Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 9. Manager Ma


__ADS_3

"Siap Nona, serahkan saja pada saya. Mobil itu pasti akan terkejar." jawab supir taxi dengan yakin.


Ling melaju dengan cepat, supir taxi juga tak kalah cepatnya. "Pak, tambah lagi kecepatan mobilnya!" pinta Su Li Xia saat melihat mobil Ling semakin menjauh.


Tanpa ragu-ragu, supir taxi menginjak pedal gas hingga mentok maksimal. Dalam sekejap mobil taxi sudah berada di samping mobil Ling.


Su Li Xia membuka kaca jendela, dia berusaha menghentikan laju mobil Ling yang terkadang berada di depan mobil taxi yang ia tumpangi. Ling yang terburu-buru untuk kembali ke perusahaan tidak menggubris panggilan Su Li Xia.


"Siapa sih nona muda ini? Kenapa dia terus mengejar Ling? Mau apa dia?" tanya Ling dalam pikirannya.


Ling mempercepat laju mobilnya, sesekali kedua mobil itu saling berdempetan hingga hampir berserempet. Ling akhirnya tiba di perusahaan, dia masuk ke parkiran khusus eksekutif. Taxi yang mengejarnya tertinggal di luar gedung, tidak semua orang bisa masuk ke dalam parkiran yang dibuat khusus untuk mobil para petinggi perusahaan.


Su Li Xia turun dari mobil, dia memanggil nama Ling berulang kali hingga mobil merah itu tidak lagi terlihat di matanya.


"Huhhh... Disaat seperti ini ternyata sikap Ling yang sekeras batu itu sangat tidak membantu ya!" keluh Su Li Xia setelah menghembuskan napas panjang.


Ling turun dari mobilnya, dia langsung berjalan masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai paling atas tempat ruang kerja Su Li Xia berada.


Ling menatap ke bawah dari dinding kaca yang ada di dalam ruangan, dia teringat kembali dengan wanita yang terus memanggilnya tadi.


"Apakah orang itu salah satu musuh Nona Su? Atau dia suruhan yang di tugaskan untuk memata-matai Ling?" pikir Ling.


"Ah, sudahlah. Ling masih harus memeriksa laporan keungan." ucap Ling begitu melihat tumpukan dokumen-dokumen yang ada di atas meja.


Sementara itu Su Li Xia mencoba berpikir apa yang bisa dia lakukan agar bisa bertemu dengan Ling. Dalam perjalanan kembali, Su Li Xia mencari lowongan pekerjaan yang terbuka di perusahaan Internasional H.M. lewat ponsel miliknya. Setelah mencari beberapa saat, dia menemukan lowongan sebagai asisten pribadi di perusahaan Zenus. Perusahaan itu terdaftar di bawah nama Ling.


Pemilik sebenarnya dari perusahaan Zenus adalah Su Li Xia. Dia membangun perusahaan sendiri yang tidak terkait dengan perusahaan Internasional H.M. Atas perintah dari Su Li Xia, lowongan kerja itu dibuat oleh Ling seminggu sebelum terjadinya kasus keracunan.


Su Li Xia mengirimkan lamaran pekerjaan ke perusahaan Zenus melalui ponselnya, meski dia tidak yakin akan diterima untuk bekerja di sana, dia berharap bisa menemui Ling saat wawancara kerja nanti.


Perusahaan H.M International


Ruang Pribadi Presdir

__ADS_1


Ling meminta laporan keuangan bulan ini kepada Manager Ma, pria itu belum memberikan laporan yang diminta oleh Ling meski waktu sudah satu minggu berlalu. Ling akhirnya pergi ke kantor Manager Ma untuk mengambilnya secara pribadi.


"Dimana laporan yang Ling minta?" tanya Ling begitu masuk ke dalam ruangan Manager Ma.


"Asisten Ling, laporan itu terlalu rumit. Tolong beri saya waktu untuk membereskannya." ucap Manager Ma beralasan.


"Manager Ma, sudah 1 minggu sejak Ling meminta laporan itu dan Manager Ma masih belum selesai membereskannya?" tanya Ling dengan tatapan dingin.


"Itu..."


Belum sempat Manager Ma menyelesaikan ucapannya, Ling memotongnya karena tidak sabar.


"Jika Manager Ma tidak bisa menyelesaikan tugas dalam waktu 1 jam dari sekarang, maka jabatan Manager Ma akan dicabut dan digantikan oleh orang yang lebih layak." ancam Ling dengan wajah serius.


Pria itu terdiam dengan wajah yang terlihat panik, keringat dingin keluar dari pori-pori wajahnya yang kasar.


"Saya akan menyerahkan laporan itu secepatnya!" ucap Manager Ma yang terburu-buru mencari berkas laporan yang diminta oleh Ling.


Ling membuka laptop miliknya yang selalu dia bawa ke mana-mana, dia melihat daftar pelamar kerja yang sudah lama ditelantarkan olehnya. Setelah melihat semua kandidat yang mengirimkan lamaran, mata Ling tertuju pada satu nama, "Su Li Xia".


"Nama yang sama dengan Presdir." gumam Ling.


Ling merasa tertarik dengan nama itu, dia mengirimkan waktu dan tempat wawancara ke email yang terdaftar di surat lamaran kerja Su Li Xia.


"Tok Tok Tok!"


Pintu di ketuk dari luar, Ling menatap ke arah pintu kemudian berkata, "Masuk!"


Manager Ma masuk membawa sebuah berkas laporan di tangannya, dia meletakkan berkas laporan itu di atas meja kerja Ling.


"Ini laporan yang anda minta." ucap Manager Ma.


"Terima kasih." jawab Ling.

__ADS_1


Manager Ma menatap Ling dengan tajam, dia sangat membenci wanita itu. Wanita yang dia anggap selalu menjadi saingannya, baik dulu maupun sekarang. Ling yang merupakan junior di kampusnya, sangat berbakat dalam segala hal. Nilai Manager Ma selalu kalah dari Ling semenjak wanita itu masuk ke kampusnya. Sejak saat itu, Manager Ma bersumpah untuk mengalahkan Ling. Namun hingga saat ini, belum ada satu kali pun Manager Ma menang dari wanita itu.


Kebencian Manager Ma semakin membesar di saat Ling muncul di perusahaan tempat dia bekerja. Apalagi Ling langsung di tugaskan bekerja sebagai asisten pribadi Presdir yang dia kagumi.


Manager Ma merasa terbebani bekerja di tempat yang sama dengan Ling, wanita yang selalu menang darinya. Namun dia tidak ingin berhenti dari pekerjaan ini, karena penghasilan di perusahaan ini jauh lebih besar dari pada di perusahaan lain.


"Manager Ma!" panggil Ling.


"Ya?" jawab Manager Ma dengan wajah panik setelah tersadar dari lamunannya.


"Apakah ada yang ingin Manager Ma katakan kepada Ling?" tanya wanita itu.


"Tidak, tidak ada." jawab Manager Ma dengan cepat.


"Kalau begitu kenapa Manager Ma masih ada di sini?" tanya Ling dengan wajah kesal.


"Maaf, saya akan segera keluar." jawab Manager Ma dengan tergesa-gesa.


Ling memeriksa laporan itu dengan seksama, dalam waktu 15 menit saja wanita itu sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Ling memencet tombol merah yang ada di meja, tidak lama kemudian seorang sekretaris mengetuk pintu ruangan Ling.


"Asisten Ling, anda mencari saya?" tanya seorang wanita cantik yang bernama Felicia.


"Ya, mulai sekarang, kasus ini akan diserahkan kepada Felicia." ucap Ling sambil menyerahkan laporan keuangan yang baru saja selesai diperiksa.


Felicia mengambil dan melihat laporan yang diberikan oleh Ling. Dia terlihat sangat terkejut melihat angka-angka yang sudah di tandai oleh Ling.


"Maaf, Asisten Ling... Ini..." ucap Felicia ragu-ragu.


Belum selesai dengan kata-kata yang akan ditanyakan Felicia, Ling langsung menjawab, "Tuntut semua orang yang ada di dalam daftar nama itu! Bukti-bukti sudah lengkap, kita hanya perlu mencari seorang penegak hukum yang ahli dalam kasus seperti ini! Lakukan secepatnya dan sebarkan berita ini ke semua media!" perintah Ling kepada Felicia.


"Kenapa aku yang ditugaskan dalam urusan ini sih?" keluh Felicia dalam pikiran namun dia menjawab Ling dengan berkata, "Baik, akan saya lakukan secepatnya."


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2