Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 49. Balas Dendam Lu Xuan Cheng


__ADS_3

"Tidak sengaja? Kalau begitu, aku akan melemparkan tubuhmu ke dalam sana secara 'tidak sengaja'! Kau akan memaafkan aku juga kan? Karena aku ti-dak se-nga-ja melakukannya!" ucap Lu Xuan Cheng dengan menekankan kata "tidak sengaja" berulang kali.


"Ja... Jangan, saya mohon maafkan saya Tuan. Saya bersalah, saya mohon ampuni saya sekali ini saja!" ucap Mandy sambil berlutut, dia menangis ketakutan ketika melihat arah yang di tunjuk oleh Lu Xuan Cheng.


Sebuah kandang besi yang luas, dengan beberapa ekor serigala di dalamnya. Mulut serigala itu meneteskan air liur, memperlihatkan taring-taring tajam yang menakutkan. Membuat Mandy bergidik ngeri, bahkan hanya dengan mendengar ancaman dari Lu Xuan Cheng.


"Kalau kau masih mau hidup, sebaiknya kau tanda tangani surat ini!" ancam Lu Xuan Cheng, dia melempar sebuah kertas yang berisi pengakuan Mandy yang telah berusaha membunuh Su Li Xia.


Mandy yang ketakutan, segera menanda tangani surat tanpa membaca isinya. Dia lalu kembali memohon untuk di ampuni.


Lu Xuan Cheng tertawa puas melihat ketakutan di wajah Mandy, dia lalu memberikan perintah kepada George. "Lempar dia ke laut, bersama pria ini!" tatapan Lu Xuan Cheng mengarah ke pengemudi truk.


George mengerti, dia lalu menyeret kedua orang itu keluar setelah membuat mereka tertidur dengan obat bius.


Lu Xuan Cheng keluar dari ruangan, dia menelepon seseorang. "Datang ke tempat lelang satu jam lagi!" ucapnya dengan nada dingin. Telepon itu lalu di matikan tanpa mendengar jawaban dari orang yang dia hubungi.


Lu Xuan Cheng masuk ke dalam mobil putih, dia melajukan mobil ke tempat lelang. Sementara George masih berada di atas kapal, dia membawa laki-laki dan perempuan yang masih dalam keadaan pingsan.


Sesampainya di tengah laut, George membangunkan kedua orang itu. Dia menyiram air laut ke wajah Mandy dan si pengemudi secara bersamaan.


"Phuiii...! Apa ini? Asin sekali!" keluh Mandy yang baru saja tersadar.


"Salahkan diri kalian yang salah mengusik orang!" ucap George. Pria itu lalu mendorong kedua tahanan itu hingga terjatuh ke laut.


George lalu menghidupkan mesin, dia berlayar kembali ke darat. Meninggalkan kedua manusia itu untuk menjadi makanan hiu. Sesampainya di pelabuhan, George segera masuk ke dalam mobil, dia menyusul Tuan Muda yang meminta untuk datang ke tempat pelelangan.


Di sebuah ruangan, seorang pria paruh baya sedang berlutut dengan kepala yang terluka. Pria itu bernama Cheng Bo, ayah dari Mandy. Surat yang di tanda tangani oleh Mandy berada di depan pria itu.


"Tuan Muda Lu, tolong selamatkan saya. Saya tidak akan mempermasalahkan nyawa putri saya yang sudah meninggal. Hanya tolong selamatkan nyawa saya. Saya benar-benar tidak tau apa-apa mengenai masalah ini." ucap Cheng Bo sambil gemetaran.


"Kau tidak tau? Menurut penyelidikan, kau lah orang yang memperkenalkan supir truk itu! Kau benar-benar tidak tau?"

__ADS_1


Lu Xuan Cheng membenamkan ujung rokok yang masih menyala ke wajah Cheng Bo yang sedang berlutut di hadapannya. Pria itu tentu saja kesakitan, tapi dia menahan suaranya agar tidak membuat Lu Xuan Cheng semakin marah.


"Saya akan mrmberikan apa saja yang anda mau, tolong ampuni nyawa saya!" ucap Cheng Bo yang mulai menangis karena kesakitan dan takut dengan emosi Lu Xuan Cheng.


"Apa saja ya? Kau benar-benar akan memberikan apa saja?" tanya Lu Xuan Cheng sambil tersenyum licik.


"Ya, ya, saya akan memberikan semua yang anda minta." jawab Cheng Bo dengan tergesa-gesa.


"Hahaha... Kalau begitu, kau harus berlutut di depan gedung perusahaanmu lalu berteriaklah dengan kencang, katakan jika putrimu seorang pembunuh!" ucap Lu Xuan Cheng.


"Baik, saya akan melakukannya." jawab pria itu lagi tanpa berpikir.


"Tapi... Kau harus melepaskan semua pakaianmu. Semuanya!" tambah Lu Xuan Cheng dengan wajah dingin.


"Baik Tuan, saya akan...!" Cheng Bo terdiam setelah mencerna kata dari Lu Xuan Cheng. "Tuan Muda Lu, apa maksudnya? Saya harus telanjang di depan perusahaan saya sendiri?" tanya pria itu dengan bola mata yang bergetar.


"Tepat sekali, jika kau masih mau hidup, lakukan sesuai perintahku. Jika kurang satu hal saja, kau akan menjadi makanan untuk serigala peliharaanku!" tegasnya dengan senyuman yang membuat Cheng Bo merinding ketakutan.


"Sebaiknya kau bunuh saja aku!Dasar pria sialan! Kau sengaja mempersulitku, kau memang iblis! Iblisss!" teriak Cheng Bo ketika George menariknya keluar.


"Berhenti!" perintah Lu Xuan Cheng dengan wajah yang semakin dingin.


"Aku berubah pikiran, bawa dia ke gudang! Masukkan dia ke dalam kandang, pasukan serigala ku sangat menyukai daging segar!" ucap Lu Xuan Cheng dengan wajah serius.


"Ti... Tidak! Jangan...!!! Aku mohon lepaskan aku. Tolonggg! Aku minta maaf Tuan Muda Lu, tolong lepaskan aku!"


"Bammmm!"


Pintu di tutup oleh George setelah menarik pria itu keluar. Lu Xuan Cheng duduk di atas sofa, dia mematikan puntung rokoknya yang masih menyala.


"Siapapun yang berani menyakiti orang-orangku, tidak akan pernah ku maafkan!" benak Lu Xuan Cheng.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ling, aku akan keluar mencari apartemen yang dekat dari sini. Tolong selesaikan laporan ini untuk ku!" ucap Su Li Xia sambil mengambil tas dan ponsel.


"Baik, Nona!" jawab Ling tanpa banyak bertanya.


Su Li Xia berjalan keluar dari ruangan, dia bertemu dengan Chen Han Nie yang saat itu baru saja datang.


"Minggir!" perintah wanita itu kepada Su Li Xia yang berdiri di depan pintu.


"Maaf, orang asing di larang masuk!" jawab Su Li Xia dengan wajah dingin dan tatapan yang seakan hendak membunuh Chen Han Nie saat itu juga.


Mengingat wanita ini adalah pembunuh ibunya sekaligus hampir saja membunuhnya.


"Jika bukan karena Gu Yu Lin memerintahkan seorang pelayan untuk menukar makanan ku, mungkin sekarang, aku sudah berada di akhirat." benak Su Li Xia.


Meski Su Li Xia tidak begitu setuju dengan cara yang di gunakan oleh Gu Yu Lin, dia tetap merasa bersyukur karena berkat wanita itu, dia masih hidup sampai sekarang.


"Seharusnya makanan ku di tukarkan dengan makanan Chen Han Nie. Aku sedikit merasa bersalah, mengingat adik tiri ku itu masih berusia 4 tahun ketika meninggal dunia." benak Su Li Xia.


Chen Han Nie berjalan mendekat, dia mengingat wajah Su Li Xia. Wanita yang sudah mempermalukan dirinya tempo hari.


"Kau ini hanya karyawan di sini, apa hak mu melarang aku masuk di kantor anakku sendiri?" hardiknya dengan nada tinggi.


"Hahaha...!"


Su Li Xia tertawa dengan wajah sinis, dia lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Chen Han Nie .


"Kau ini benar-benar tidak tau malu ya! Siapa pula yang sudi menjadi anak dari seorang pembunuh!" bisiknya dengan suara kecil namun cukup untuk membuat jantung Chen Han Nie seakan berhenti.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2