
Ling masih berusaha berdiri dijalan meskipun hujan deras, ia berusaha untuk meminta tumpangan dari mobil yang lewat. Saat itu Su Li Xia memanggil Ling agar asistennya itu kembali ke mobil, namun kegigihan Ling membuat sebuah mobil berhenti untuk menolong kedua wanita itu.
Setelah mereka kembali ke rumah dengan selamat, Su Li Xia mengatakan kalimat itu untuk melukiskan kejadian yang mereka alami.
Su Li Xia menatap Ling dengan senyuman lebar, wanita itu menjawab pertanyaan Ling dengan berkata, "Saat itu, aku sudah melakukan kesalahan. Kalimat yang harus aku ucapkan seharusnya 'Kegigihan seorang wanita muda telah meluluhkan hati seorang pengendara mobil.' bukankah begitu Ling?"
Ling langsung mengenali wanita di depannya, "Nona Su!" ucapnya seraya berhambur ke dalam pelukan Su Li Xia.
"Ling, bagaimana kabarmu selama ini? Pasti sangat berat karena kamu sendirian ditengah-tengah kawanan singa dan serigala, apakah mereka pernah mencoba untuk menerkam mu?" tanya Su Li Xia setelah melepaskan pelukannya.
"Ling baik-baik saja. Ling akan menerkam mereka lebih dulu sebelum menjadi korban yang diterkam." jawab Ling dengan wajah serius.
Su Li Xia tersenyum lebar mendengar jawaban dari Ling. "Ini memang Ling yang aku kenal." ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak Ling.
"Tapi, bagaimana bisa Nona berada di tubuh itu?" tanya Ling dengan wajah heran.
"Aku juga tidak tau, saat aku tersadar, aku sudah berada si tubuh ini." jawab Su Li Xia.
Su Li Xia menatap Ling yang masih terkejut melihat wajah asing di depannya. Su Li Xia mengerti jika Ling masih kebingungan, memang sulit dipercaya jika jiwa manusia bisa berpindah.
"Aku juga tidak akan percaya hal semacam ini jika bukan karena aku sendiri yang sudah mengalaminya." pikir Su Li Xia.
"Ling, apakah aku sudah mati?" tanya Su Li Xia setelah mengingat dirinya keracunan.
"Tidak, Ling sudah membawa tubuh Nona ke villa pribadi. Nona dirawat disana dan masih hidup sampai saat ini. Hanya saja Nona belum pernah sadar sejak keracunan itu." jawab Ling.
"Ini benar-benar aneh kan Ling? Apa mungkin jiwa wanita ini berada di tubuhku?" tanya Su Li Xia dengan dahi yang dikerutkan.
"Jangan melakukan ini Nona, kulit wajah Nona akan muncul keriput nantinya jika Nona terus mengerutkan dahi." ucap Ling sambil mengelus dahi Su Li Xia.
"Tapi ini kan bukan wajahku!" jawab Su Li Xia dengan wajah konyol.
Ling menatap Nona mudanya itu, ia kemudian tersenyum melihat wajah konyol yang dibuat olehnya.
"Ling, ini pertama kalinya kan?" tanya Su Li Xia.
"Ling tidak mengerti apa yang Nona maksud dengan pertama kali." jawab Ling.
"Itu... Senyuman di wajahmu, aku baru pertama kali melihat Ling tersenyum." ucap Su Li Xia.
__ADS_1
"Ini juga pertama kalinya Ling melihat Nona membuat wajah konyol seperti itu!" balas Ling.
"Tapi ini kan bukan wajahku!" sanggah Su Li Xia yang tidak ingin dikatai berwajah konyol.
"Maaf, tapi sekarang wajah itu milik Nona." jawab Ling dengan melebarkan semyumannya.
"Pfff... Hahaha....!"
Kedua wanita itu pun tertawa bersama setelah memikirkan kembali sikap kekanak-kanakan mereka.
Beberapa menit kemudian Candy masuk dengan membawa dua cangkir kopi panas, Su Li Xia dan Ling segera menghentikan tawa mereka.
"Ling, aku perlu bantuan!" ucap Su Li Xia setelah Candy keluar.
"Katakan saja Nona, Ling akan membantu Nona kapan saja." jawab Ling.
"Pertama, tolong hilangkan kebiasaan menyebut namamu itu. Aku merasa tidak terbiasa meskipun sudah sering mendengarnya." ucap Su Li Xia.
"Baik Nona, Ling... Maaf, maksudnya saya akan mengubahnya mulai sekarang." jawab Ling.
"Juga, hilangkan sebutan nama untuk memanggil orang lain dalam percakapan. Itu terdengar sangat aneh!" pinta Su Li Xia lagi.
"Saya akan melakukan perintah Nona." jawab Ling.
"Nona, tentang kasus keracunan...!" Ling menatap Su Li Xia, dia menunggu wanita itu bertanya.
"Teruskan saja Ling, aku sudah siap mendengarnya." ucap Su Li Xia yang kini berwajah murung.
"Tuan muda membeli racun itu dari seorang pria yang bernama William." ucap Ling dengan perasaan gelisah.
Ling tau jika Su Li Xia sangat menyayangi adiknya, namun pria itu hendak membunuh kakaknya sendiri. Ling tau betapa berat kenyataan ini bagi Su Li Xia yang hanya memiliki satu-satunya saudara kandung.
"Ling, jangan bahas masalah ini lagi." perintah Su Li Xia dengan wajah dingin.
"Baik Nona." jawab Ling.
"Aku memerlukan identitas untuk selalu berada di dekatmu. Jadi siapkan lowongan pekerjaan yang cocok untukku di perusahaan." ucap Su Li Xia.
"Baik Nona, akan saya siapkan secepatnya!" jawab Ling.
__ADS_1
"Aku membutuhkan mobil karena terlalu repot memanggil taxi. Siapkan mobil untukku juga, tapi jangan yang terlalu mewah. Aku masih harus memerankan peran nona muda yang naif dan bodoh di depan orang lain." ucap Su Li Xia.
"Baik Nona." jawab Ling.
"Bagaimana keadaan dikantor?" tanya Su Li Xia setelah mengingat hal penting yang harus dia lakukan sebelum dia keracunan.
"Hampir beres Nona, Semua bukti sudah saya kumpulkan dan Manager Ma saat ini sudah diselidiki oleh pihak jaksa penuntut." ucap Ling.
"Kerja bagus Ling!" puji Su Li Xia sambil mengacungkan 2 jari jempol.
Ling terperanjat menatap sikap yang tidak pernah diperlihatkan oleh Su Li Xia saat masih menjadi presdir.
"Nona, anda kelihatan sangat berbeda sekarang, Nona benar-benar sudah berubah." ucap Ling.
"Benarkah? Apakah Ling tidak suka melihat perubahanku?" tanya Su Li Xia.
"Tidak, saya lebih menyukai Nona yang sekarang." jawab Ling.
"Wah, aku yang dulu pasti sangat dibenci olehmu, benarkan Ling?" tanya Su Li Xia dengan nada bercanda.
Ling terdiam sambil berkata dalam hati, "Tidak Nona, anda yang dulu terlihat sangat kesepian. Saya lebih menyukai Nona yang sekarang karena Nona terlihat lebih bahagia. Bukan berarti saya membenci Nona yang dulu, saya hanya ingin melihat Nona lebih ceria dan lebih terbuka seperti saat ini."
Ling meminta Su Li Xia untuk menunggu di dalam ruangannya, wanita itu keluar untuk menyiapkan mobil baru untuk Nona muda yang baru saja kembali ke sisinya dengan wajah berbeda.
"Tok Tok Tok!"
Ling masuk setelah mengetuk pintu, dari depan pintu dia berkata kepada Su Li Xia jika mobil sudah disiapkan untuknya.
"Laporkan semua yang terjadi di perusahaan setiap harinya. Aku harus membereskan lalat-lalat itu secepatnya!" perintah Su Li Xia.
"Baik Nona." jawab Ling.
"Aku pergi dulu!" ucap Su Li Xia setelah mengambil kunci mobil yang diberikan oleh Ling.
Su Li Xia meluncurkan mobilnya ke arah pasar judi, dia berniat untuk menyapu bersih pasar itu dengan uang yang hanya berjumlah seratus ribu rupiah.
Sepasang mata menatap Su Li Xia yang baru saja turun dari mobil. Merasa sedang diawasi oleh seseorang, wanita itu memperhatikan sekeliling untuk mencari keberadaan orang tersebut.
Sementara pria yang mengawasi Su Li Xia kini masuk ke dalam sebuah gedung tempat lelang batu diadakan.
__ADS_1
"Siapa orang yang sedang mengawasiku? Mau apa dia?" pikir Su Li Xia.
^^^BERSAMBUNG...^^^