
Hanya terdengar bunyi suara mesin di dalam kamar yang seluas 500 meter persegi itu.
Seorang wanita berbaring di atas ranjang dengan beberapa selang terpasang di tubuhnya. Meskipun kulit wajahnya pucat, wanita itu terlihat sangat damai menikmati tidur panjangnya.
Gadis muda berseragam serba putih berdiri di sisi ranjang, perlahan dia membasuh tubuh pasien yang sudah lama terlelap di atas sana.
Ling menoleh ke arah Su Li Xia, dengan suara pelan dia memanggil, "Nona!"
Su Li Xia tertegun memandang wajahnya sendiri, wajah yang kini tak lagi menjadi miliknya. "Aku baru menyadari jika wajahku terlihat lumayan cantik saat tertidur!" ucapnya sambil melangkah ke tepi ranjang.
"Nona, anda selalu terlihat cantik di manapun dan kapanpun!" batin Ling.
Su Li Xia bertanya kepada wanita yang berada di sampingnya, "Bagaimana kondisi pasien?"
"Nona, bolehkah saya menjawab dengan jujur?" ucap wanita yang bernama Vivian itu.
Su Li Xia menatap wajah Vivian, "Katakanlah! Apapun jawabanmu, aku tidak akan menyalahkanmu!" ucapnya sambil tersenyum miris.
"Menurut saya, pasien ini tidak akan bertahan hidup jika bukan karena alat-alat ini! Jadi ...!" Vivian tidak berani melanjutkan pendapatnya karena takut merusak suasana hati Nona Muda yang berada di sampingnya.
"Jadi apa?" tanya Su Li Xia dengan wajah penasaran.
"Jadi..." Vivian masih merasa ragu untuk mengucapkannya.
"Katakan saja, aku sudah siap mendengar situasi terburuk yang akan di alami oleh pasien." ucap Su Li Xia.
"Maaf Nona, menurut saya pasien ini tidak akan pernah terbangun lagi. Seumur hidupnya, mungkin beliau harus selalu berbaring di ranjang dan hidup dengan bantuan alat-alat medis. Tidakkah sebaiknya anda merelakan kepergiannya?" ucap Vivian dengan hati yang berdebar kencang. Takut dirinya akan di marahi karena mengatakan kata-kata yang secara tidak langsung menyatakan bahwa pasien sudah meninggal.
"Ucapanmu memang benar, tapi hidupnya masih berguna. Jadi saat ini, dia belum boleh dinyatakan meninggal! Aku mohon bantuanmu untuk merawatnya dengan baik, jika kamu melakukan semua pekerjaan dengan sempurna, aku akan menjamin masa depan yang cerah untukmu!" ucap Su Li Xia sambil menatap wajahnya sendiri yang sedang berbaring tak berdaya.
__ADS_1
Vivian mengangguk, dia lalu menjawab, "Terima kasih Nona! Saya pasti akan merawat pasien dengan baik."
"Aku pergi dulu!" ucap Su Li Xia kepada Vivian. Dia lalu berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil hitamnya di ikuti oleh Ling.
Mereka kembali ke pusat kota X. Selama perjalanan, kedua wanita itu membisu, tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Apakah mustahil bagi Nona untuk kembali ke tubuhnya?" pikir Ling.
"Jika tubuh ku dalam keadaan koma, lalu di mana jiwa Su Li Xia, pemilik tubuh ini? Apakah dia masih hidup? atau dia sudah ke alam baka menggantikan aku? Sepertinya, mulai sekarang aku harus hidup sebagai Su Li Xia, putri angkat keluarga Su untuk seumur hidupku!" batin Su Li Xia.
Mobil tiba di pusat kota X pada malam hari, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Ling turun di depan apartemen miliknya. Sebelum turun, wanita itu bertanya, "Nona, hari sudah larut! Apakah Nona mau menginap saja?"
Su Li Xia tersenyum, ia lalu menjawab, "Tidak, aku masih punya urusan lain."
Su Li Xia turun dari mobil, dia pindah ke kursi pengemudi untuk mengambil alih setir.
Kedua wanita itu menggunakan mobil Su Li Xia untuk pergi ke villa, mereka merencanakan hal itu agar tidak di ikuti oleh mata-mata yang di kirimkan musuh.
Su Li Xia melambaikan tangan sambil tersenyum, Ling sungguh terkesima melihat perubahan drastis dari Nona Mudanya. Dulu, wanita itu tidak pernah melambaikan tangan apalagi tersenyum ramah seperti barusan.
Su Li Xia menghentikan laju mobilnya di sebuah persimpangan jalan, sebab lampu merah sudah menyala menggantikan lampu hijau.
Sebuah mobil putih berplat nomor 1 XC berhenti di samping mobil Su Li Xia. Tidak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti di belakang mobil Su Li Xia, dua orang laki-laki turun dari mobil itu.
"Pranggg!"
Seseorang memukul kaca jendela mobil putih, dengan sekali hantaman tongkat besi, jendela kaca itu sudah menjadi serpihan kecil yang bertebaran di lantai aspal. Pengemudi mobil segera membuka pintu, seorang pria tinggi dengan wajah tampan yang di kenali oleh Su Li Xia keluar dari dalam mobil.
"Pria ini lagi!" rutuk Su Li Xia.
__ADS_1
Perkelahian pun terjadi, dua orang laki-laki dengan tongkat panjang di tangan menyerang Lu Xuan Cheng secara bersamaan.
"Ada tontonan gratis!" pikir Su Li Xia.
Belum selesai perkelahian mereka, empat mobil hitam meluncur cepat dari belakang lalu berhenti di depan mobil Lu Xuan Cheng dan memblokir seluruh jalanan.
Sekitar 20 orang laki-laki berpakaian serba hitam keluar dari ke empat mobil tersebut. Masing-masing membawa sebuah tongkat panjang dengan motif dan corak yang sama.
"Siapa yang membayar kalian?" tanya Lu Xuan Cheng ketika perkelahian berhenti sejenak.
"Tanya saja kepada Raja Neraka nanti saat kau tiba di sana!" jawab salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpin kelompok dari laki-laki berbaju hitam.
"Kak Rong, tidak perlu banyak omong kosong dengannya! Bunuh saja dia sekarang!" ucap seorang laki-laki yang berada di sampingnya.
"Rong? Marga Rong? Bukankah itu kelompok mafia yang membunuh dengan bayaran tinggi?" pikir Su Li Xia.
"Kak Rong!" panggil seorang pria yang berdiri di depan mobil Su Li Xia. Pria itu tersenyum dengan wajah mesum lalu berkata, "Lihat, apa yang kita temukan di sini!"
Semua mata kini menuju ke mobil Su Li Xia. Kaca jendela yang putih bening membuat wajah cantiknya terlihat jelas dari luar. Lu Xuan Cheng mengikuti pandangan mata semua laki-laki itu, keningnya mengerut saat melihat sosok seorang wanita yang dia kenal di dalam sana.
"Sial! Kenapa wanita itu ada di sini?" rutuknya dalam hati.
"Bammmm!!!"
Pria yang di panggil Kak Rong memukul tongkat panjang ke atas tanah, membuat mata semua orang menuju ke arahnya. Dia lalu bertitah, "Bunuh orang ini terlebih dulu baru kita bersenang-senang dengan gadis cantik itu!"
Su Li Xia tidak dapat memajukan atau memundurkan mobilnya, dia terjebak di tengah-tengah. Empat mobil hitam di depan, mobil putih milik Lu Xuan Cheng di samping lalu sebuah mobil hitam yang berhenti di belakangnya.
"Kenapa aku malah jadi ikutan berperan? Sebenarnya punya utang apa aku pada pria ini? Selalu saja aku yang terkena getahnya!" keluh Su Li Xia dalam hati.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^