
Chen Han Nie berada di dalam kamar, dia memegang sebuah surat dari pengadilan. Di dalam surat itu, Chen Han Nie diminta untuk pergi ke pengadilan. Dia dituntut oleh Su Li Xia atas kasus pembunuhan terhadap Alice Du, ibu kandung dari Su Li Xia.
Chen Han Nie mulai mengumpulkan semua kekayaan yang dia sembunyikan. Selama bertahun-tahun menikah di keluarga Su, wanita itu sudah banyak mengambil uang secara diam-diam. Dia mengambil perhiasan dan juga surat-surat berharga dari dalam brankas.
Chen Han Nie membuka satu persatu laci di dalam kamar, dia mencari paspor untuk melarikan diri keluar negeri. Setelah semua laci di geledah, wanita itu belum juga menemukan paspor yang dia cari. Dia membongkar dan mengeluarkan semua barang di dalamnya, namun tidak melihat adanya paspor di sana.
"Di mana pasporku? Siapa yang sudah mengambilnya?" tanya Chen Han Nie dalam hati.
Sementara itu, Su Guan Ji sedang menatap sebuah buku yang berada di tangannya. Buku itu adalah paspor milik ibunya, Chen Han Nie. "Kali ini, aku tidak akan membiarkan Ibu pergi. Ibu harus bertanggung jawab atas semua kesalahan yang sudah dia lakukan." benak Su Guan Ji.
Su Guan Ji mengambil pematik dari atas meja, dia menyalakan pematik api tersebut. Api mulai membakar buku paspor milik Chen Han Nie, Su Guan Ji melempar sisa buku yang masih terbakar ke dalam tong sampah.
"Maafkan aku Ibu, hanya ini yang bisa aku lakukan demi memperbaiki semua kesalahan kita terhadap Su Li Xia." benak Su Guan Ji.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Apartemen Su Li Xia
"Kapan kau akan pergi dari rumahku? Aku lelah!" keluh Su Li Xia sambil menatap kesal wajah Lu Xuan Cheng.
"Jika kau lelah, tidur saja di kamar. Jangan pedulikan aku!" sahut Lu Xuan Cheng sembari bermain dengan ponselnya.
Su Li Xia berdiri, dia berjalan ke tempat duduk Lu Xuan Cheng. "Kau mau keluar sendiri atau mau ku antar?" tanya Su Li Xia dengan nada ketus.
Jari Lu Xuan Cheng berhenti bergerak, dia mengalihkan tatapan matanya ke arah Su Li Xia. "Kau mengusirku?" tanya laki-laki itu dengan wajah datar
"Kau membuatku kesal!" keluh Lu Xuan Cheng setelah menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.
"Terserah! Keluar sana, aku mau tidur!" usirnya lagi sambil menatap tajam ke arah Lu Xuan Cheng.
"Kenapa kau harus mengusirku? Tidur sana di kamar! Aku akan tidur di sini, di sofa panjang ini!" Lu Xuan Cheng menolak untuk keluar, dia berniat menjaga Su Li Xia di apartemennya. Lu Xuan Cheng melakukan itu bukan tanpa alasan, dia mendapat firasat buruk sehingga dirinya enggan meninggalkan Su Li Xia sendirian di dalam apartemen.
__ADS_1
"Huft...!" Su Li Xia menghela napas. Dia merasa marah dan kesal karena Lu Xuan Cheng tidak pergi juga dari rumahnya.
"Aku tidak akan serumah dengan serigala berbulu domba sepertimu. Pergi! Keluar dari sini sekarang juga!" Su Li Xia menarik lengan Lu Xuan Cheng, dia berjalan ke arah pintu sambil menyeret tubuh laki-laki itu.
"Hahaha...!"
Suara tawa Lu Xuan Cheng membuat langkah kaki Su Li Xia terhenti. Dia berbalik ke belakang, menatap wajah Lu Xuan Cheng yang sedang menertawai dirinya.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Su Li Xia penasaran.
Lu Xuan Cheng tertawa semakin keras, sesekali dia menatap wajah Su Li Xia, kemudian kembali tertawa.
"Apa sih yang di tertawakan?" benak Su Li Xia.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1