Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 58. Penyusup


__ADS_3

"Nona Su, aku akan ke sana sekarang juga. Tunggu aku dan jangan menghubungi jaksa lain!"


Su Li Xia mematikan sambungan ponselnya, dia menatap ke sebuah usb yang akan dititipkan kepada seniornya itu.


Tok Tok Tok!


Cindy masuk dengan membawa secangkir teh hangat dan roti yang dia beli dari kantin.


"Nona, anda belum makan dari tadi. Saya menyiapkan sedikit makanan untuk mengganjal perut. Di makan ya Nona, jangan sampai sakit maag anda kambuh lagi." ucap Cindy panjang lebar.


Su Li Xia menatap wanita di depannya itu, dia baru menyadari jika ternyata Cindy selalu merawatnya jika Ling sedang tidak ada di sampingnya. Padahal dia selalu bersikap dingin terhadap karyawannya itu.


"Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?" tanya Su Li Xia.


"Tiga tahun Nona." jawab Cindy sambil tersenyum ramah.


"Mulai besok, kau tidak perlu bekerja lagi di sini!" ucap Su Li Xia.


"No...Nona, kenapa. Apakah saya telah melakukan kesalahan?" tanya Cindy dengan wajah yang hampir menangis.


Su Li Xia menulis sebuah surat rekomendasi, dia menyerahkan surat itu kepada Cindy. "Ambil ini, pergilah ke perusahaan Venus. Kau akan bekerja di sana sebagai Manager pemasaran."


Cindy terdiam sejenak, dia mencoba mencerna kata-kata dari Su Li Xia. Setelah memahami arti dari kata-kata itu, Cindy langsung menangis. Tentunya tangisan yang bahagia, berkali-kali dia mengucapkan kata terima kasih kepada Su Li Xia. Cindy awalnya memang ingin melamar di bagian marketing, tapi karena tidak ada lowongan di bagian tersebut, dia akhirnya melamar sebagai asisten.


Su Li Xia mengingat saat pertama kali bertemu dengan Cindy, Ling bertanya kepada wanita itu alasan dia melamar. Cindy pada saat itu baru pertama kali wawancara, dia menjawab semua pertanyaan secara jujur. Dia sempat mengatakan jika dirinya ingin bekerja di bagian pemasaran. Itu sebabnya Su Li Xia memberikan jabatan Manager pemasaran kepada Cindy.


"Bekerjalah dengan baik, aku akan menantikan hasil dari kerja kerasmu." ucap Su Li Xia sambil tersenyum.


Cindy tercengang melihat senyum di wajah presdirnya, sebab ini adalah pertama kalinya Cindy melihat wajah dingin sang presdir yang tersenyum. Dia kembali mengucapkan kata terima kasih kepada Su Li Xia.


"Aku akan menyerahkan masalah perusahaan Zhao kepadamu. Jangan memberi mereka kelonggaran sedikitpun. Aku ingin menghancurkan keluarga itu sampai ke akar-akarnya sehingga mereka tidak akan pernah bisa bangkit kembali." ucap Su Li Xia.


"Baik Nona, akan saya lakukan sesuai dengan keinginan Nona." jawab Cindy bersemangat.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 sore, seseorang datang untuk bertemu dengan Su Li Xia. Laki-laki tampan dengan tubuh yang tegap dan mata yang tajam. Cindy mengantar tamu presdirnya untuk masuk ke ruangan Su Li Xia.


"Aku datang untuk menangani kasusmu." ucap laki-laki itu sambil tersenyum.


"Cin, bawakan air putih untuk tamu kita." ucap Su Li Xia dengan wajah dingin.


"Kenapa hanya air putih? Jangan bilang perusahaan sebesar ini hanya memiliki air putih saja untuk menyambut tamu." protes laki-laki tersebut.


"Khusus untukmu aku menyiapkan air putih." sahut Su Li Xia yang lalu duduk di atas kursi sofa.


Laki-laki itu mengerutkan kening, dia lalu bertanya dengan wajah kesal, "Kenapa begitu?"


Su Li Xia melihat laki-laki itu dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. "Kau kelihatan seperti orang pintar tapi ternyata kau masih saja bodoh seperti dulu." ucapnya sambil tersenyum.


Laki-laki itu tercengang melihat senyuman Su Li Xia, sebab wanita itu belum pernah tersenyum sejak dia mengenalnya. Beberapa detik kemudian, dia bertanya, "Hei, apa benar kau ini Su Li Xia yang ku kenal?"


"Duduklah, aku tidak punya waktu untuk bercanda denganmu." ucap Su Li Xia dengan nada memerintah.


Laki-laki itu terlihat antusias, dia mengeluarkan laptop dari dalam tas lalu melihat isi di dalam usb. Setelah menyelesaikan tontonan di layar laptop, dia tertawa sambil menatap wajah Su Li Xia.


"Adik kelas, sejak kapan kau belajar menjadi licik?" tanya laki-laki itu.


"Tuan Rain, pertanyaan ini tidak berkaitan dengan kasus yang sedang kita bahas." jawab Su Li Xia yang malas berkata omong kosong dengan kakak kelasnya itu.


Rain Savior, dia merupakan anak dari seorang jaksa yang terkenal. Rain mengikuti jejak ayahnya, dia selalu memenangkan semua kasus di persidangan. Tapi Rain sangat pemilih, dia sering menolak klien yang datang untuk mencarinya. Tidak ada yang tau apa alasan dia menolak klien-klien itu.


Cindy masuk dengan membawa segelas air putih dan secangkir teh hangat. Dia meletakkan kedua minuman di atas meja. Rain menatap kesal ke arah Su Li Xia, dia lalu mengalihkan tatapannya ke cangkir teh yang berada di atas meja.


Rain mengambil cangkir teh yang sebenarnya di tujukan untuk Su Li Xia, dengan cepat wanita itu menahan cangkir di tangan Rain.


"Ini milikku!" ucap Su Li Xia.


"Kau ini benar-benar ya!" Rain melepaskan tangannya dari cangkir. Dia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.

__ADS_1


"Mata di balas mata, darah di balas darah!" sindir Su Li Xia.


Rain mengingat kembali kejadian saat mereka kuliah. Di hari pertama orientasi, Rain terus-terusan mengerjai Su Li Xia. Awalnya karena dia kesal melihat Su Li Xia yang mengabaikan dirinya, padahal waktu itu Rain adalah laki-laki di urutan pertama yang menjadi sorotan para gadis di kampus.


Melihat wajah dingin dan cuek Su Li Xia, Rain menjadi tertarik untuk mengganggunya. Setiap kali berkumpul, Su Li Xia hanya di beri air putih sedangkan yang lain mendapat kopi panas atau teh hangat.


"Kau ini pendendam sekali!" keluh Rain.


"Ya, aku memang pendendam." jawab Su Li Xia sambil mengangguk.


Rain pun kehabisan kata-kata karena Su Li Xia mengakuinya dengan segera.


"Tok Tok Tok!"


Cindy mengetuk pintu, dia masuk dan berjalan mendekat ke arah Su Li Xia. Cindy menurunkan sedikit badannya, dia lalu berbisik di telinga wanita itu.


"Nona, Tuan Muda Zhao mencari anda. Saya sudah mengatakan seperti yang anda minta, tapi beliau ngotot ingin menunggu di lobby."


"Biarkan saja dia menunggu sepuasnya." Su Li Xia berpikir sesaat, dia lalu menatap wajah seniornya itu.


"Rain, aku punya kasus lain. Apakah kau mau menerima kasus ini?" tanya Su Li Xia.


"Kasus apa?" tanya Rain penasaran.


"Cindy, kamu yang akan menjelaskan kepada Tuan Rain. Aku harus segera pergi karena ada urusan penting, aku pergi dulu." ucap Su Li Xia.


Rain hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat wanita itu yang selalu saja bersikap sesuka hatinya.


Su Li Xia kembali ke apartement milik Ling, dia ingin mengambil kunci mobil lalu membawa mobil Ling. Tapi ketika tiba di sana, dia melihat beberapa pria berbaju hitam sedang menggeledah dan mengobrak-abrik di rumah Ling.


"Siapa kalian?" tanya Su Li Xia yang baru saja membuka pintu.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2