
"Su Li Xia!" jerit kedua wanita itu bersamaan. Mereka terkejut sekaligus panik melihat wajah Pria yang merupakan ayah sekaligus suami mereka di tampar oleh Su Li Xia.
Awalnya pria itu hendak menampar wajah Su Li Xia, tapi tentu saja Su Li Xia tidak hanya diam menerima tamparan dari pria asing yang tidak dikenalnya. Wanita itu langsung menahan tangan kasar dan besar yang menuju ke pipinya, dia lalu menampar balik wajah pria itu dengan sangat keras hingga membuat suara yang kuat dan mengagetkan para pendengarnya.
"Jangan berani main tangan denganku! Sekali lagi kau berani melakukannya, akan ku buat kau menyesal seumur hidupmu!" ucap Su Li Xia dengan wajah yang sedingin kutub utara.
Pria yang di tamparnya hanya diam membisu, kaget karena ini pertama kali dia di tampar oleh orang lain. Apalagi orang yang menamparnya adalah Su Li Xia, putri yang selama ini di anggap remeh karena selalu bersikap lemah dan patuh terhadapnya.
Setelah selesai mengucapkan kata-kata yang ingin dia sampaikan, Su Li Xia berjalan ke kamarnya tanpa mempedulikan ketiga orang yang terdiam membisu di ruang keluarga.
"Ckkk! Setiap kali melihat wajah pria itu aku selalu sial seharian!" rutuknya dalam hati.
Su Li Xia membuka pintu kamar, wajahnya langsung berrkspresi marah begitu melihat barang-barangnya yang telah berantakan. Dia memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafas itu perlahan. Dia mencoba menahan emosi dan amarahnya yang sejak tadi di bakar oleh kedua ibu dan anak itu.
"Kalian benar-benar bekerja keras untuk mengusikku ya!" ucap Su Li Xia sambil tersenyum sinis.
"Tut! Tut! Tut!"
Su Li Xia mengeluarkan ponselnya yang ada di dalam tas, ia lalu menghubungi Kantor polisi untuk melaporkan kasus pencurian.
Sepuluh menit berlalu, suara bel berbunyi pertanda ada tamu yang datang. Su Li Xia memang sudah duduk di ruang depan untuk menunggu kedatangan mereka, dia pun segera membuka pintu untuk kedua polisi yang datang.
"Maaf, apa benar ada kasus prncurian di rumah ini? Kami baru saja menerima laporan 10 menit yang lalu." ucap seorang polisi yang bernama Fu Shi Yang.
__ADS_1
"Benar, saya yang telah melaporkan kejadian itu. Tolong bantu selidiki kasus ini karena banyak barang saya yang telah di curi!" ucap Su Li Xia dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin.
Fu Shi Yang merasa kasihan setelah mendengar keluhan wanita di depannya, dia lalu menjawab, "Kami akan melakukan yang terbaik!"
"Terima kasih sebelumnya, Silahkan ikut dengan saya ke tempat kejadian!" ajak Su Li Xia dengan wajah yang hampir menangis. Tentu saja hanya pura-pura, bukan sungguhan akan menangis. Wanita itu hanya ingin membuat kedua aparat polisi merasa iba terhadapnya.
Su Li Xia membuka pintu kamar, ia lalu masuk diikuti oleh kedua pria berseragam polisi. Mereka tampak kaget, wajah keduanya kelihatan sangat penasaran dengan banyak pertanyaan di dalam pikiran.
"Maaf, Nona Su benar?" tanya Fu Shi Yang.
"Benar, saya Su Li Xia." jawabnya sambil mengangguk.
"Nona Su, bisa anda ceritakan bagaimana pencuri masuk ke dalam kamar anda?" pinta Fu Shi Yang.
"Apakah ada CCTV di rumah ini?" tanya Fu Shi Yang.
Su Li Xia mengangguk, dia lalu berjalan keluar kamar. Kedua polisi itu mengikuti langkah Su Li Xia hingga ia berhenti di satu titik tempat CCTV terpasang.
"Itu, di sana ada CCTV yang mengarah ke pintu kamar saya!" ucap Su Li Xia sambil menunjuk ke sudut langit-langit.
"Kami akan memeriksa rekaman CCTV, bisakah kami meminta rekamannya?" tanya Fu Shi Yang lagi.
Su Li Xia mengangguk, dia lalu berjalan menuju ruang keamanan yang berisi semua rekaman CCTV.
__ADS_1
"Tok! Tok! Tok!"
Fu Shi Yang mengetuk pintu ruang keamanan, tidak lama kemudian seorang petugas keamanan membuka pintu.
"Maaf, kalian siapa?" tanya pria yang menjaga ruang rekaman dengan wajah bingung.
"Kami dari kepolisian, mohon kerja sama anda!" ucap Fu Shi Yang sambil menunjukkan identitasnya.
"Baik pak, silahkan masuk!" ucapnya dengan wajah yang sedikit kaku karena ketakutan.
"Tolong putar rekaman hari ini yang mengarah ke kamar Nona Su Li Xia!" pinta Fu Shi Yang.
Pria itu menurut, dia memutar rekaman sesuai permintaan Fu Shi Yang.
"Tolong di percepat!" pintanya lagi dengan wajah serius.
Pria itu mempercepat rekaman hingga memperlihatkan dua orang wanita masuk ke dalam kamar Su Li Xia.
"Siapa dua orang ini?" tanya Fu Shi Yang.
"I... Itu... Me... Mereka adalah Nona Su dan Nyonya rumah!" jawab pria itu tergagap.
"Luo, tangkap mereka berdua atas tuduhan kasus pencurian!" perintah Fu Shi Yang kepada rekannya yang bernama Han Ru Luo.
__ADS_1
Su Li Xia tersenyum puas mendengar perintah itu, namun di detik berikutnya wajah wanita itu kembali bersedih. Dia tidak ingin ketahuan oleh kedua polisi itu, dia masih harus meneruskan aktingnya sebagai wanita polos yang lemah lembut dan tak berdaya.