
Mendengar dirinya di sebut pria tua, Lu Xuan Cheng tampak tersinggung. Dia segera menarik lengan Su Li Xia hingga bibir mereka hampir menyatu. "Hei gadis kecil, aku ini masih berumur 28 tahun. Tua dari mananya?" tanyanya dengan wajah kesal.
"Aku baru berumur 19 tahun, haruskah ku panggil kau dengan sebutan Om atau Paman?" jawab Su Li Xia dengan cengiran di bibir.
"Bammmm!"
Suara gebrakan pintu membuat laki-laki dan wanita itu mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu. Lan Ching Mei berdiri di sana, Su Ching Yi masih berdiri diam ditempatnya.
"Kau ini wanita murahan yang tidak punya rasa malu ya? Berani-beraninya kau membawa pria ke kamar dan melakukan perbuatan kotor di rumah ini!" hardik Lan Ching Mei dengan suara yang menjerit.
Su Li Xia merasa telinganya sakit, kepalanya juga pusing karena mendengar suara yang tinggi milik Lan Ching Mei. Dia menyentuh keningnya yang membuat Lu Xuan Cheng sedikit khawatir.
"Kau baik-baik saja?" tanya Lu Xuan Cheng dengan suara pelan.
Su Li Xia langsung menatap pria di depannya, "Kau ini memang pembawa sial ya!" ucapnya dengan wajah kesal.
Lu Xuan Cheng tersenyum melihat wanita itu masih bisa mengeluarkan kata-kata pedas dari bibirnya. Karena itu membuktikan jika dia baik baik saja.
"Menikahlah denganku! Kau tidak perlu tidur dikamar sempit seperti ini, dan kau juga tidak perlu mendengar ocehan dari kedua lintah itu " ucap Lu Xuan Cheng.
"Selain sikapmu menyebalkan, lalu pembawa sial. Ternyata kau juga gila!" sindir Su Li Xia.
Merasa dirinya di abaikan, Lan Ching Mei menjadi berang. Dia mengambil sebuah vas bunga yang terletak di lemari hias, vas itu lalu dilemparkan ke arah Su Li Xia. Namun ternyata lemparannya meleset, vas itu justru mengarah tepat di kepala Lu Xuan Cheng.
"Pranggg!"
Hancur sudah vas keramik yang berwarna putih susu. Pecahannya berceceran di atas ranjang milik Su Li Xia. Darah segar pun menetes, membuat kain putih di atas springbed memiliki bercak merah.
__ADS_1
Wajah Lu Xuan Cheng berubah panik, dengan cepat dia menangkap tubuh Su Li Xia yang menunduk karena kesakitan.
Saat vas akan mendarat di kepala Lu Xuan Cheng, Su Li Xia merasakan datangnya vas itu ke arah mereka. Dia segera mendorong tubuh pria itu, namun vas malah mengenai punggungnya.
"Hei, kau tidak apa-apa?" tanya Lu Xuan Cheng yang berwajah cemas.
"Hanya luka kecil." jawab Su Li Xia yang lalu menoleh ke arah Lan Ching Mei.
Su Li Xia tersenyum, dia lalu berpura-pura pingsan. Lu Xuan Cheng dengan cepat menahan tubuh kecil itu dengan tangan kanan. Su Li Xia membuka mata, dia lalu mengedipkan matanya ke arah laki-laki itu. Mengisyaratkan kepada Lu Xuan Cheng agar membantu aktingnya.
Lu Xuan Cheng segera mengerti, dia lalu memanggil nama Su Li Xia beberapa kali dengan suara yang tinggi. Mendengar teriakan dari Lu Xuan Cheng, Su Cang Cing segera berlari ke kamar Su Li Xia. Beberapa penjaga rumah juga ikut berdatangan.
"Apa yang terjadi?" tanya Su Cang Cing dengan wajah panik.
Lu Xuan Cheng memasang wajah dingin, dia menatap ke arah Lan Ching Mei. Mata tajamnya seolah bisa membunuh wanita itu, dia lalu berkata kepada Su Cang Cing. "Wanita tua ini mencoba membunuhku!"
Su Cang Cing terkejut mendengar tuduhan dari Lu Xuan Cheng. Dia mengalihkan pandangannya ke wanita di sebelah, Lan Ching Mei sedang berdiri ketakutan. Kaki dan tangannya gemetaran. Wajahnya bahkan berubah pucat.
"Tuan Muda Lu, tolong maafkan istri saya yang bodoh ini!" ucapnya dengan suara yang gemetaran.
Lan Ching Mei diam saja, bagai patung lilin yang bersimpuh di depan Lu Xuan Cheng dan Su Li Xia. Saking takut dan gugupnya, dia bahkan terkencing di celana. Membuat aroma di ruangan itu terasa menjijikkan.
Su Li Xia tidak tahan mencium bau pesing di kamarnya, susah payah dia menahan napasnya. Menyadari jika wanita yang berada di pangkuannya sedang menahan napas, Lu Xuan Cheng menjadi tidak tega. Dia segera membawa Su Li Xia keluar dari kamar.
Melihat langkahnya menuju ke pintu, Su Cang Cing menyingkir dari tempatnya agar tidak menghalangi jalan. Buru-buru, Lu Xuan Cheng menuju ke mobil yang masih terparkir di depan.
"George, ke rumah sakit secepatnya!" perintah Lu Xuan Cheng begitu George membukakan pintu mobil untuknya.
__ADS_1
Mobil melaju cepat menuju ke rumah sakit, Su Li Xia membuka mata lalu mendorong tubuh Lu Xuan Cheng agar menjauh darinya.
"Hei, kau harus menjadi saksi untuk membuat wanita itu dipenjara!" ucap Su Li Xia sambil menggerakkan bahunya yang terasa sakit.
Lu Xuan Cheng melihat wanita yang duduk di sebelahnya, dia mengerutkan alis karena tangan wanita itu terus di gerakkan secara kasar. Lu Xuan Cheng lalu menangkap tangan itu lalu berkata, "Apa yang kau lakukan? Jika kau bergerak kasar seperti ini, darahmu akan keluar lebih banyak lagi!"
"Ckkk! Memangnya gara-gara siapa aku terluka?! Dasar pria tua bodoh!" Su Li Xia memalingkan wajah, dia lalu menyandarkan kepalanya di pintu mobil. Matanya terpejam dan tak lama setelah itu, Su Li Xia sudah terlelap.
"George! bergerak lebih cepat!" perintah Lu Xuan Cheng dengan suara rendah.
Dia menatap wajah Su Li Xia yang tertidur, wajah yang tenang dan polos. "Dia benar-benar cantik!" gumam Lu Xuan Cheng yang terdengar oleh George. Pria itu diam-diam tersenyum melihat Tuan Mudanya kini sudah jatuh cinta.
Tiba di rumah sakit, Lu Xuan Cheng menggendong Su Li Xia hingga ke ruang perawatan. Dia meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan jika tubuh Su Li Xia baik-baik saja.
"Gak perlu!" ucap Su Li Xia yang baru saja terbangun, dia lalu melanjutkan kata-katanya. "Obati saja luka ini, aku akan pulang setelah luka ini diperban!"
"Terserah kau saja!" jawab Lu Xuan Cheng dengan wajah kesal, ia lalu keluar dari ruangan.
"Apa sih? Kenapa dia malah marah?" tanya Su Li Xia dalam hati.
Sementara itu, George sudah melakukan semua perintah dari Tuan Mudanya. Lan Ching Mei kembali ditahan atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Tuan Muda Lu. Su Ching Yi menangis memohon kepada ayahnya agar membebaskan ibunya dari tuduhan tersebut.
"Plakkk!"
Tamparan di wajah Su Ching Yi membuatnya terkejut, baru kali ini dia ditampar oleh ayahnya.
"Dasar tak berguna! Kalian tau siapa Tuan Muda Lu itu? Berani sekali kalian mengusiknya! Mati pun aku tak akan peduli dengan wanita bodoh itu! Sebaiknya kau menjaga sikapmu, jangan sampai Tuan Muda Lu menghancurkan semua usaha keluarga kita!" bentak Su Cang Cing dengan wajah berang.
__ADS_1
"Aku akan membunuh wanita itu! Akan ku bunuh dia!" batin Su Ching Yi.
^^^BERSAMBUNG...^^^