
"Tidak, tidak ada yang ingin ku katakan." sahutnya dengan wajah murung.
"Dengar! Saat ini, kakak tirimu sedang berada di ruang operasi. Jadi aku akan ke sana untuk menunggu. Kamu baru saja bangun setelah beberapa hari koma, jadi istirahat saja di sini. Aku akan segera kembali ketika operasinya sudah selesai." ucap Lu Xuan Cheng, dia lalu pergi meninggalkan Su Li Xia yang menatap kepergiannya dengan perasaan kecewa.
"Aku harus membuat tubuhku meninggal, tidak boleh di selamatkan. Aku tidak ingin kembali lagi ke tubuh itu, demi bayiku!" benak Su Li Xia.
Su Li Xia mengambil ponsel yang terletak di meja samping tempat tidur. Dia menulis pesan yang ditujukan kepada Ling.
"Lenyapkan tubuh itu!"
Ling tertegun sesaat ketika membaca pesan dari Su Li Xia, dia kebingungan, tidak tahu apa yang harus diperbuat. Meskipun jiwa Su Li Xia sudah berpindah ke tubuh lain, bagaimana bisa dia tega menghancurkan tubuh Nona Mudanya yang saat ini sedang sekarat.
__ADS_1
"Bagaimana ini? Aku tidak ingin mengecewakan Nona, tetapi... Perintah seperti ini benar-benar sulit bagiku." benak Ling.
George menatap wajah Ling yang kebingungan, dia mendekat dan tanpa sengaja membaca isi pesan dari Su Li Xia.
"Lenyapkan? Tubuh siapa maksudnya? Nona Su Li Xia? Wanita ini berbahaya, aku harus melaporkan hal ini kepada Tuan Muda." ucap George dalam pikiran.
George mundur perlahan, dia berbalik lalu berjalan menuju ke tempat duduk Lu Xuan Cheng. Dia mendekatkan wajahnya lalu berbisik di telinga laki-laki itu. Lu Xuan Cheng melirik ke arah Ling, memperhatikan raut wajah wanita itu dari kejauhan.
Lu Xuan Cheng berdiri, dia berjalan mendekati Ling dari belakang. "Nona Ling, siapa yang harus kau lenyapkan?" tanyanya secara langsung.
Mendengar pertanyaan dari Lu Xuan Cheng, wajah Ling yang kebingungan menjadi panik. Dia berbalik menatap laki-laki yang sedang berada di balik punggungnya. Dengan nada gugup, dia balik bertanya kepada Lu Xuan Cheng. "A...apa maksud anda?"
__ADS_1
"Kau baru saja mendapatkan perintah untuk melenyapkan tubuh seseorang, siapa orang yang harus kau lenyapkan itu?" Lu Xuan Cheng memperjelas pertanyaannya. Dengan wajah dingin dan tatapan yang tajam, dia memperhatikan mata Ling untuk menemukan jawabannya.
Ling membuat kesalahan dengan melirik sekilas ke ruang operasi, dia menjawab pertanyaan Lu Xuan Cheng secara tidak sadar dengan lirikan matanya itu. Lu Xuan Cheng meyakini jika ucapan George tidaklah salah. Ling memang di tugaskan untuk melenyapkan Su Li Xia yang sedang berjuang di dalam ruang bedah, dan orang yang memberi perintah seperti itu adalah wanita yang tidak lain adalah ibu dari anaknya yang masih berada di dalam kandungan.
"Su Li Xia, kenapa kau bersikap kejam terhadap Kakakmu? Padahal dia sangat menyayangimu dengan setulus hati." benak Lu Xuan Cheng.
Pintu kamar operasi terbuka, dokter keluar dari ruangan itu sambil membuka masker penutup wajah. Dokter menghampiri Lu Xuan Cheng dan Ling, dengan wajah menyesal, Dokter itu meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawa pasiennya.
"Maaf, kami sudah berusaha menyelamatkan nyawa pasien. Tapi peluru menembus hingga ke dalam jantung dan melukai saraf-saraf yang berbahaya. Pasien meninggal dua menit yang lalu."
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1