
Isi diary
Aku berkenalan dengan seorang wanita yang bernama Alice. Berbeda denganku yang pendiam, wanita itu selalu terlihat ceria. Senyum di wajahnya begitu tulus dan terlihat ramah. Kami berada di kelas yang sama, Alice selalu menyapa ketika melihatku meskipun aku sering mengabaikan dirinya.
Tak terasa kami sudah menjalin persahabatan selama 1 tahun, Alice masihlah tetap sama seperti saat pertama kali aku melihatnya. Wanita yang penuh dengan keceriaan dan bersikap ramah terhadap siapa pun.
Hari ini, kami bertemu dengan seorang laki-laki yang bernama Su He Shin. Laki-laki itu memiliki wajah yang tampan, tubuhnya juga tinggi dan berotot. Membuat mata para wanita melirik ketika dia berada di sekitar.
Meski banyak wanita yang mengejarnya, namun Su He Shin hanya tertarik dengan Alice. Dia selalu mengikuti Alice di mana pun dan kapan pun. Hingga suatu hari, Alice akhirnya menerima lamaran dari Su He Shin.
Setelah dua tahun bertunangan, Su He Shin dan Alice merencanakan pernikahan mereka. Aku turut bahagia melihat Alice yang akan segera mendapatkan keluarga baru, sebab Alice yang ku kenal ceria itu terkadang memiliki kesedihan di matanya.
Kesedihan itu, terlihat ketika aku menceritakan betapa bahagianya keluarga yang ku miliki. Alice hidup sebatang kara, tanpa orang tua ataupun sanak saudara. Hal itu membuatnya bersedih di kala melihat seseorang bersama keluarga mereka.
Aku sebagai sahabat Alice, berharap dan mendoakan kebahagiaannya. Aku berharap dia akan memiliki sebuah keluarga yang harmonis, yang akan membuat senyuman di wajahnya semakin ceria.
Menjelang hari pernikahan, aku memberikan sebuah hadiah yang sangat membekas di hati Alice. Hadiah yang berbentuk sebuah tamparan! Untuk pertama kalinya, aku menampar wanita yang sudah bersahabat denganku selama 3 tahun lamanya.
Di hari pernikahan mereka, aku mengetahui kebusukan Su He Shin, pria itu telah memiliki seorang anak dari wanita lain yang bernama Chen Han Nie. Aku meminta Alice untuk membatalkan pernikahan, namun dia menolak dengan tegas.
__ADS_1
Tanpa sadar, aku menampar wajah sahabat ku. Aku hanya ingin menyadarkan dirinya, dia tidak akan bahagia jika masih bersama dengan pria brengsek itu. Namun Alice berkata jika dia sangat mencintai Su He Shin, dia tidak sanggup untuk melepaskannya. Apalagi saat ini dia sedang mengandung buah hati mereka.
Aku pun tersentak, terkejut mendengar jika Alice sedang hamil. Tidak ada lagi yang bisa ku lakukan untuk menyelamatkan sahabatku itu dari jurang penderitaan. Akhirnya aku hanya diam, pernikahan mereka pun berjalan dengan semestinya.
Setelah menikah, persahabatan kami tetap utuh seperti biasanya. Aku sering menemui Alice yang di kala itu sedang mengandung anak pertama. Setelah beberapa bulan pernikahan, senyum ceria di wajah Alice mulai berkurang. Hingga akhirnya, keceriaan itu lenyap tak bersisa ketika anak pertama Alice lahir di dunia.
Su Li Xia, nama dari anak yang dilahirkan oleh Alice. Anak yang seharusnya menjadi sumber kebahagiaan bagi ibu mereka, namun ternyata membawa petaka baru bagi Alice. Karena dia melahirkan seorang anak perempuan, Alice disalahkan oleh Su He Shin dan kedua orang tuanya.
Keluarga Su He Shin menginginkan seorang anak laki-laki agar bisa menjadi seorang alih waris. Kelahiran Su Li Xia, menjadi alasan bagi Su He Shin untuk mencari istri kedua.
Alice tak dapat menolak permintaan itu, namun dia juga tidak mengizinkan. Alice diam saja ketika melihat Su He Shin membawa pulang wanita lain.
Dalam hati tentunya dia merasa sakit dan tak rela, namun apa yang bisa dilakukan oleh orang seperti dirinya yang hanya sebatang kara tanpa orang tua maupun sanak saudara? Bertahan dan hanya bertahan demi anak dan suami yang dia cintai.
Larut dalam kesedihan, aku pergi ke sebuah klub malam. Aku menghabiskan berbagai macam minuman beralkohol yang membuatku berakhir di sebuah kamar hotel bersama seorang pria. Sialnya, pria itu adalah suami Alice, Su He Shin.
Aku meminta pria itu untuk melupakan semua kejadian malam ini. Su He Shin menatapku tanpa berkata-kata, seolah dia lah yang menjadi korban. Aku pun pergi dari sana tanpa menunggu jawaban. Aku merasa hancur karena kehilangan sesuatu yang terus ku jaga selama puluhan tahun, namun semua itu akibat dari kesalahan ku sendiri.
Sebulan telah berlalu sejak aku mabuk dan tak sadarkan diri hingga berakhir di sebuah kamar bersama seorang pria bajingan. Ternyata kesialan ku belum habis, aku malah hamil benih dari bajingan itu. Ingin rasanya aku mati saja saat mengetahui di dalam perutku sedang tumbuh bayi dari pria yang ku benci.
__ADS_1
Aku pergi ke rumah lama Alice, rumah yang sederhana namun terasa hangat. Di sana, aku menangis mengeluarkan semua rasa sakit di hati, hingga akhirnya aku tertidur. Saat terbangun, hari sudah mulai terang. Aku menatap sekeliling ruangan, mengingat kembali hari-hari bahagia kami.
Tanpa sengaja, mataku menatap sebuah surat yang di letakkan begitu saja di atas meja. Penasaran dengan isi surat, aku pun membuka dan membaca surat itu.
Isi surat
Untuk teman yang aku sayangi, Gu Yu Lin. Jika kamu membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. Saat itu terjadi, aku mohon kepadamu, Tolong jaga putriku!
Aku merasa sesak beberapa hari belakangan, sesuatu dalam tubuh ku terasa aneh. Setiap malam rasa sakit yang menusuk di dada membuatku sulit untuk terlelap.
Semua rasa sakit ini dimulai tidak lama setelah Chen Han Nie tinggal di rumah. Aku merasa curiga kepada wanita itu, mungkin saja dia yang telah diam-diam meracuni makanan atau minumanku. Tapi aku tidak memiliki bukti untuk menuduhnya.
Saat ini, aku merasa tubuhku semakin berat dan lelah. Sepertinya hidupku akan segera berakhir kapan saja, jadi aku datang ke sini dan menulis surat ini. Jika kamu membacanya, tolong jaga putriku, Su Li Xia.
Terima kasih untuk segalanya. Jika memang benar ada kelahiran lagi setelah kematian, aku berharap bisa menjadi sahabatmu lagi di kehidupan berikutnya.
^^^Alice Du^^^
Setelah membaca surat itu, aku baru menyadari jika semua ini ulah dari wanita itu. Betapa bodohnya aku, seharusnya aku membalas wanita jahat itu, bukannya malah bersedih atas semua yang telah terjadi.
__ADS_1
Hari-hari berlalu, aku selalu menatap Su Li Xia dari kejauhan. Putri milik Alice yang sudah ku anggap sebagai putriku sendiri. Tapi aku tidak berani bertatap muka dengannya, aku merasa malu. Malu karena di dalam rahimku tertanam anak haram milik ayahnya.
^^^BERSAMBUNG...^^^