terletak di atas meja, "Ling, aku punya urusan penting siang ini. Berikan jadwal tugas untuk keluar secara alami agar tidak ada yang curiga!" titahnya sambil memikirkan segudang cara untuk menghasilkan uang.


"Baik Nona!" jawab Ling.


Ling hendak keluar dari ruang kerja, "Ling!" panggil Nona Muda itu dengan tanda tanya besar di kepalanya.


"Ya Nona?" jawab Ling sambil menoleh ke arahnya.


"Mau ke mana? Jangan bilang kamu akan pergi mengambil mobilku di parkiran!" ucap Su Li Xia.


"Bukankah biasanya juga seperti itu?" tanya Ling dengan wajah serius.


"Sekarang aku hanya bawahan! Tidak ada atasan yang mengambilkan mobil untuk bawahannya, ingat itu Ling! Jangan sampai kita di curigai!" ucapnya mengingatkan Ling atas kecerobohannya.


Su Li Xia bangkit dari kursi empuknya, dia menyambar tas yang ada di atas kursi tamu lalu beranjak pergi dari sana.


"Sial! Sakit semua badanku gara-gara pria brengsek itu!" keluh Su Li Xia sambil melangkah masuk ke dalam lift.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2