
Su Li Xia menghubungi Ling, dia menunggu beberapa saat sebelum Ling menjawab telepon.
"Ling, temui aku di rumah sakit!" perintah Su Li Xia setelah Ling menjawab panggilan telepon darinya.
"Nona, sepertinya saya tidak sempat menemui anda. Saya sudah mengirimkan semua rekaman CCTV ke email anda. Terima kasih karena Nona sudah menjaga saya selama ini."
Ling tidak lagi bersuara, Su Li Xia menyadari jika ada sesuatu yang terjadi kepada asistennya itu.
Su Li Xia langsung berdiri, dia berlari keluar dari kamar. Lu Xuan Cheng mengikuti Su Li Xia. Setelah sampai di luar, Su Li Xia melihat ke kanan kiri, mencari mobil taxi yang bisa dia tumpangi. Menyadari jika Su Li Xia sedang panik, Lu Xuan Cheng menarik lengan wanita itu, dia membawa Su Li Xia ke arah mobil miliknya.
Lu Xuan Cheng membuka pintu mobil. "Masuk!" ucapnya kepada Su Li Xia. Wanita itu langsung naik ke mobil, begitu juga dengan Lu Xuan Cheng yang mengambil alih posisi mengemudi.
"Ke mana?" tanya laki-laki itu.
"Moon Building." jawab Su Li Xia.
Mobil segera meluncur, 15 menit kemudian mereka tiba dia tempat tujuan. Su Li Xia turun dari mobil, dia berlari menuju ke apartement Ling. Tanpa mengetuk, Su Li Xia langsung membuka pintu apartement milik Ling yang memang dia ketahui kode paswordnya.
Ling tergeletak di lantai, dia memegang perutnya yang berdarah. Su Li Xia segera melakukan pengobatan pertama, dia menutup luka di perut Ling yang kelihatannya disebabkan oleh senjata api.
Lu Xuan Cheng kehilangan jejak Su Li Xia, dia tertinggal saat wanita itu naik ke dalam lift. Lu Xuan Cheng mencari mulai dari lantai 1 Moon building hingga ke lantai 8. Pintu Lift terbuka, Lu Xuan Cheng hendak keluar namun dia menghentikan langkahnya. Laki-laki itu menatap lurus ke depan, Su Li Xia berdiri di depan pintu sambil menggendong tubuh Ling dengan kedua tangan.
Lu Xuan Cheng segera mengambil alih, dia mengangkat tubuh Ling dari tangan Su Li Xia. Mereka lalu menuju ke rumah sakit, kebetulan rumah sakit yang terdekat adalah rumah sakit tempat Su Li Xia di rawat.
Sudah 2 jam Su Li Xia menunggu di depan ruang operasi, Lu Xuan Cheng menemani di sampingnya. Dia mengirim pesan kepada George, meminta asistennya itu untuk membelikan minuman dan makanan.
Beberapa menit kemudian, George tiba di ruang tunggu. Dia membawa 2 gelas kopi dan satu bungkus plastik berisi beberapa potong sandwich di dalamnya.
Lu Xuan Cheng mendekati Su Li Xia, dia menyuruh wanita itu untuk makan dan minum dulu meski hanya sedikit. Su Li Xia menerima sandwich dari tangan Lu Xuan Cheng, dia menggigit dan mengunyah perlahan tanpa berbicara.
__ADS_1
"Minum ini!" Lu Xuan Cheng memberikan satu gelas kopi kepada Su Li Xia. Wanita itu mengambil dan langsung meminum kopi itu tanpa berkata-kata.
Setelah menghabiskan semua makanan, Lu Xuan Cheng bertanya kepada wanita di sampingnya. "Mau nambah?"
Su Li Xia menoleh ke samping, menatap wajah laki-laki itu. "Tidak, Terima kasih."
"Kamu tampak sangat tenang dalam situasi ini." ucap Lu Xuan Cheng.
"Apa yang salah dengan sikap tenang saya? Apakah saya harus merasa panik?" Su Li Xia menaikkan alisnya, dia benar-benar tidak mengerti apa maksud Lu Xuan Cheng berkata seperti itu.
"Biasanya, manusia akan panik jika berada di posisi mu." jelas Lu Xuan Cheng.
"Aku tidak perlu panik karena aku tau peluru itu tidak menyentuh organ dalam Ling. Jadi tidak ada hal buruk yang akan terjadi kecuali dokter yang mengoperasi Ling adalah dokter gadungan." jawab Su Li Xia dengan sangat yakin.
Lu Xuan Cheng segera menyadari ada yang aneh dari kata-kata Su Li Xia, dia menatap wanita itu lalu bertanya kepadanya.
"Ah, sial! Aku malah keceplosan." benak Su Li Xia.
Su Li Xia tersenyum, dia lalu menjawab. "Itu karena aku memiliki mata tembus pandang."
Jawaban ini tentunya dianggap sebagai candaan bagi Lu Xuan Cheng, namun sebenarnya Su Li Xia memang benar-benar memiliki kekuatan itu. Dia menyadari kekuatannya ketika dia masih berusia 5 tahun.
"Apakah matamu juga bisa melihat tubuh ku meskipun aku sudah memakai pakaian lengkap?" goda Lu Xuan Cheng.
"Ya, aku melihat semuanya." jawab Su Li Xia berbohong.
Mata tembus pandang hanya bisa digunakan ketika Su Li Xia sangat fokus menatap benda tersebut, jadi tidak semua benda terlihat tembus pandang olehnya.
Lu Xuan Cheng tertawa lalu tersenyum, senyuman tulus yang pertama kali dalam hidupnya. Su Li Xia bahkan sedikit terpesona melihat senyuman di wajah laki-laki itu.
__ADS_1
Su Li Xia menatap Lu Xuan Cheng yang masih tersenyum. "Sering-seringlah tersenyum seperti ini, wajahmu terlihat tampan saat kau tersenyum dengan tulus." ucap Su Li Xia secara tiba-tiba.
Mendengar kata tampan membuat wajah Lu Xuan Cheng menjadi merah. Dia mengalihkan wajahnya ke arah lain agar tidak ketahuan jika dirinya sedang malu karena pujian dari Su Li Xia.
Setelah terdiam beberapa saat, Lu Xuan Cheng bertanya kepada Su Li Xia.
"Apa hubungan mu dengan Su Li Xia? Kenapa nama kalian sama? Bahkan marga kalian juga sama."
"Dia adik tiriku." jawab Su Li Xia singkat.
Lu Xuan Cheng langsung menoleh, menatap Su Li Xia. "Kalian bersaudara?" tanya laki-laki itu dengan wajah terkejut.
"Iya, aku kakak tirinya."
Su Li Xia merasa heran, kenapa laki-laki di sampingnya ini begitu terkejut mendengar jika Su Li Xia adalah adik tirinya.
"Ya ampun, bisa-bisanya aku menyukai kakak dan adik secara bersamaan. Aku bahkan lebih buruk dari seorang bajingan" benak Lu Xuan Cheng.
Seorang dokter keluar dari ruang operasi, Su Li Xia segera berdiri lalu bertanya kepada dokter. "Apakah Ling baik-baik saja?"
Dokter mengangguk, dia melepaskan masker lalu menjawab pertanyaan dari Su Li Xia. "Peluru hanya menembus di kulit dan tidak mengenai organ tubuhnya. Peluru itu juga sudah di keluarkan jadi pasien akan baik-baik saja sekarang."
"Terima kasih dokter." ucap Su Li Xia sambil tersenyum.
Ling di bawa ke kamar perawatan, Su Li Xia meminta agar kamar Ling dan kamar adiknya di gabungkan saja. Lu Xuan Cheng awalnya ingin menolak, namun akhirnya dia mengikuti keinginan dari Su Li Xia karena wajah wanita itu membuat hati Lu Xuan Cheng lemah.
"Tolong jaga mereka berdua. Ada hal penting yang harus aku lakukan." ucapnya kepada Lu Xuan Cheng.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1