
"Biar aku saja yang membuka pintunya." ucap Su An Jie yang langsung berjalan ke depan.
"Ceklek!" Su An Jie membuka pintu secara perlahan sambil mengintip ke luar, dia menatap wajah seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan pintu. "Anda siapa?" tanya Su An Jie yang tidak mengenal wajah orang asing di depannya.
"Saya George, asisten dari Tuan Muda Lu. Saya di tugaskan untuk menjemput Nona Su Li Xia." jawab George dengan tatapan dingin.
Melihat sikap dingin dari laki-laki di depannya membuat Su An Jie sedikit tidak tenang. Dia langsung berbohong kepada George tanpa sadar. "Kakak Li Xia sedang tidak ada di sini."
"Benarkah? Tapi saya baru saja melihat CCTV keamanan, saya melihat Nona Su masuk ke dalam apartemen dan belum keluar sampai sekarang." tampik George secara langsung.
Su An Jie mundur perlahan, dia berniat menutup pintu sebelum George melangkah masuk ke dalam. Namun niatnya langsung terbaca oleh George, laki-laki itu segera menahan pintu dengan kedua tangannya agar tidak tertutup.
George melirik ke samping kiri, ternyata dia tidak datang sendirian. George membawa dua orang anak buah yang berwajah sangar dan bertubuh kekar. Mendapat tanda isyarat dari Bos mereka, kedua pria tersebut langsung mendorong pintu dengan tenaga penuh.
__ADS_1
Su An Jie terbanting ke belakang, kepalanya membentur lantai yang sudah di lapisi dengan karpet tebal berwarna coklat tua. "Kakak, cepat kabur!" jerit Su An Jie agar Su Li Xia bisa segera melarikan diri.
Mendengar jeritan adiknya, Su Li Xia menjadi panik. Dia segera berlari menuju ke ruangan depan untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana. Su Li Xia berhenti melangkah ketika melihat wajah salah satu pria yang dia kenal.
"Mau apa kalian kemari? Membuat keributan?" tanya Su Li Xia dengan sorot mata yang tajam.
"Kami di minta untuk menjemput Nona, silakan ikut dengan kami." ucap George dengan wajah datar tanpa berekspresi.
"Kenapa aku harus mengikuti kalian? Memangnya kalian ini siapa?" tanya Su Li Xia dengan tatapan dingin.
Kedua pria sangar tersebut ikut maju, mereka menatap Su Li Xia bagaikan hewan buas yang sedang menatap binatang buruan.
"Bawa Nona Su, tetapi jangan melakukan kekerasan!" perintah George kepada kedua anak buahnya.
__ADS_1
"Baik Tuan!" jawab kedua pria sangar dengan sikap tegak.
Su Li Xia tersenyum sinis, dia menatap ketiga tamu tak di undang itu dengan sorotan mata yang tajam. "Kau pikir kau bisa menangkap ku hanya dengan kalian bertiga saja?" tanya Su Li Xia yang menyepelekan ketiga pria di hadapannya.
"Maafkan kelancangan kami!" seru George, dia lalu menyerang Su Li Xia dengan sebuah tali tambang untuk menangkap wanita itu.
Su Li Xia menghindar dengan sangat cepat, Ling yang masih memegang pisau buah segera maju untuk melindungi Nona Mudanya. "Majulah jika kalian sudah bosan hidup!" ucap Ling sembari menodongkan pisau yang berada di tangannya.
Su Li Xia melirik ke arah Su An Jie, dia melompat ke tempat adiknya berdiri lalu menariknya berlari menuju ke kamar. "Masuk dan kunci pintunya. Apapun yang terjadi, jangan keluar dari sana!" perintah Su Li Xia kepada Su An Jie.
Su An Jie segera menurut karena dia tidak ingin menjadi beban bagi kakaknya dan juga Ling. Su Li Xia berlari menjauh dari pintu kamar karena mendengar suara langkak kaki yang sudah mendekat ke arahnya. Dia tidak ingin mereka menjadikan Su An Jie sebagai sandera untuk mengancamnya.
"Awwwwww!"
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^