Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 54. Menyiapkan jebakan


__ADS_3

"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Lu Xuan Cheng dengan wajah dingin.


Su Li Xia tidak menghiraukan laki-laki itu, dia terus berjalan melewati Lu Xuan Cheng yang masih berdiam menatapnya dengan tatapan sinis. Setibanya di depan pintu kamar bernomor 808, Su Li Xia membuka pintu.


Lu Xuan Cheng segera menghadang di depannya, menghalangi Su Li Xia yang hendak masuk ke dalam. Namun Su Li Xia dengan cepat mendorong tubuh Lu Xuan Cheng yang masih lengah, membuat laki-laki itu memundurkan langkahnya.


Su Li Xia masuk ke dalam kamar, buru-buru dia berjalan ke samping tempat tidur. Dia menatap wajah dari wanita yang sedang berbaring di atas ranjang, namun tatapannya segera turun ke bagian perut wanita itu.


"Bagaimana keadaannya? Apakah bayinya baik-baik saja?" tanya Su Li Xia kepada Lu Xuan Cheng.


"Kenapa aku harus memberitahumu? Aku bahkan tidak mengenal siapa dirimu!" sahut laki-laki itu dengan tatapan menyelidik.


Su Li Xia melirik ke atas meja yang berada di samping tempat tidur, dia menemukan sebuah foto USG yang berada di sana. Su Li Xia mengambil foto itu, dia menatap lama sebelum akhirnya menaruh kembali ke atas meja.


"Syukurlah bayi ku masih hidup." pikir Su Li Xia.


"Hahaha...!" Su Li Xia tiba-tiba tertawa, membuat Lu Xuan Cheng merasa heran dan penasaran.


"Kenapa dia tertawa? Dia ini wanita gila ya?" benak Lu Xuan Cheng.


Su Li Xia menurunkan tubuhnya, dia membelai wajah dari wanita yang ada di atas ranjang. "Aku akan membalas mereka semua!" ucapnya dengan mata yang memendam amarah.


Lu Xuan Cheng melihat kebencian dari tatapan mata Su Li Xia, tapi dia tau kebencian itu tidak ditujukan kepada wanita miliknya. Dia hanya berdiri diam melihat apa yang akan di lakukan lagi oleh wanita di hadapannya ini.


"Lucu sekali bukan? Beberapa hari yang lalu, aku juga berdiri di samping tubuhku yang berbaring tak berdaya seperti ini. Sekarang, keadaannya malah berbalik. Sepertinya, langit suka sekali mempermainkan hidup kita. Aku benar-benar bingung dan tak berdaya, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana cara ku untuk mendapatkan bayiku lagi?" benak Su Li Xia.

__ADS_1


Su Li Xia membalikkan badan, dia menatap Lu Xuan Cheng yang juga masih menatapnya dengan tatapan dingin. Su Li Xia melangkah maju lalu berhenti di samping Lu Xuan Cheng.


"Tolong jaga dia baik-baik. Terima kasih!" ucapnya lalu melanjutkan kembali langkahnya.


Lu Xuan Cheng membeku sejenak, dia merasa terusik oleh sesuatu yang mengganjal di hatinya. Hingga akhirnya ia menyadari, cara bicara dan sikap wanita itu sangat tidak asing baginya.


Lu Xuan Cheng segera berbalik, berlari mengejar Su Li Xia yang baru saja keluar dari pintu kamar. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri koridor rumah sakit, namun Su Li Xia sudah tidak terlihat lagi di sana.


"Siapa wanita itu? Tatapan, cara bicara, bahkan sikapnya sangat mirip dengan Su Li Xia." benak Lu Xuan Cheng.


Su Li Xia kini menuju ke sebuah gedung firma hukum. Dia membuat surat wasiat yang di legalisasi langsung oleh pengacaranya. Di dalam surat wasiat, semua kekayaan miliknya akan menjadi milik Su Li Xia. Wanita yang kini berbaring di rumah sakit.


"Meskipun aku tidak tau, apakah aku masih bisa kembali ke tubuh itu atau tidak. Setidaknya, aku sudah menyerahkan harta kekayaan untuk bayiku nantinya." pikir Su Li Xia.


Ling menunggu di dalam mobil, dia mendapat telepon dari Su Li Xia untuk menemuinya di luar gedung perusahaan. Su Li Xia menelepon Ling, menyuruhnya untuk naik ke mobil miliknya.


"Ling, kita harus mengganti rencana lain untuk membongkar kejahatan Chen Han Nie." jawab Su Li Xia.


Ling mengangguk, "Lalu, apa yang akan anda lakukan sekarang Nona?" tanya Ling.


"Aku akan tetap berpura-pura koma, dan tugasmu adalah memasang penyadap di sekeliling kamar. Kita akan menjebak Chen Han Nie untuk mengakui semua dosa yang telah dia lakukan dengan mulutnya sendiri."


Su Li Xia yang berwajah dingin kini telah kembali, dia memantapkan hati untuk segera menjatuhkan Chen Han Nie ke lubang yang paling dalam yang di galinya sendiri.


Su Li Xia kembali ke villa yang kini telah kosong melompong. Dia mengganti pakaiannya dengan piyama berwarna putih polos lalu berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


Ling membantu memasang peralatan medis di tubuh Su Li Xia. Semua peralatan medis yang terpasang di tubuhnya membuat Su Li Xia terlihat seperti pasien yang sedang sekarat.


Ling memasang kamera di semua sudut kamar. Dia juga memasang perekam suara di bawah tempat tidur.


"Nona, semuanya sudah siap!" lapor Ling.


"Kerja bagus Ling, kamu harus kembali sekarang. Jangan sampai mereka melihatmu di sini." perintah Su Li Xia.


"Nona, haruskah kita memikirkan cara lain saja? Chen Han Nie mungkin akan melakukan tindakan nekad kepada Nona jika dia tahu anda sedang sendirian."


Ling merasa khawatir karena dia mengetahui jika Chen Han Nie baru saja membeli senjata api dari salah seorang pedagang ilegal. Dia takut wanita itu akan menggunakan senjata api itu untuk membunuh Su Li Xia.


"Pergilah, aku akan baik-baik saja." perintah Su Li Xia.


Ling tidak punya pilihan selain menuruti kata-kata Nona Mudanya. Dia tau betul jika Su Li Xia sangat keras kepala, dia sulit dibujuk dan jarang mengubah keputusan yang sudah dia ambil. Ling meninggalkan villa, dia kembali ke rumah untuk memantau kamera yang sudah dipasang olehnya tadi.


Beberapa jam kemudian, dua mobil hitam berhenti di depan villa. Seorang pria keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil di belakang. Chen Han Nie keluar dari mobil, dia memakai kaca mata hitam dengan rambut panjang yang tergerai.


Dari mobil yang satunya lagi, empat orang laki-laki berpakaian serba hitam ikut keluar dari mobil. Mereka berdiri di belakang Chen Han Nie , menunggu perintah dari wanita itu.


"Buka pintunya!" perintah Chen Han Nie kepada anak buahnya.


Pintu yang terkunci dengan kode membuat anak buah Chen Han Nie kesulitan. Namun setelah mencoba beberapa kali, pintu itu akhirnya terbuka.


"Bunuh semua orang yang ada di dalam, kecuali Su Li Xia. Serahkan dia kepadaku!" ucap Chen Han Nie memberi perintah.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2