
Su Li Xia memborong banyak pakaian, tas serta beberapa kosmetik dan skincare. Selesai berbelanja, dia mengecek jumlah saldo yang tersisa dalam kartu atm-nya.
"Masih ada ratusan juta, aku akan membeli saham dengan sisa uang ini." pikir Su Li Xia.
Wanita itu menumpang taxi untuk pulang, dia membawa barang-barang belanjaannya sambil mengeluh.
"Berat banget sih! Biasa ada Ling yang akan membawa barang-barang untukku. Apakah seberat ini barang yang harus Ling bawa setiap kali aku pergi shopping?" keluh Su Li Xia saat ia baru saja tiba dirumah.
Su Ching Yi turun dari tangga, dia melihat Su Li Xia yang membawa banyak barang-barang bermerek lewat di sampingnya.
"Hey, dari mana kau dapatkan barang-barang itu?" tanya Su Ching Yi dengan nada sirik.
Su Li Xia meneruskan langkahnya tanpa mempedulikan pertanyaan dari Su Ching Yi. Wanita itu kesal diabaikan oleh Su Li Xia, dengan sengaja dia menjulurkan kaki untuk membuat Su Li Xia terjatuh.
"Awwwww!"
Su Ching Yi berteriak kesakitan, kakinya ditendang dengan keras oleh Su Li Xia yang mengetahui rencana jahatnya.
Su Li Xia mendatangi Su Ching Yi, dia mendekatkan wajahnya, "Jika lain kali kau masih bermain permainan seperti ini, akan ku pastikan kakimu itu tidak bisa memakai sepatu hak tinggi lagi!"
Selesai dengan ancamannya, Su Li Xia melanjutkan kembali langkahnya menuju ke kamar. Dia membuang semua pakaian lama milik Su Li Xia yang asli, skincare yang sudah hampir kadaluarsa dan kosmetik yang murahan juga di singkirkan dari meja riasnya.
Beberapa jam berlalu, Su Li Xia terlihat puas dengan hasil kerjanya. Pakaian yang sesuai dengan matanya kini tergantung rapi di dalam lemari, meja riasnya juga sudah dilengkapi dengan skincare dan kosmetik yang biasanya dia pakai.
Wanita itu melepaskan pakaian yang ia pakai sejak tadi pagi, dia masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dibawah guyuran air hangat. Selesai membersihkan diri, dia berdiri di depan cermin besar yang ada di dalam kamar mandi.
"Wajah, bentuk tubuh dan rambut hitam, semuanya sempurna. Kenapa dia memilih hidup menderita dan tertekan dengan penampilan luar biasa ini? Aku tidak mengerti apa yang dipikirkan orang-orang lemah seperti dirinya. Kenapa dia tidak berjuang untuk hidup yang lebih baik? Kenapa harus menikah dengan pria busuk seperti Zhao Meng Cin? Dengan wajah dan tubuh sempurna ini, ia bahkan bisa menjadi model terkenal tanpa perlu melakukan banyak usaha."
Su Li Xia lalu mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan jepitan kecil terselip di samping telinga.
Wanita itu memanggil taxi online, dia hendak keluar untuk mencari penghasilan baru dengan bakat yang dia miliki. Mobil berhenti di pusat kota, Su Li Xia turun dari mobil setelah mengambil tas dan ponsel yang dia letakkan di atas kursi.
Beberapa menit dia habiskan untuk berkeliling dikeramaian kota. Terlintas cara baru untuk mendapatkan uang di benak Su Li Xia saat matanya menangkap sebuah toko lotre di persimpangan jalan.
__ADS_1
Su Li Xia masuk ke toko itu, dengan bermodalkan selembar uang seratus ribu rupiah ia membeli empat lembar tiket lotre. Su Li Xia menggosok lotre dengan sebuah koin yang dipinjamkan oleh pemilik toko.
Lotre pertama, tertulis angka delapan juta rupiah, lotre kedua tertulis angka lima juta rupiah, lotre ketiga tertulis angka sepuluh juta rupiah.
"Wow, peruntungan Nona sangat bagus sekali." ucap pemilik toko terkejut dengan hasil yang diperoleh Su Li Xia dari ketiga lotre yang sudah ia gosok.
"Ini yang terakhir." ucap Su Li Xia sambil tersenyum mematikan.
"Srekkk Srekkk Srekkk!"
"Wow, hadiah utama! Ini benar-benar hadiah utama!" teriak pemilik toko dengan mata yang seakan tak percaya. Berulang kali ia mengucek matanya untuk memastikan penglihatannya tidak salah.
"Nona, anda pasti memiliki mata tembus pandang-kan? Benar kan?" tanya pemilik toko itu dengan wajah serius.
"Ya, sepertinya begitu." jawab Su Li Xia dengan wajah bangga.
"Tunggu sebentar Nona, saya akan menelepon pihak penyelenggara. Hadiah ini terlalu besar, saya tidak sanggup untuk membayar anda secara langsung." ucap pemilik toko.
"Benar, Nona ini yang sudah mendapatkan hadiah utama." jawab pemilik toko.
Pria muda itu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Su Li Xia, wanita itu pun membalas jabat tangan dari pria tersebut.
"Selamat kepada Nona yang sudah mendapatkan hadiah utama dari kami. Saya akan memberikan hadiah berupa cek senilai satu miliar, namun ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dulu sebelum anda mengambil hadiah tersebut.
"Apa syaratnya? Tanya Su Li Xia.
"Kami memerlukan foto identitas nona sebagai bukti untuk dilaporkan ke pihak perusahaan." jawab pria itu.
Su Li Xia mengeluarkan ktp dari dalam tas, ia meletakkan ktp itu di atas meja kaca.
"Silahkan!" ucap Su Li Xia.
Selesai mengambil foto ktp Su Li Xia, pria muda itu menepati janjinya. Dia menyerahkan cek sebesar satu miliar kepada nona muda yang cantik itu.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap Su Li Xia.
Pemilik toko hendak menyerahkan uang hadiah dari ketiga lotre yang dimenangkan oleh Su Li Xia, namun wanita itu menolak.
"Itu tips untuk anda!" ucap Su Li Xia.
Pemilik toko itu sangat senang, ia berulang kali mengucapkan terima kasih hingga wanita itu meninggalkan tokonya.
Su Li Xia berjalan menuju bank terdekat untuk mencairkan cek yang baru saja ia peroleh. Karena cek itu merupakan cek instan milik perusahaan lotre, beberapa menit saja transaksi pencairan sudah selesai dilakukan oleh pihak bank.
"Sekarang, aku akan membeli saham yang akan naik pesat dalam waktu beberapa hari." benak Su Li Xia.
Su Li Xia masuk ke gedung minimarket yang terdekat, dia mengambil dua kaleng soda dari dalam kulkas kemudian pergi ke kasir untuk membayar minuman itu.
Selesai membayar, wanita itu duduk di kursi yang memang tersedia untuk pelanggan di minimarket. Su Li Xia mengeluarkan ponsel dari tasnya sembari meminum soda yang baru saja ia buka.
Su Li Xia mendaftar rekening saham lewat ponsel, dia menanam semua uang miliknya ke dalam pasar saham. Dengan keyakinan tinggi, dia memilih saham perusahaan makanan instan yang menurutnya akan segera naik pesat.
"Aku akan menjadi kaya dalam beberapa hari." ucap Su Li Xia sambil tersenyum menatap layar ponsel yang menampikan halaman pasar saham.
Wanita muda itu menatap ke sana sini sambil berpikir apa selanjutnya yang harus ia lakukan.
"Ling!" gumamnya saat ia melihat wanita yang mirip dengan asistennya itu berada di depan kasir minimarket.
Wanita yang mirip dengan Ling baru saja selesai membayar tagihan, ia membuka pintu kaca dan keluar dari sana. Dengan cepat Su Li Xia berlari mengejar wanita itu. Dia terlambat karena Ling sudah masuk ke dalam mobil merah yang bernomor plat "888 SL".
"Ling, itu benar-benar Ling!" ucap Su Li Xia dengan nafas yang memburu.
Su Li Xia memberhentikan taxi yang lewat di depannya, dengan cepat ia masuk ke dalam mobil taxi.
"Pak, tolong kejar mobil itu!" ucap Su Li Xia yang masih ngos-ngosan.
BERSAMBUNG...
__ADS_1