
Su Ching Yi berjalan mondar mandir di kamarnya, dia sedang memikirkan cara untuk membebaskan ibunya dari tuduhan percobaan pembunuhan. Sementara ayahnya, Su Cang Cing malah sibuk memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan hati Lu Xuan Cheng agar bisa bekerja sama dengan keluarga Lu.
Su Cang Cing berpikir jika satu-satunya jalan tercepat adalah dengan pernikahan antara dua keluarga. Mengingat Lu Xuan Cheng sangat perhatian terhadap Su Li Xia, Su Cang Cing langsung kepikiran untuk menggunakan wanita itu. "Aku akan membuat mereka menikah. Dengan begitu, hubungan kedua keluarga dan usaha ku akan lebih terjamin!" pikirnya.
Su Li Xia sedang berada di ruang makan, dia menunggu Xiao Xi yang sibuk membuatkan sarapan untuknya. Su Cang Cing baru keluar dari kamar, dia tersenyum licik begitu melihat keberadaan Su Li Xia.
Pria itu berjalan menuju ke meja makan, dia lalu duduk di samping Su Li Xia. Dengan berpura-pura bersikap lembut, Su Cang Cing bertanya kepada putrinya. "Li Xia, kau sudah kenal lama dengan Tuan Muda Lu?"
Su Li Xia tidak melihat ataupun menoleh ke arah Su Cang Cing, pria itu di anggap kasat mata olehnya. Pertanyaan yang dilontarkan Su Cang Cing juga di abaikan Su Li Xia, membuat pria itu menjadi murka.
"Brakkk!"
Su Cang Cing memukul meja, membuat air yang berada di dalam gelas memercik keluar hingga mengenai pakaian Su Li Xia.
"Anak kurang ajar! Kau benar-benar tidak punya sopan santun ya? Jika ayahmu sedang berbicara, seharusnya kau melihat ayahmu! Ke mana pandanganmu itu hah!!" cerca Su Cang Cing dengan wajah yang memerah.
"Ckkk...! Tidak bisa tenang ya di rumah ini, mau sarapan saja ada lalat yang berdengung di depanku!" keluh Su Li Xia sambil memegang keningnya yang terasa pusing.
Mendengar kata-kata sindiran dari Su Li Xia, pria tua itu semakin marah. Dia mengambil gelas yang berada di atas meja, gelas itu dilemparkan ke arah Su Li Xia.
"Pranggggg!"
"Awwwwww! Sakit!!!" jerit Su Ching Yi dari belakang.
Ketika gelas melayang, Su Li Xia segera menghindar. Kebetulan Su Ching Yi lewat di belakangnya, membuat gelas mendarat di pergelangan tangan wanita itu.
Darah segar mengalir keluar dari luka di tangannya, lantai di bawah kini berceceran tetesan cairan merah yang kental dan berbau amis. Su Ching Yi menangis histeris karena luka di tangannya itu terasa begitu menyakitkan baginya.
"Gadis tak berguna!" ucap Su Cang Cing tanpa merasa bersalah.
Su Ching Yi menatap Su Li Xia, tatapan yang penuh dengan permusuhan dan kebencian. "Wanita sialan, akan ku balas kau nanti!" batin Su Ching Yi.
__ADS_1
Hilang sudah nafsu makan Su Li Xia akibat lalat-lalat pengganggu yang terbang di sekitarnya, dia berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju ke dapur.
"Xiao Xi, sarapan ku sudah siap?" tanyanya ketika melihat Xiao Xi.
"Ya, Nona! Ini sudah siap. Saya baru saja mau mengantar sarapan anda ke ruang makan." jawab Xiao Xi dengan wajah ketakutan.
Dia mendengar semua keributan yang terjadi di ruang makan, Xiao Xi ketakutan sebab dia pernah di pukuli oleh Su Ching Yi. Ketika wanita itu sedang dalam mood yang jelek, dia melampiaskan semuanya kepada Xiao Xi.
Xiao Xi berpikir, Su Li Xia mungkin akan memukulinya juga karena kejadian barusan. Itu sebabnya dia begitu ketakutan hingga kedua tangan dan kakinya gemetaran.
"Ada apa denganmu?" tanya Su Li Xia dengan perasaan curiga.
"Ti... Tidak apa-apa, saya tidak apa-apa Nona." jawab Xiao Xi yang semakin gemetaran.
"Hahh...!" Su Li Xia hanya bisa menghela napas panjang. Melihat tingkah laku wanita itu, dia bisa menebak apa yang sudah terjadi kepadanya selama bekerja di rumah ini.
Dia menatap piring makanan yang terletak di atas meja dapur, "Ini punya ku?" tanyanya dengan suara yang lebih halus.
Su Li Xia mengambil piring yang berisi dua telur mata sapi beserta bacon goreng dan roti panggang, dia lalu berjalan menuju ke kamar setelah menyambar sebotol air mineral dari dalam kulkas.
"Sepertinya aku harus segera pergi dari rumah ini! Demi mentalku... Tidak, demi bayi dan juga kesehatan ku!" batin Su Li Xia.
Satu jam kemudian, Su Li Xia keluar dari kamar. Dia membawa sebuah tas kecil dan ponsel. Kunci mobilnya hilang entah ke mana, membuat wanita itu harus menelepon Ling untuk membawakan kunci yang baru.
"Nona, tidak bisakah Nona lebih teliti? Kenapa Nona selalu kehilangan kunci mobil anda?" keluh Ling karena khawatir dengan Nona Mudanya itu.
"Maaf, aku terlalu stress belakangan ini." jawab Su Li Xia.
Ling terdiam sejenak, memikirkan kondisi Nona Mudanya yang tiba-tiba merasuki tubuh wanita lain, memang membuat frustasi. Dia tentu mengerti, tapi dia berharap Nona Mudanya itu akan lebih berhati-hati. Banyak musuh yang setiap saat bisa mengincar nyawanya, dia tidak ingin terjadi hal buruk seperti kasus keracunan itu lagi.
Su Li Xia duduk menunggu di depan teras, Ling tiba di sana 20 menit kemudian. "Nona, bagaimana jika saya saja yang mengantar jemput Nona setiap hari?" ucap Ling mengatakan isi hatinya.
__ADS_1
"Limg, jika kamu melakukan itu, bisa-bisa kita di curigai oleh wanita licik itu nantinya. Semua rencana kita akan kacau. Kau mengerti maksudku?"
Su Li Xia tentu mengerti kekhawatiran Ling, tapi dia tidak ingin ketahuan oleh Chen Han Nie sebelum rencana balas dendamnya berhasil dilakukan.
"Ke mana Nona akan pergi hari ini?" tanya Ling.
"Dokter!" jawab Su Li Xia.
"Dokter? Nona sakit?" tanya Ling dengan wajah khawatir.
"Tidak, aku akan ke dokter kandungan." jawab Su Li Xia.
Mendengar jawaban dari Nona Mudanya, hati Ling langsung tersentak. Ling bahkan tidak berani menyebutkan kalimat selanjutnya meski hanya dalam pikiran. Dia tidak menyangka jika Nona dingin yang dia layani akan segera memiliki bayi.
"Ling, carikan dokter yang bisa menutup rapat mulutnya!" perintah Su Li Xia.
"Baik, Nona!" jawab Ling sambil melirik seorang wanita yang sedang berdiri di belakang pintu.
"Nona? Siapa wanita itu? Dia terlihat sangat menghormati Su Li Xia." benak Su Ching Yi.
"Nona, seseorang sedang memperhatikan kita!" lapor Ling sambil menoleh ke arah Su Ching Yi.
"Biarkan saja dia, wanita itu hanya orang bodoh yang tidak perlu di khawatirkan." ucap Su Li Xia yang telah mengetahui keberadaan Su Ching Yi sejak dia mendekati pintu.
Ling pamit untuk kembali ke perusahaan, sementara Su Li Xia masuk ke dalam mobil untuk menunggu kabar dari Ling. Beberapa menit kemudian, Ling mengirimkan nama seorang dokter beserta nomor telepon yang bisa di hubungi.
"Dokter Merry? Nama ini terdengar tidak asing!" ucap Su Li Xia sambil menatap layar ponsel.
Su Li Xia melajukan mobilnya setelah menyimpan nomor telepon yang di berikan oleh Ling. Baru saja mobilnya berbelok keluar dari pagar, sebuah truk besar menghantam pintu mobil yang berada di sebelah Su Li Xia.
"Bammmm!"
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^