Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 15. Preman


__ADS_3

"Aku hanya memasukkan obat tidur yang akan membuat Kakak tertidur lebih nyenyak." jawab Su An Jie.


"Bohong!!!" bentak Ling dalam pikirannya.


"Maafkan saya karena sudah bertindak lancang!" ucap Ling setelah dia melepaskan kerah leher Su An Jie.


"Tidak apa-apa, aku memang bersalah karena sudah memasukkan obat ke dalam minuman Kakak." jawab Su An Jie.


Ling melihat wajah Su An Jie yang terlihat menyesali perbuatannya, dalam hati dia berkata, "Wajah Tuan muda tidak terlihat seperti orang yang sedang berbohong. Sepertinya ada orang lain yang dengan sengaja menjebak Tuan muda. Aku harus mencari kebenaran ini, aku harus membuktikan jika Tuan muda bukan dalang di balik pelaku rencana pembunuhan Nona.


Ling memberi hormat kepada Su An Jie sebelum keluar dari ruangan, pria itu hanya diam merenungkan semua kejadian yang terjadi kepada dirinya dan sikap Ling yang begitu kasar terhadapnya.


Ling melaporkan keadaan Su An Jie kepada Su Li Xia, namun dia menyembunyikan pembicaraan mereka mengenai obat yang ada di dalam wine. Ling tidak ingin mengatakannya sebelum dia menemukan bukti jika Su An Jie tidak bersalah.


"Nona, kedua pria yang menyerang Tuan muda pernah melakukan percakapan di ponsel dengan Nyonya Han Nie." ucap Ling sebelum memutuskan telepon.


"Chen Han Nie, aku akan membuat perhitungan denganmu!" benak Su Li Xia.


Su Li Xia mengendarai mobilnya menuju ke salah satu restoran fast food yang sejak dulu ingin dia coba. Su Li Xia berhenti di depan restoran FFC yang pertama kali dia lalui, dia masuk ke restoran itu dan memesan semua menu utama yang ada di sana.


Semua pengunjung yang ada di sana keheranan melihat meja Su Li Xia yang penuh dengan berbagai jenis makanan.


"Itu cewek kok makannya banyak banget?" ucap salah satu pengunjung.


"Sudah seminggu nggak makan kali!"


"Wow, ada acara mukbang ya?"

__ADS_1


Beberapa pengunjung yang lain pun ikut berkomentar sambil menatap Su Li Xia.


Su Li Xia tentu saja mendengar semua komentar yang tertuju padanya, namun dia tidak peduli dengan komentar dari orang-orang itu.


Wanita itu mengambil ayam goreng yang masih panas di atas meja, dia menggigit ayam itu mengikuti cara makan orang-orang di sekitarnya.


"Ternyata seperti ini rasanya makan tanpa menggunakan sendok dan garpu." pikir Su Li Xia.


Su Li Xia mengambil sepotong kentang goreng dan memasukkan kentang itu ke dalam mulut.


"Gurih di luar dan lembut di dalamnya. Ini pertama kalinya aku mencoba makanan ini." batin Su Li Xia.


Kini wanita itu membuka bungkusan hamburger kemudian menggigit pinggiran hamburger itu.


"Roti, sayur, daging, telur, semua ada di dalam sini, tapi rasanya tidak buruk." batin Su Li Xia.


Su Li Xia menatap minuman bersoda yang dia pesan, dia mencoba minuman itu dengan sedotan yang sudah ada di dalamnya.


"Wow, ada bola-bola yang meletus di dalam mulutku." batin Su Li Xia.


Su Li Xia menikmati semua makanan yang ada di atas meja, dia merasa senang karena akhirnya bisa merasakan makanan yang sudah sejak lama dia inginkan.


Dulu, dia sering melihat orang-orang makan di restoran fast food. Su Li Xia merasa tertarik dengan makanan itu, namun karena kesibukan sehari-hari di tambah dirinya yang bekerja sebagai presdir perusahaan besar, dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk mencoba makanan seperti ini.


Makanan Su Li Xia selalu di siapkan oleh Ling, asistennya itu selalu membuat makanan sehat yang jauh dari kata fast food. Ditambah waktu Su Li Xia yang sangat terbatas untuk sekedar makan, dia tidak bisa memilih makanan apa yang ingin dia makan.


"Sepertinya aku harus bersyukur karena mendapatkan kesempatan hidup di tubuh orang lain. Jika tidak, mungkin saja seumur hidup aku tidak akan bisa mencicipi makanan seperti ini." batin Su Li Xia.

__ADS_1


Selesai menghabiskan semua makanannya, Su Li Xia menuju ke parkiran mobil. Dia melajukan mobilnya menuju ke toko perhiasan, tempat dia menitipkan batu permata blue eyes.


Begitu Su Li Xia menginjakkan kaki di toko itu, pemilik toko segera mengenali Su Li Xia. Dia mengeluarkan sebuah kotak dari dalam brankas besi, di dalam kotak itu tersimpan batu permata blue eyes milik Su Li Xia yang sudah di ubah menjadi liontin.



Su Li Xia tampak puas melihat hasil kerja pemilik toko, dia menyerahkan selembar cek senilai 500 Juta untuk pemilik toko itu.


"Nona, jumlah ini terlalu banyak!" ucap pemilik toko.


"Lebihnya itu bonus, karena aku menyukainya!" jawab Su Li Xia yang langsung pergi membawa liontin miliknya.


Su Li Xia kembali masuk ke dalam mobil, kali ini dia berencana pergi ke agen perumahan. Su Li Xia tidak ingin menghabiskan waktunya di rumah keluarga Su lagi. Dia ingin pindah dari sana agar bisa bergerak lebih bebas. Toh di sana dia juga tidak mendapatkan informasi apapun selain pemilik tubuh yang selalu di bully oleh ibu dan adiknya.


Saat mobil Su Li Xia baru saja keluar dari parkiran, dia melihat dua mobil dari arah yang berbeda sedang mengikuti dirinya. Su Li Xia mencoba untuk menjauh dari kedua mobil itu, namun kepadatan lalu lintas membuat mobilnya sulit bergerak dengan cepat.


Su Li Xia menatap kedua mobil itu dari kaca spion, dia merasa bahaya akan menghampirinya jika berhenti di tempat itu. Akhirnya Su Li Xia terus melajukan mobilnya hingga menuju ke parkiran mobil di dalam sebuah mall besar.


Su Li Xia memarkirkan mobilnya di tempat yang tidak terlihat kamera CCTV. Lima orang laki-laki turun dari mobil pertama dan dari mobil kedua ada empat orang laki-laki yang keluar secara bergiliran. Mereka semua berjalan ke arah mobil Su Li Xia.


Su Li Xia menunggu hingga semua laki-laki berpenampilan seperti preman itu mendekat, setelah langkah mereka hanya tersisa jarak 1 meter, Su Li Xia menghidupkan mesin mobil. Wanita itu tersenyum sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah para preman. Sedetik kemudian, Su Li Xia menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya keluar dari parkiran.


"Ah sial!" jerit salah satu preman yang tertabrak mobil Su Li Xia.


Laki-laki itu hendak mencegah Su Li Xia kabur dari sana, dia berdiri di depan mobil wanita itu. Tak di sangka, Su Li Xia langsung menabrak tubuh laki-laki itu hingga terpental.


Preman-preman itu berlari masuk ke dalam mobil, mereka berusaha mengejar, namun mobil Su Li Xia sudah menghilang di telan keramaian.

__ADS_1


Su Li Xia mencengkram erat setir mobilnya, tatapan wajahnya menjadi serius. Dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Ling.


"Periksa mobil dengan plat nomor 7878 BZ dan 8989 CV. Cari tau siapa pemilik mobil itu dan kenapa mereka mengikuti mobilku!" ucap Su Li Xia setelah mendengar suara Ling.


__ADS_2