Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 63


__ADS_3

"Aku juga lapar, ayo kita makan!" ajak Lu Xuan Cheng sambil menahan tawanya.


Su Li Xia memasang wajah kesal, karena laki-laki di hadapannya terus-terusan menahan tawa sambil tersenyum menatap ke wajah Su Li Xia.


"Jangan marah, ayo makan!" ajaknya lagi sambil memberikan sumpit ke tangan Su Li Xia.


Su Li Xia melihat ke atas meja yang sudah dipenuhi banyak makanan, dia merasa aneh dan penasaran. Semua makanan di atas meja, adalah makanan kesukaan Su Li Xia. Wanita itu menoleh, menatap Lu Xuan Cheng yang berada di sampingnya.


"Kenapa kamu menyiapkan makanan ini?"


"Bukankah ini semua makanan kesukaanmu?" sahut Lu Xuan Cheng secara tak sadar.


Keduanya terdiam sesaat, terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


"Kenapa aku malah menjawabnya seperti itu?" benak Lu Xuan Cheng.


Dia menatap ke atas meja, memperhatikan semua menu makanan yang bersusun memenuhi meja kaca di depannya.


"Tanpa sadar, aku memesan semua makanan yang di sukai oleh adiknya. Entah kenapa, aku selalu menganggap mereka adalah orang yang sama." benak Lu Xuan Cheng.


Su Li Xia bertanya-tanya dalam hati, "Bagaimana dia bisa mengetahui makanan kesukaanku? Aku bahkan baru mengetahuinya selama berada di tubuh adikku. Jangan-jangan...!"


Su Li Xia menatap wajah Lu Xuan Cheng, "Selama ini, dia terus mengawasiku?" lanjutnya dalam hati.


"Kenapa dia malah memesan semua makanan ini ketika dia bersamaku? Sepertinya, dia terus memikirkan adikku ketika kami sedang bersama. Dia hanya menganggapku sebagai seorang pengganti saja. Mungkin karena nama kami sama, Lu Xuan Cheng menjadi bingung dan mengira kami adalah orang yang sama." benak Su Li Xia.


"Maaf, aku akan memesan makanan lain." Lu Xuan Cheng berdiri, dia berniat memindahkan piring makanan ke atas trolly. Su Li Xia menahan tangannya, dia menatap wajah Lu Xuan Cheng dengan perasaan kecewa.


"Tidak perlu, aku sudah lapar."


Su Li Xia mulai memasukkan makanan ke dalam mulut, mengunyah lalu menelan. Melihat Su Li Xia yang makan dengan wajah kecewa, muncul rasa bersalah di hati Lu Xuan Cheng. Dia tidak mengerti kenapa dia bisa mencintai dua wanita dalam waktu yang sama. Dan sekarang, dia lebih tidak mengerti lagi, karena dia menganggap kedua wanita itu adalah orang yang sama. Dia bahkan merasa kecewa dan memaki dirinya sendiri dalam hati.

__ADS_1


"Aku hanya bajingan yang persis seperti ayahku!" benak Lu Xuan Cheng.


Setelah selesai mengisi perutnya, Su Li Xia memakai pakaian yang di belikan oleh George. Dia memasukkan ponsel ke dalam tas lalu berpamitan dengan Lu Xuan Cheng.


"Aku harus pergi sekarang, terima kasih untuk hari ini."


Su Li Xia berbalik, Lu Xuan Cheng segera menahan lengannya.


"Kau mau ke mana malam-malam begini?"


"Banyak hal yang harus aku lakukan. Aku titip adikku, tolong jaga dia baik-baik."


Su Li Xia menarik lengannya, melepaskan diri dari genggaman Lu Xuan Cheng. Dia lalu berjalan keluar dari kamar. George sedang berdiri di depan pintu kamar, dia menundukkan kepala saat bertatap muka dengan Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng mengejar keluar, dia menatap punggung Su Li Xia yang perlahan menghilang dari pandangannya. "Ikuti dia!" perintah Lu Xuan Cheng kepada George.


Su Li Xia kembali ke rumah utama keluarga Su. Dia membereskan semua barang-barang pribadinya untuk di bawa ke apartemen baru. Dia bertemu dengan Kakak tirinya, Su Guan Ji. Laki-laki itu mendengar dari pelayan jika Su Li Xia telah kembali, dia langsung berjalan cepat menuju ke kamar Su Li Xia.


"Aku hanya mengambil barang-barang ku. Kenapa kau di sini?" tanya Su Li Xia penasaran karena Kakak tirinya berada di kamar miliknya.


"Aku datang untuk menemuimu. Aku senang kau baik-baik saja."


Su Guan Ji menatap wajah Su Li Xia, dia sangat merindukan wajah adiknya itu. Berkebalikan dengan pria itu, Su Li Xia merasa muak melihat Kakak tirinya yang selalu bersikap baik di depannya.


"Jika tidak ada keperluan lain, silahkan keluar!"


Su Li Xia mengusir Kakak tirinya itu, dia tidak ingin laki-laki itu mengetahui tempat rahasia yang berada di dalam kamarnya.


"Kau sudah makan? Mau aku siapkan?" tanya Su Guan Ji seolah tidak mengerti jika dirinya sedang di usir.


"Aku sudah kenyang. Mau sampai kapan kau berada di sini?"

__ADS_1


Su Li Xia kembali mengusirnya dengan cara halus tapi menyakitkan. Su Guan Ji melihat kebencian di mata Su Li Xia, dia tidak ingin memperbesar rasa benci itu. Dia mengalah dan keluar dari kamar Su Li Xia.


Su Li Xia"Sudah lama tatapan itu mengarah kepadaku, tapi baru kali ini aku menyadarinya. Tatapan kebencian dari Su Li Xia, semuanya disebabkan oleh perbuatan Ibu." benak Su Guan Ji.


Su Li Xia mengunci pintu kamar, dia lalu membuka sebuah laci yang berada di dalam lemari. Laci itu di tarik keluar, dia mengambil sesuatu di bawah kotak laci.


"Sudah saatnya menghancurkan wanita itu!" benak Su Li Xia.


Setelah mengambil semua foto dan barang peninggalan dari ibu kandungnya, Su Li Xia keluar dari rumah mewah itu. Dia kembali ke apartement yang baru saja dia beli.


Su Li Xia duduk di atas sofa, dia mengeluarkan sebuah amplop yang tadi dia ambil dari ruang penyimpanan rahasia. Isinya ternyata foto-foto yang dia kumpulkan saat kecil. Foto ketika Chen Han Nie menyiksa pengasuh dan juga supir pribadi miliknya.


Su Li Xia sudah lama mengumpulkan bukti kejahatan Chen Han Nie, hanya saja saat itu dia masih terlalu lemah. Tapi sekarang, dia tidak hanya akan mengumpulkannya saja, dia akan menuntut Chen Han Nie atas semua kejahatan yang telah di lakukan oleh wanita itu.


"Aku akan mengakhiri dendam ini secepatnya. Demi adik dan juga anak di dalam rahimnya.


"Ting Tong...!"


Mendengar suara bel pintu di tengah malam Su Li Xia terperanjat. Dia menatap ke jam dinding, pukul 01.39.


"Siapa yang datang tengah malam begini? Apakah anak buah dari Chen Han Nie lagi?" tanya Su Li Xia dalam hati.


Dia berdiri, lalu berjalan ke arah pintu. Su Li Xia mengintip dari lubang kecil yang berada di daun pintu, tidak ada siapapun yang berdiri di depan.


"Siapa? Orang iseng?" benak Su Li Xia.


Dia berjalan kembali ke sofa, belum sempat dia mendudukkan bokongnya. Bel kembali berbunyi, membuat Su Li Xia berdecak kesal.


"Ting Tong...!"


"Ting Tong...!"

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2