Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 83


__ADS_3

Su Li Xia merasakan sakit di perut bawahnya, dia memegangi perutnya yang terasa nyeri sambil berjongkok di lantai.


"Nona Su!" panggil George yang khawatir melihat wanita di hadapannya tiba-tiba kesakitan, dia takut terjadi hal buruk dengan kehamilan Su Li Xia.


"Bammm!"


"Brukkk!"


Ling muncul mendadak dari belakang George, dia langsung memukul kepala laki-laki itu hingga George terjatuh dan pingsan dengan luka berdarah di bagian dahinya karena terbentur meja saat dia terjatuh.


"Nona, ayo pergi dari sini. Kita tidak bisa berada di sini lagi!" ucap Ling dengan napas yang memburu.


"Benar, aku tidak bisa terus menghadapi orang-orang ini. Mereka bukan orang-orang yang mudah di hadapi." benak Su Li Xia.


"Ayo berkemas, kita akan pergi sekarang juga!" perintah Su Li Xia sambil berlari menuju ke kamar.


Su Li Xia menyerahkan semua jabatan dan perusahaan kepada Su An Jie. Karena Chen Han Nie sudah mendapat hukuman seumur hidup, Su Li Xia merasa tenang meninggalkan perusahaan tanpa Ling dan juga dirinya.

__ADS_1


Ling membantu Su Li Xia berkemas, sementara dia sendiri tidak membawa barang apapun karena dia tidak pernah memiliki benda yang berharga selain Nona Mudanya. Su An Jie mempersiapkan semua dokumen palsu untuk mereka, dia meminjam mobil dari Su Guan Ji agar tidak terlacak oleh Lu Xuan Cheng.


George dan kedua anak buahnya di ikat oleh Ling dengan tali tambang yang tadinya di bawa oleh George untuk menahan Su Li Xia. Mereka bertiga di sekap di kamar kosong yang berada di dalam apartemen.


Su An Jie memberhentikan mobilnya di sebuah jalanan yang sepi, dia mengendarai mobil Su Guan Ji dan membawa paspor palsu untuk Su Li Xia dan juga Ling. Setelah selesai membereskan semua dokumen penting, Su Li Xia dan Ling turun dengan lift dan langsung berjalan ke lorong sepi tempat Su An Jie berada.


Mereka sengaja menyuruh Su An Jie untuk menunggu di sana agar tidak terekam kamera CCTV. Setelah melihat mobil yang di bawa oleh Su An Jie, Su Li Xia dan Ling segera masuk ke dalam mobil.


Mobil melaju melintasi jalanan yang lumayan padat, Su An Jie menyalip satu persatu mobil yang berada di depan agar mereka bisa tiba di bandara lebih cepat. Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di bandara. Su Li Xia menutupi wajahnya dengan kacamata hitam dan topi petani. Sementara Ling menyamarkan dirinya sebagai seorang laki-laki.


Su An Jie tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah punggung kedua wanita yang sedang berlari mengejar pesawat. "Sampai jumpa lagi, Kak, Ling. Aku akan selalu menunggu kepulangan kalian." gumam Su An Jie dengan air mata yang berderai.


Su An Jie menghapus air matanya karena penglihatannya semakin buram tertutup genangan air di pelupuk mata. Tetapi tidak ada gunanya karena air mata itu terus mengalir keluar tanpa bisa dia kendalikan. Dia merasa sedih sebab harus berpisah lagi dengan Kakak yang baru saja dia temukan setelah berpisah selama beberapa bulan.


Su Li Xia masuk ke dalam pesawat bersamaan dengan Ling, dia mendapat kursi VIP yang sengaja dipesan oleh Su An Jie agar penerbangan jarak jauhnya terasa lebih nyaman.


Su Li Xia menatap dengan tatapan kosong ke luar jendela. Dia sedang memikirkan banyak hal yang dia sesali karena belum sempat di lakukan dalam hidupnya. Sementara Ling menatap wajah Nona Mudanya dengan raut wajah yang sedih.

__ADS_1


"Nona baru saja mendapatkan sedikit kebebasan, tetapi sekarang..." benak Ling. Dia lalu menghembuskan napas secara kasar. "Hufff!"


"Nona harus melarikan diri dari laki-laki mengerikan itu. Aku benar-benar merasa kasihan terhadap Nona yang tidak pernah merasa bahagia." lanjutnya berbicara dalam hati.


Pesawat akhirnya lepas landas, Su Li Xia dan Ling menatap keluar jendela dengan perasaan yang bercampur aduk. Su Li Xia merasa lega karena bisa melarikan diri, tetapi dia sedikit merasa bersalah terhadap bayinya yang harus terlahir tanpa sosok seorang ayah.


Sementara Ling merasa senang karena bisa pergi bersama Su Li Xia, tetapi dia juga merasa sedih sebab kasihan terhadap Nona Mudanya yang harus menjalani hidup di negara asing.


"Lu Xuan Cheng, semoga kau bahagia. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu." benak Su Li Xia.


...END SEASON 1...


Terima kasih buat teman-teman yang sudah meluangkan waktu berharga kalian untuk membaca karya ini. Nantikan kisah selanjutnya di season 2 yang akan segera hadir untuk teman-teman semua.


Mohon dukungannya dengan memberi Vote, Like dan Komentar yang banyak. Boleh juga memberi Gift apabila ikhlas dan berkenan❤❤❤✌️🤭


Sampai Jumpa di Season 2🙏

__ADS_1


__ADS_2