
Wanita itu melayangkan telapak tangannya ke wajah Su Li Xia, tapi tamparan itu berakhir di wajahnya sendiri karena Su Li Xia menahan tangan wanita itu kemudian membalasnya dengan mengayunkan tangan yang dicengkramnya itu.
"Plakkk! Plakkk! Plakkk!"
Kiri, kanan, kiri, kanan. Beberapa kali Su Li Xia menampar menggunakan tangan wanita itu sendiri hingga akhirnya pria yang bernama Du Fong berusaha melerai dengan menarik lengan Mandy. Wanita itu menabrak tubuh Du Fong, keduanya terjatuh ke aspal karena Su Li Xia dengan sengaja melepaskan tangannya.
"Nona, bukankah tindakan anda ini sudah keterlaluan?" ucap laki-laki itu sambil membantu Mandy berdiri.
Su Li Xia tidak menggubris kata-kata dari Du Fong, dia membuka tas lalu mengeluarkan selembar cek kosong. Angka 5 Juta tertera di atas cek itu sebelum akhirnya di lemparkan ke wajah Mandy sambil berkata, "Ini uang untuk mengobati wajah dan telingamu!"
Mandy menatapnya dengan mata melotot tanpa berkedip, setelah bayangan Su Li Xia tak terlihat lagi, dia mendorong tubuh Du Fong hingga pria itu terjatuh ke aspal.
"Wanita sialan, brengsek! Akan kubunuh dia!!! Aaaaaakhhhhh!!!!" jeritnya dengan suara yang melengking.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumah Keluarga S**u**
"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan keberadaan wanita itu?" tanya seorang wanita kepada laki-laki di depannya.
"Belum, aku sudah mengikuti mobil asistennya akhir-akhir ini. Tapi dia tidak pernah menemui Su Li Xia. Mungkinkah wanita itu sudah mati dan Ling menggantikan posisinya tanpa ada satu orang pun yang tau?" ucap seorang laki-laki yang duduk di atas sofa berwarna merah maroon.
"Ckkk! Seharusnya dia mati saja saat tenggelam di kolam waktu itu! Sekarang dia sudah berubah menjadi naga terbang, sangat sulit untuk mengurus wanita licik itu!"
"Ibu dan anak sama saja menyusahkan! Kalau bukan karena anaknya yang tenggelam, dia pasti tidak akan semudah itu untuk disingkirkan!"
__ADS_1
Seorang pria muda mendengar percakapan mereka dari balik pintu. Pria tampan dengan bentuk wajah sempurna, warna kulitnya sedikit coklat dengan tubuh yang lumayan berotot.
Pria itu mengepalkan kedua tangannya ketika mendengar percakapan kedua orang itu. Wanita itu adalah ibu kandungnya, Chen Han Nie dan yang satunya lagi adalah Pamannya, Chen Ying Ding.
"Kenapa Ibu melakukan hal seburuk ini kepadanya? Bagaimana pun juga, dia tetaplah saudaraku. Sebenarnya kenapa Ibu harus melakukan hal keji ini? Aku benar-benar membenci sikap Ibu yang seperti ini!"
Pria itu bernama Su Guan Ji, dia adalah anak kandung dari Chen Han Nie. Sudah lama dia mengetahui jika ibunya membenci Su Li Xia, namun baru kali ini dia mengetahui jika ibu kandung Su Li Xia dibunuh oleh ibunya. Apalagi Su Li Xia kini menghilang tanpa kabar juga di sebabkan oleh ibu dan pamannya.
"Mereka benar-benar keterlaluan! Aku harus menyelidiki semua kejadian buruk yang telah menimpa Su Li Xia, aku tidak akan membiarkan Ibu dan Paman berbuat seenaknya!" kata hati Su Guan Ji.
Chen Ying Ding mengeluarkan sebuah pistol dari tas hitam, "Aku akan memberikan senjata ini untukmu. Jika memang diperlukan, kau boleh membunuh wanita itu dengan senjata ini. Aku yang akan membereskan sisanya." ucapnya dengan wajah menyeringai.
"Kita akan menjadi pemilik kekayaan keluarga Su jika wanita itu mati!" ucap Chen Han Nie sambil membayangkan dirinya menembak Su Li Xia.
Su Guan Ji meninggalkan tempat itu, dia menaiki anak tangga lalu menuju ke salah satu kamar yang berada di lantai tiga rumah itu.
Berbagai piala dan piagam penghargaan tersusun rapi di dalam sebuah lemari kaca yang berada di sudut ruangan, meja belajar berwarna coklat tua dengan banyak coretan di atasnya menjadi salah satu hiasan meski terlihat tidak serasi dengan kamar mewah itu.
Ruangan yang sudah sepuluh tahun ditinggal oleh pemiliknya itu masih terlihat rapi dan bersih, semua barang-barang di kamar masih sama seperti dulu, tidak ada satupun yang berubah dari kamar itu kecuali pemiliknya yang tidak pernah kembali.
"Su Li Xia, aku selalu menyuruh Sha Sa untuk membersihkan kamar ini. Aku selalu berharap jika suatu hari nanti kamu akan kembali ke rumah ini." ucap Su Guan Ji sambil menatap foto yang tergantung di dinding kamar.
Foto itu adalah foto Su Li Xia saat dia berumur 8 tahun. Su Guan Ji menatap foto itu sangat lama sebelum dia keluar dari kamar Su Li Xia.
Su Guan Ji masuk ke kamarnya, dia membuka pakaian lalu membersihkan diri di kamar mandi. Siraman air dingin dari shower mengingatkan Su Guan Ji tentang masa kecilnya bersama Su Li Xia.
__ADS_1
Saat itu Su Li Xia masih berumur 6 tahun, dia pulang ke rumah dalam keadaan sangat basah karena hujan deras. Supir yang ditugaskan untuk menjemput Su Li Xia dengan sengaja membiarkan gadis kecil itu turun dari mobil tanpa menggunakan payung.
Su Guan Ji yang juga baru tiba di rumah segera menarik lengan Su Li Xia, ia membawa gadis kecil itu ke kemar dan menyiramnya dengan air hangat agar gadis itu tidak kedinginan. Dia mengingat kata-kata Su Li Xia kepadanya, "Jangan berpura-pura peduli padaku!"
"Andai saja dulu aku tau jika semua kemalangannya berasal dari ibuku, aku pasti tidak akan mampu menatap matanya karena rasa bersalah ini membuatku sangat malu untuk menghadapi gadis kecil itu." ucap Su Guan Ji yang baru saja mematikan kran air.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lu Xuan Cheng berada di club malam bersama beberapa pria yang seumuran dengannya. Berbagai macam minuman beralkohol terletak di atas meja yang berada di depannya.
"Ayo minum lagi!"
"Tuan Muda Lu, aku akan menuangkan bir untukmu! Kita lanjutkan minum-minumnya sampai pagi!"
Sementara pria itu tampak tidak menikmati acara minum-minumnya. Di dalam kepalanya terus terbayang wajah gadis muda yang sudah dua kali menolak tawaran darinya.
Seorang wanita cantik dengan tubuh yang menggoda masuk ke ruangan itu dengan membawa sebotol wisky, wanita itu mendekat dan menuangkan wisky ke semua gelas yang ada di atas meja.
"Para Tamu yang terhormat, wisky ini adalah hadiah dari manager kami karena pesanan anda sudah melebihi pesanan minimum di club ini. Selamat bersenang-senang!" ucapnya lalu keluar dari sana.
Lu Xuan Cheng yang tiba-tiba menjadi kesal lagi karena mengingat kejadian tadi sore langsung mengambil gelas itu dan menghabiskan isinya dalam sekali teguk. Dia pun beranjak dari ruangan itu dengan alasan ingin mencari angin segar.
Baru saja dia membuka pintu, wanita yang tadi menuangkan wisky langsung menarik tangannya dan membuat pria itu tertidur dengan obat bius yang sudah dia siapkan.
"Bawa dia ke kamar hotel!" perintah wanita itu.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^