Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 51. Kejar-kejaran


__ADS_3

Su Li Xia menurunkan jendela kaca, dia lalu bertanya, "Ada apa lagi?"


"Turun, ikut denganku!" perintah laki-laki itu dengan wajah serius.


Su Li Xia mengetahui jika beberapa orang sedang mengincar dirinya. Dia menatap wajah Lu Xuan Cheng selama beberapa saat, dia lalu berkata dengan wajah dingin.


"Pergilah dan jangan mendekati aku lagi!"


Jendela kaca itu di naikkan kembali, Su Li Xia lalu menjalankan mobilnya, meninggalkan Lu Xuan Cheng yang berdiri mematung di sana. Karena gagal membawa Su Li Xia bersamanya, Lu Xuan Cheng menelepon George.


"Kumpulkan semua orang-orang kita. Mulai sekarang, kita akan membasmi kelompok pembunuh di kota ini!" ucap Lu Xuan Cheng dengan nada marah.


Pembunuhan pertama di lakukan langsung di markas para pembunuh. Puluhan pria dan wanita yang bekerja di sana langsung ditembak mati oleh anak buah Lu Xuan Cheng.


Sementara itu, Su Li Xia berada di dalam kamar. Dia membereskan barang-barangnya untuk pindah ke apartement yang baru saja dia beli. Xiao Xi di minta untuk membantu, sebab dia tidak ingin kelelahan untuk menjaga janin yang berada di dalam rahimnya.


"Nona, anda mau pindah ke mana?" tanya Xiao Xi.


"Aku mau pindah ke apartement di dekat Mall Central." jawabnya.


Su Li Xia tampak berpikir sejenak, dia lalu menatap Xiao Xi. "Kamu, berhentilah bekerja di sini. Sebulan lagi, aku akan menjemputmu!" ucapnya dengan wajah serius.


"Nona...!" Xiao Xi tampak terharu, matanya berkaca-kaca menahan keinginannya untuk menangis.


"Berhentilah dari sini, aku akan membawamu bersamaku. Tapi kau harus menunggu sebulan. Ada yang harus aku bereskan dulu sebulan ini. Kamu mau ikut denganku?" tanya Su Li Xia.


Xiao Xi segera mengangguk, dia tentu saja ingin ikut dengan Su Li Xia. Satu-satunya orang yang bersikap ramah kepadanya.


"Aku akan membereskan Chen Han Nie dalam waktu sebulan. Tidak, aku akan menghancurkan dia dalam waktu seminggu!" benak Su Li Xia.

__ADS_1


Su Cang Cing masuk ke dalam kamar, niatnya ingin membujuk Su Li Xia agar membantu dia untuk mendapatkan kerja sama dari keluarga Lu. Tapi begitu dia menatap koper dan kotak yang sedang di bereskan oleh Xiao Xi, pria itu langsung naik darah.


"Apa yang kau lakukan? Ke mana kau akan pergi?" bentak Su Cang Cing.


Su Li Xia sedikit terkejut karena suara tinggi yang tiba-tiba menggema di kamarnya. Dia menoleh ke belakang, melihat pria yang sedang berdiri di depan pintu.


"Bukan urusanmu!" jawab Su Li Xia.


Su Cang Cing berjalan mendekat, dia mengangkat tangan hrndak menampar Su Li Xia. Xiao Xi yang berada di sana segera mendorong Su Cang Cing. Pria itu terjatuh ke lantai, kepalanya membentur sudut meja.


"Kyaaaaaaaaa!"


Suara teriakan Su Ching Yi memenuhi seisi ruangan, dia baru saja tiba di depan kamar karena mendengar suara bentakan dari ayahnya. Su Ching Yi berteriak keras melihat darah segar mengalir dari kepala Su Cang Cing.


Xiao Xi merasa ketakutan, tangannya gemetaran tanpa bisa dia kendalikan. "Sa-saya tidak sengaja." ucapnya dengan suara yang bergetar.


Su Li Xia tersenyum diam-diam, dia tertawa dalam hatinya. "Bagus jika dia langsung mati saja!" pikir Su Li Xia.


"Benar, Tuan Besar terjatuh sendiri. Dia membentur meja lalu pingsan." ucap Xiao Xi sambil mengangguk-anggukan kepala.


"Jangan lupa, dia terjatuh sendiri!" bisik Su Li Xia di telinga Xiao Xi.


Su Ching Yi tidak bisa menilai apakah yang dikatakan oleh Su Li Xia bohong atau tidak. Sebab dia memang tidak melihat kejadian itu secara langsung. Dia tiba ketika ayahnya sudah terjatuh ke lantai.


Su Li Xia mengambil ponselnya di atas meja, dia menelepon mobil ambulans untuk membawa Su Cang Cing ke rumah sakit. Untuk menghindari kecurigaan, Su Li Xia ikut pergi ke rumah sakit.


Beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruang pasien. Su Cang Cing di nyatakan terkena penyakit jantung dan stroke. Kini pria itu hanya bisa tidur di atas ranjang tanpa melakukan apa-apa. Dia bahkan tidak bisa berbicara.


Su Ching Yi menangis histeris, dia memeluk ayahnya yang hanya bisa diam menatap kosong ke udara. Su Li Xia melihat wajah Su Cang Cing, dalam hati dia berkata, "Ibu, aku rasa, ini sudah cukup untuk membalas sakit hatimu terhadap pria ini."

__ADS_1


Su Li Xia lalu keluar dari ruangan pasien, dia kembali ke rumah untuk menenangkan Xiao Xi. Namun wanita itu ternyata tidak setakut tadi. Dia sudah menyiapkan makan malam untuk Su Li Xia.


"Nona, silahkan di makan!" ucapnya sambil tersenyum.


"Syukurlah kau baik-baik saja." benak Su Li Xia.


"Xiao Xi, aku akan pindah hari ini juga, tolong bantu angkat barang-barangku ke dalam mobil." pinta Su Li Xia.


"Baik Nona. Saya akan segera membawa barang anda ke mobil." sahut Xiao Xi yang langsung menuju ke kamar Su Li Xia.


Beberapa orang masih mengikuti Su Li Xia, dia baru saja meluncur menuju ke apartement nya. Su Li Xia melihat kaca spion sebelah kiri, dua mobil hitam mengikuti mobilnya dari belakang. Satu pengendara sepeda motor juga terlihat menunggunya dari depan jalanan yang sudah sepi.


Mengira Su Li Xia akan berhenti jika dia menghadang di jalan, pengemudi sepeda motor itu berdiri di depan mobil Su Li Xia. Wanita itu tersenyum, dia menginjak pedal gas lebih dalam. Kecepatan mobilnya kini maksimal, pria itu melihat laju mobil Su Li Xia bertambah cepat, dia segera melompat ke pinggir jalan.


Su Li Xia tersenyum menyeringai, puas melihat wajah ketakutan dari pria tersebut. Kini tersisa 2 mobil yang masih mengikuti dari belakang, Su Li Xia melajukan mobilnya ke sebuah jalur pegunungan. Dengan kecepatan tinggi, dia melalui jalan yang berkelok-kelok dengan sisi jalan adalah jurang yang curam.


Kedua pengemudi mobil masih ngotot mengejar mobil Su Li Xia. Beberapa kali mereka hampir menyelip mobil wanita itu yang memang tidak bisa menyetarai kecepatan mobil mereka.


Hingga tiba di sebuah belokan tajam, Su Li Xia tanpa sengaja menyenggol mobil di sampingnya. Mobil itu berguling hingga masuk ke dalam jurang.


"Bommmmm!"


Suara ledakan terdengar dari sisi jurang. Mobil itu meledak tepat setelah membentur permukaan dasar jurang. Pengemudi itu langsung mati di tempat dengan tubuh yang terlalap api yang semakin membesar karena membakar pohon dan rumput di sekitarnya.


Sementara itu Su Li Xia masih melajukan mobilnya, meski tangannya sedikit gemetaran karena lelah mencengkram setir dengan semua tenaganya.


Mobil dari belakang juga masih mengejar, dia bahkan tidak berhenti ketika melihat rekannya jatuh ke jurang.


"Manusia memang makhluk yang mengerikan!" benak Su Li Xia.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2