Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 74


__ADS_3

Tayangan semua stasiun televisi di negara X saat ini memperlihatkan situasi di rumah mewah yang menjadi tempat Chen Han Nie mengeluarkan semua keluh kesahnya. Begitu pula dengan semua situs video online, hanya ada tayangan live dari kamera CCTV yang di pasang oleh Ling di rumah mewah tersebut.


"Chen Han Nie, tamat sudah riwayatmu!" benak Su Li Xia.


Sementara itu, Lu Xuan Cheng menginjak pedal gas semakin dalam. Dia mempercepat laju mobilnya menuju ke tempat Su Li Xia berada. "Kumohon, jangan sampai terjadi apa-apa dengannya." benak Lu Xuan Cheng.




Ling masih berada di kamar rumah sakit, dia memantau semuanya dari layar laptop yang baru saja dia minta kepada pengawal. Ling sedikit khawatir dan cemas, karena nyawa Su Li Xia saat ini sedang berada dalam bahaya. Tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, sebab Su Li Xia sudah memberinya perintah.


"Jangan datang kemari, tetaplah di rumah sakit. Tolong jaga tubuh adikku serta bayiku yang masih berada di dalam rahimnya. Aku akan menarik Chen Han Nie ke neraka yang dia ciptakan, tunggulah dengan tenang dan sabar! Aku pasti akan kembali dengan selamat."


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar. Nona, saya akan menuruti perintah." gumam Ling.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Su Li Xia, kau tidak seharusnya dilahirkan! Karena kau hanya menjadi penghalang di antara hubunganku dan juga suamiku. Jika saat itu ibumu tidak hamil, dia pasti akan segera meninggalkan He Shin. Tapi sayangnya, kau malah sedang berada di dalam rahim ibumu, membuat semua rencana ku gagal dan berantakan, kau memang pembawa sial!"


Chen Han Nie mengeluarkan pistol kecil dari dalam tasnya, dia mengarahkan ujung pistol ke tengah kening Su Li Xia. "Setelah kau mati, aku akan menjadi pemilik dari semua kekayaanmu. Kau, pergilah ke neraka dan cari ibumu yang bodoh dan dungu itu." ucapnya sembari menarik pelatuk di atas pistol.


"Brakkk! Brukkk!"


Suara keributan dari luar membuat Chen Han Nie tidak fokus, dia menatap ke arah pintu untuk melihat siapa yang membuat keributan.


"Bammm!"


"Apa yang kau lakukan di sini? Cepat menyingkir!" pinta Su Li Xia dengan wajah panik.


"Shtttt! Jangan berisik, aku akan melindungimu!" ucap Lu Xuan Cheng sambil tersenyum.


Chen Han Nie tersenyum sinis, dia menyeringai dengan satu sudut bibir terangkat ke atas. "Ada pahlawan kesiangan rupanya! Kalau begitu, aku akan membunuh laki-laki ini lebih dulu agar dia bisa menemanimu ke akhirat." ucapnya yang lalu menembakkan pistol ke arah Lu Xuan Cheng.


"Tidak, minggir!" teriak Su Li Xia sambil mengerahkan semua sisa tenaganya untuk mendorong tubuh Lu Xuan Cheng.

__ADS_1


Tubuh Lu Xuan Cheng terjatuh ke samping, peluru tepat mengenai jantung Su Li Xia. Lu Xuan Cheng segera menahan tubuh Su Li Xia yang hampir ambruk. "Bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit!" ucapnya dengan wajah panik.


"Hahaha...! Kau kira kau bisa keluar dari sini hidup-hidup?"


Chen Han Nie tertawa keras karena mendengar kata-kata dari Lu Xuan Cheng. Dia tidak mengira jika polisi sedang menuju ke sana dan juga anak buah dari Lu Xuan Cheng yang baru saja tiba. Puluhan laki-laki menyerbu masuk ke dalam, mereka segera mengamankan Chen Han Nie. Pistol di tangan wanita itu kini berada di tangan Lu Xuan Cheng.


Lu Xuan Cheng mengarahkan pistol ke dahi Chen Han Nie. Dia berniat untuk membunuh wanita itu, namun sebuah tangan menahannya saat dia akan menarik pelatuk dari pistol di tangannya.


"Jangan melakukan hal bodoh, dia tidak layak untuk mengotori tanganmu!" ucap Su Li Xia sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.


"Su Li Xia! Su Li Xia!" panggil Lu Xuan Cheng dengan wajah yang ketakutan. Dia segera menggendong tubuh kecil Su Li Xia menuju ke mobil. Sementara anak buahnya mengikat Chen Han Nie di sebuah kursi, menunggu sampai polisi datang untuk mengamankan wanita itu.


Lu Xuan Cheng keluar dari pintu rumah, dia melihat mobil George terparkir di sana. George baru saja tiba, dia segera turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Lu Xuan Cheng.


"Ke rumah sakit! Cepat!" teriak Lu Xuan Cheng dengan wajah cemas.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2