
Tawa yang sejak tadi di tahan, kini meledak tanpa bisa dia kendalikan. Apalagi ketika melihat dua orang satpam yang kabur dengan berlari tunggang langgang seperti maling yang tertangkap basah, semakin besar keinginan Su Li Xia untuk tertawa.
Fu Shi Yang menatap wajah wanita yang sedang tertawa di depannya, wajah cantik yang kini semakin cantik lagi sebab tawanya membuat wajah itu terlihat manis dan menggoda. Pria itu tertegun sejenak melihat kecantikan wajah Su Li Xia, sebelum akhirnya dia terkejut dengan suara "Brukkk!"
Su Cang Cing terjatuh, pria itu pingsan karena terlalu marah dan emosi. Fu Shi Yang langsung menelepon mobil ambulans untuk membawa Su Cang Cing ke rumah sakit.
"Nona Su, anda tidak apa-apa di tinggal sendirian?" tanya Fu Shi Yang.
"Tidak apa-apa, aku sudah sering ditinggal sendirian." jawab Su Li Xia tanpa maksud apa-apa namun di salah artikan oleh Fu Shi Yang.
"Dia sering sendirian? Pasti karena semua orang di rumah ini tidak menyukainya, dia benar-benar kasihan." pikir Fu Shi Yang.
__ADS_1
"Nona Su, saya akan ..."
Belum sempat pria itu menyelesaikan kata-katanya, Su Li Xia segera memotong. "Tidak apa-apa, saya tidak takut di tinggal sendiri. Pak Fu silahkan melanjutkan pekerjaan anda." ucapnya secara langsung sebab dia tidak ingin pria itu berada di sampingnya.
Su Li Xia berencana menggeledah seluruh ruangan di rumah, kehadiran pria ini hanya akan mengganggu saja. Itu sebabnya Su Li Xia berharap agar Fu Shi Yang segera pergi dari sana.
Fu Shi Yang termenung sesaat, dia lalu mengeluarkan sebuah kartu nama dan diberikan kepada Su Li Xia. "Ini nomor ponsel saya, jika Nona Su berada dalam kesulitan, anda boleh menelepon saya kapan pun itu." ucapnya dengan nada tulus.
"Fu Shi Yang, anda boleh memanggil saya Kak Shi Yang atau Kak Yang Yang!" dengan senyum ramah dan wajah tampan yang mempesona, pria itu menatap mata Su Li Xia.
"Baik, Shi Yang... Kak Shi Yang!" ucap wanita itu perlahan dengan memaksakan diri.
__ADS_1
Baru pertama kali dia menyebut seorang pria asing dengan panggilan "Kak". Biasanya dia yang berumur lebih tua, namun kali ini dirinya masuk ke tubuh yang masih berusia 19 tahun. Membuatnya harus memaksakan diri untuk menyebut kata "Kakak".
Pria yang di panggil dengan sebutan Kakak itu tersenyum lebih manis lagi, dia lalu pamit setelah memastikan tidak ada orang berbahaya di sekitar rumah.
Tinggal Su Li Xia yang kini sendirian berada di dalam rumah besar itu. Tanpa menunda, wanita itu langsung menggeledah seluruh ruangan. Dimulai dari kamar milik Su Cang Cing, Su Li Xia melihat semua isi di dalam ruangan itu, mencari informasi yang bisa dia temukan.
Setelah beberapa menit berlalu, Su Li Xia menemukan sebuah ruang rahasia di kamar Su Cang Cing. Dia melihat sebuah tombol merah yang terletak di belakang foto keluarga. Begitu tombol itu di tekan, pintu menuju ke ruang rahasia langsung terbuka.
Su Li Xia masuk ke dalam, dia mencari sakral lampu di ruangan gelap itu. Dia lalu menekan tombol on begitu sakral di temukan di sudut dinding. Ruangan yang gelap kini menjadi terang, Su Li Xia terpaku melihat sesuatu yang ada di dalam ruangan itu. Matanya langsung membesar, melihat dengan takjub sekaligus tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1