Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 50. Jebakan


__ADS_3

Setelah puas menakuti Chen Han Nie, Su Li Xia berjalan pergi meninggalkan wanita itu. Chen Han Nie begitu marah dan ketakutan mendengar kata-kata dari Su Li Xia yang terdengar sebagai ancaman di telinganya.


Chen Han Nie menghubungi seseorang, dia lalu berkata kepada orang itu, "Aku perlu bantuan untuk membunuh seorang perempuan muda!"


Su Li Xia masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobilnya ke sebuah agen perumahan. Setelah melihat foto-foto yang ditunjukkan oleh seorang marketing, Su Li Xia meminta waktu untuk melihat rumah itu secara langsung sebelum membeli.


"Baik, mari ikuti saya. Kita akan langsung menuju ke sana." ucap laki-laki tersebut.


Sesampainya di lokasi, Su Li Xia tampak puas dengan apartement yang di tawarkan oleh marketing itu. Dia langsung menyetujui harga yang di minta karena Su Li Xia terlalu malas untuk menawar.


"Saya akan mengambil yang ini. Tolong selesaikan akta jual beli nya sekarang juga!" ucap Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng mendapat telepon dari laki-laki yang menjadi marketing di agen perumahan yang dikunjungi oleh Su Li Xia, "Tuan Muda, semuanya berjalan sesuai dengan rencana." lapor laki-laki itu.


"Bagus, kau akan mendapat bonus atas kerja kerasmu!" jaeab Lu Xuan Cheng sambil tersenyum.


"Su Li Xia, aku tidak sabar melihat wajah kesalmu nanti saat mrngetahui kita tinggal bersebelahan." pikir Lu Xuan Cheng sambil tertawa sendiri.


"Drttttt... Drttttt...!"


Ponsel Lu Xuan Cheng terus bergetar, tapi dia sedang sibuk karena pertemuannya dengan seorang designer permata. Beberapa jam berlalu, Lu Xuan Cheng melihat nomor panggilan yang tidak terjawab sebanyak 20 kali.


Perasaan hatinya tiba-tiba saja menjadi buruk. Lu Xuan Cheng segera menelepon kembali ke nomor itu.


"Tuan Muda, wajah Nona Su Li Xia terpajang di halaman target pembunuhan berhadiah. Harganya bahkan sebesar 1 Miliar!" lapor seseorang dengan suara laki-laki.


"Apa yang kau bilang? Sudah berapa lama?" tanya Lu Xuan Cheng dengan wajah panik.


"Sudah 3 jam Tuan Muda." jawab laki-laki itu.


Lu Xuan Cheng segera mengambil kunci mobil, dia berlari ke parkiran. Laki-laki itu lalu menelepon George, "Cepat cari keberadaan Su Li Xia, Cepat!!!" ucapnya dengan nada tinggi dan wajah yang cemas.


Sementara itu, di sebuah ruangan yang berwarna serba putih. Seorang dokter wanita sedang memeriksa kandungan Su Li Xia. Dia memperlihatkan layar monitor yang menampakkan janin kecil di rahim wanita itu.


"Selamat ya Nyonya, bayi anda sangat sehat. Saat ini janin anda berusia 7 minggu, anda harus lebih berhati-hati selama 12 minggu pertama kehamilan. Jaga pola makan dan Nyonya harus mengkonsumsi asam folat untuk mencukupi kebutuhan janin yang sedang berkembang."

__ADS_1


Baik, Dokter." jawab Su Li Xia.


Dia menatap ke layar monitor, tanpa sadar dia tersenyum. "Apakah ini rasanya menjadi seorang ibu? Hatiku terasa hangat mendengar suara detak jantungnya." benak Su Li Xia.


Dokter memberikan resep vitamin kepada Su Li Xia, dia pergi ke apotik untuk menebus resep tersebut. Su Li Xia duduk di kursi ruang tunggu, sesekali dia mengelus perutnya yang masih rata, dengan senyuman dan hati yang merasa bahagia.


"Su Li Xia!"


Suara seorang laki-laki membuat Su Li Xia berbalik ke belakang. Dia menatap laki-laki yang sedang berlari terburu-buru ke arahnya, dengan napas yang ngos-ngosan.


Laki-laki itu langsung mendekat dan memeluknya. "Untung kau baik-baik saja!" ucapnya dengan suara yang terdengar begitu khawatir.


"Memangnya apa yang akan terjadi kepadaku?" tanya Su Li Xia sambil mendorong tubuh Lu Xuan Cheng.


"Kau, wajahmu masuk dalam daftar target pembunuh. Hargamu bahkan 1 Miliar. Menurutmu apa yang akan terjadi kepadamu?" balas Lu Xuan Cheng.


Su Li Xia tersenyum sinis, dia lalu menjawab, "Memang ini yang aku harapkan!"


"Kau ini gila ya?" bentak Lu Xuan Cheng dengan nada marah.


"Jangan pedulikan urusanku. Menjauh lah dariku sebelum kau juga menjadi target para pembunuh!" ucap Su Li Xia dengan wajah dingin.


Lu Xuan Cheng semakin marah mendengar ucapan dari Su Li Xia, rasanya dia ingin segera membawa pulang wanita itu lalu mengurungnya di dalam rumah kaca.


"Su Li Xia! Pasien Su Li Xia!"


Panggilan dari perawat membuat Su Li Xia menghempas tangan Lu Xuan Cheng yang sedang menggenggamnya. Su Li Xia segera menghampiri perawat lalu mengambil vitamin yang di resepkan oleh dokter kandungan.


Dia berjalan pergi meninggalkan Lu Xuan Cheng yang masih berdiri dengan wajah yang memerah karena marah.


"Maafkan aku, aku tidak ingin melibatkan orang lain dalam dendam pribadiku!" benak Su Li Xia.


Beberapa orang memperhatikan Su Li Xia, mereka berjalan mengikuti wanita itu dari belakang. Lu Xuan Cheng menyadari tatapan berbahaya dari orang-orang yang mengikuti Su Li Xia. Dia segera berlari mengejar wanita itu.


Su Li Xia masuk ke dalam mobil, dia mengambil ponsel untuk menelepon seseorang.

__ADS_1


"Ling, wanita itu sudah masuk perangkap. Jangan lupa rencana kita!"


"Baik nona, serahkan saja kepada saya." jawab Ling yang lalu memutuskan telepon.


Ling menatap layar laptop, dia ternyata merekam semua yang di lakukan oleh Chen Han Nie sejak dia berada di depan pintu.


"Bukti dia memakai pembunuh bayaran sudah berada di tangan. Sekarang tinggal menyusun rencana agar wanita itu pergi ke villa." benak Ling.


Ling menelepon Vivian, segelah terdengar suara dari wanita itu, Ling berkata kepadanya, "Vivian, mulai dari sekarang, kau harus mengunci pintu kamar. Jangan keluar dari kamar meskipun kau mendengar suara-suara dari luar. Kau mengerti?"


"Baik, Nona Ling." jawab Vivian.


"Aku harap dia akan baik-baik saja. Apa sebaiknya aku mengeluarkannya dari villa?" benak Ling.


Ling melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dia membuka laci meja dan mengambil kunci mobil. "Saatnya melakukan rencana terakhir." gumam Ling.


Sebuah mobil hitam mengikuti laju mobil Ling. Perjalanan panjang ke villa membuat Ling harus menambah kecepatan laju mobil agar dia bisa segera tiba. Dia membiarkan saja mobil itu mengikuti dari belakang.


Ling berhenti di depan villa, sementara mobil yang mengikutinya berhenti beberapa meter dari villa.


Ling turun dan masuk ke dalam, dia memperbaiki semua posisi kamera CCTV yang terpasang di dalam Villa. Dia lalu menemui Vivian yang saat itu sedang berada di kamar Su Li Xia.


"Nona Ling!" ucap Vivian kaget karena tidak mengetahui kedatangan Ling.


"Kau ingat kata-kataku barusan?"


"Iya, saya sudah mengingatnya." jawab Vivian gugup.


"Aku akan pergi sekarang. Jangan luoa untuk mengunci pintu kamar!" ucap Ling sekali lagi mengingatkan, sebab dia khawatir terhadap keselamatan wanita muda itu.


"Baik Nona Ling." jawab Vivian dengan wajah bingung dan penasaran, namun dia tidak berani bertanya kepada Ling.


Sementara itu, di parkiran depan rumah sakit. Su Li Xia masih duduk di dalam mobil, Lu Xuan Cheng berdiri di samping pintu mobil.


"Buka!" pinta Lu Xuan Cheng sambil mengetuk kaca jendela.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2