Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 17. Alasan Zhao Meng Cin menikahi Su Li Xia


__ADS_3

Su Li Xia baru saja tiba di kantor, Ling turun untuk menjemput wanita itu karena hanya karyawan di sana yang punya akses pintu masuk.


"Apakah Chen Han Nie masih berada di sini?" tanya Su Li Xia.


"Ya, Nyonya Chen terus berkata akan menunggu anda." jawab Ling.


Su Li Xia melihat jejak lima jari di wajah Ling, dia bertanya kepada wanita itu, "Apa yang terjadi dengan wajah cantikmu ini?"


"Ini hanya bekas tamparan dari Chen Han Nie." jawab Ling.


"Kau membiarkan dia menamparmu?" tanya Su Li Xia dengan wajah kesal.


"Saya tidak punya pilihan, dia masih seorang Nyonya dan saya hanya seorang pembantu." jawab Ling.


"Haha...!" Su Li Xia tertawa namun sedetik kemudian tawa itu menghilang, wajah wanita itu kini terlihat marah. "Aku akan membalas tamparan ini untukmu!" ucapnya dengan wajah serius.


Su Li Xia tiba di depan kantor, dia melihat Chen Han Nie duduk di depan pintu masuk bersama seorang wanita muda.


Ketika melewati Chen Han Nie , Su Li Xia dengan sengaja menggerakkan tangannya ke wajah wanita itu. "Plakkkk!"


Gerakan yang sangat cepat itu membuat Chen Han Nie terperanjat. Dia memegang pipinya yang terasa perih dan sakit. Dengan mata melotot dia menatap Su Li Xia.


"Maaf, saya tidak melihat anda duduk di sini." ucap Su Li Xia dengan tampang pura-pura tak bersalah.


Chen Han Nie mengangkat tangannya, dia hendak menampar pipi Su Li Xia namun dengan cepat Ling menangkap tangan wanita itu.


"Plakkk!" Su Li Xia kembali menampar Chen Han Nie, kali ini dia melakukannya dengan lebih keras.


"Awwww!" Chen Han Nie meringis kesakitan sambil memegangi wajahnya.


"Wanita j*lang, kau sengaja kan?" ucapnya dengan nada tinggi dan ekspresi yang seolah-olah hendak membunuh Su Li Xia.


"Maaf, saya tidak sengaja. Tadi saya melihat seekor nyamuk di sana, jadi saya memukul nyamuk itu agar tidak menghisap darah anda!" ucap Su Li Xia masih dengan wajah polos tak berdosa.


Chen Han Nie menghempas tangan Ling yang sedang memegang pergelangan tangannya, kini dia mengarahkan tangannya ke wajah Ling.


Su Li Xia menendang kursi yang tadi di duduki oleh Chen Han Nie hingga kursi itu terjungkil ke atas kaki wanita itu.


"Akhhhhh! Sakit...! Sakit...! Sakit...!!!" ucapnya sambil melompat-lompat.


"Nyonya, sepertinya anda perlu di bawa ke rumah sakit, saya akan memanggil sekuriti untuk membantu anda keluar dari sini!" ucap Su Li Xia sambil tersenyum puas.

__ADS_1


"Akhhhhh!!!" teriak Chen Han Nie dengan wajah merah yang menahan amarah.


Setelah puas membalaskan dendam Ling, Su Li Xia masuk ke ruang kerjanya. Ling ikut masuk ke dalam, dia menutup pintu ruangan itu agar tidak ada yang menguping pembicaraan mereka.


"Hahaha...! Maaf Ling, aku tidak tahan lagi, wajahnya... wajahnya lucu sekali tadi!" ucap Su Li Xia sambil tertawa.


Ling terdiam menatap wanita di depannya.


"Ling!"


"Ya Nona?"


"Kenapa kamu diam saja?"


"Nona..."


"Ya?"


"Apa Nona tau? Ini pertama kalinya saya melihat anda tertawa." ucap Ling.


Su Li Xia menatap Ling, dia tersenyum kemudian berkata, "Mulai sekarang, aku akan lebih sering tertawa."


Ling ikut tersenyum sambil menjawab, "Saya sangat senang melihat Nona tertawa seperti ini."


Ling mengangguk, dia kemudian membuka laptop yang ada di meja dan mulai melaporkan semua hal yang dilewatkan oleh Su Li Xia selama dia tidak masuk kerja.


"Nona, saya sudah membereskan pria tua itu, saya juga sudah mengembalikan rencana pembangunan proyek di K City kepada Tuan. Ma, semua rencana kita sudah berjalan dengan lancar saat ini.


"Kerja bagus Ling, ayo kita rayakan dengan makan fast food bersama!" ajak Su Li Xia.


"Fast food?" tanya Ling dengan wajah bingung.


"Ya, aku sangat menyukai makanan itu!" jawab Su Li Xia.


Ling menatap Su Li Xia dengan wajah keheranan, dia baru pertama kali melihat Nona mudanya menyebut makanan yang dia sukai, sebelumnya Su Li Xia selalu menjawab dengan kata "Terserah" ketika Ling bertanya apa yang ingin dia makan.


"Nona sudah banyak berubah, aku senang melihat perubahannya yang seperti ini." benak Ling.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zhao Meng Cin sedang berada di dalam kamar hotel bersama dengan seorang wanita, mereka berdua berbaring di atas ranjang sambil berpelukan tanpa memakai pakaian.

__ADS_1


"Kak Cin, kapan kamu akan melamar ku?" tanya wanita itu.


"Li Wei, aku akan segera melamarmu, tunggulah beberapa saat lagi." jawab Zhao Meng Cin.


"Aku sudah menunggu selama satu tahun, jawaban Kak Cin selalu saja sama. Sebenarnya sampai kapan aku harus menunggu?" tanya Li Wei.


"Ini semua gara-gara perempuan sialan itu! Jika saja dia langsung mati saat itu, kita sudah bisa menikah sekarang!" ucap Zhao Meng Cin dengan wajah kesal.


"Kalau dia mati, bisakah kita langsung menikah?" tanya Li Wei.


"Tentu saja! Jika dia mati, aku sudah tidak perlu lagi berpura-pura menjadi suaminya." jawab Zhao Meng Cin.


"Bukankah kalian sudah bercerai?" tanya Li Wei.


"Ya, tapi aku masih harus menjaga sikapku di depan orang lain agar tidak dicurigai." jawab Zhao Meng Cin.


Zhao Meng Cin tersenyum dengan wajah licik, dia kemudian mengingat kebodohan yang sudah dilakukan oleh Su Li Xia di hari pernikahan mereka.


FLASHBACK


"Tanda tangani ini!" ucap Zhao Meng Cin sambil menyerahkan sebuah kertas kepada Su Li Xia.


"Ini apa?" tanya Su Li Xia.


"Apa kau tidak bisa membacanya? Itu adalah surat pernikahan kita! Jadi cepat tanda tangani dan jangan banyak bertanya!" bentak Zhao Meng Cin dengan wajah kesal.


Su Li Xia mengambil pulpen yang terselip di antara kertas itu, dia menandatangani surat itu tanpa ragu-ragu dan rasa curiga sedikitpun.


Begitu surat itu selesai di tanda tangani, Zhao Meng Cin langsung merebutnya dari tangan Su Li Xia.


"Mulai sekarang, kau akan tinggal di kamar ini! Jangan pernah mendatangi kamarku jika aku tidak memanggilmu!" ucap Zhao Meng Cin dengan wajah meremehkan.


"Baik." jawab Su Li Xia dengan wajah kecewa.


"Sebaiknya kau ingat itu! Kau hanya wanita yang kubeli dengan uang dan kau bukanlah siapa-siapa di rumah ini. Jadi... jaga sikapmu! Jangan bertingkah dan jangan melakukan perbuatan yang memalukan nama keluargaku!" ucap Zhao Meng Cin, pria itu lalu keluar dari kamar Su Li Xia.


"Pernikahan ini bukanlah keinginanku. Jika bisa, aku juga ingin menolak pernikahan ini. Lan Ching Mei, wanita itu sudah menjualku hanya demi keuntungannya sendiri. Sampai kapan aku harus bertahan menghadapi semua tekanan darinya?" benak Su Li Xia.


Sesampainya di kamar, Zhao Meng Cin tersenyum puas melihat kertas yang sudah di tanda tangani oleh Su Li Xia. Dia memisahkan kertas yang saling menempel itu, di bawah kertas itu ternyata tertulis surat persetujuan untuk donor jantung.


Di sana tertulis jika Su Li Xia bersedia mendonorkan jantungnya apabila dia sudah meninggal atau dalam keadaan sekarat yang sudah tidak dapat di selamatkan lagi.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2