Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 18. Tawar menawar


__ADS_3

Nama penerima donor itu adalah Ji Yue Mei, ibu kandung Zhao Meng Cin. Wanita itu sudah lama menderita penyakit jantung yang parah, dokter menyarankan wanita itu untuk melakukan prosedur transplantasi jantung.


Setelah Zhao Meng Cin mengetahui jika ada jantung yang sangat cocok untuk ibunya, pria itu berusaha untuk mendekati wanita pemilik jantung tersebut.


Tanpa di duga, ibu dari wanita itu ternyata malah menawarkan anaknya dengan meminta sejumlah uang bayaran. Dengan cepat Zhao Meng Cin menyetujui syarat yang diminta oleh Lan Ching Mei.


Setelah menikah, tidak ada satupun hari di mana Su Li Xia diperlakukan dengan baik di rumah keluarga suaminya. Dia selalu dimarahi dan diperlakukan layaknya pembantu. Bahkan sikap mereka terhadap pembantu lebih baik dari pada perlakuan mereka ke Su Li Xia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Su Li Xia kembali ke tempat perjudian batu, seperti biasa wanita itu akan memilih batu yang dijual dengan harga paling murah.


Su Li Xia berkeliling sambil membawa satu keranjang dorong, dia memborong semua batu murah yang terlihat bersinar di matanya. Karena keranjangnya sudah penuh, Su Li Xia akhirnya berhenti memilih. Dia mendorong keranjang itu ke tempat pemotongan, di sana wanita itu diberikan kursi empuk untuk menunggu hingga semua batu selesai dipotong.


"Wow... Nona, anda benar-benar luar biasa!" ucap Wendy seorang wanita muda yang suka berjudi batu.


"Ini hanya kebetulan saja!" jawab Su Li Xia dengan rendah hati.


"Mana ada kebetulan yang seperti ini, anda pasti sangat berbakat dalam memilih batu." ucap Wendy.


Su Li Xia tersenyum, dia mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu dan berbisik, "Sebenarnya saya memiliki mata tembus pandang!"


"Be... Benarkah??" tanya Wendy dengan mata yang hampir keluar.


"Tentu saja.... Saya bohong! Hahaha... " jawab Su Li Xia sambil tertawa nakal.


Wendy menatap Su Li Xia dengan wajah kesal, dia kesal dengan kejahilan Su Li Xia namun dia sungguh mengagumi bakat wanita itu.


Seorang pria datang ke tempat duduk Su Li Xia, dia menyerahkan sebuah kertas kepadanya sambil berkata, "Nona, ini adalah daftar batu yang anda dapatkan."


"Tolong bantu aku untuk membawa semua batu ini ke tempat pelelangan!" ucap Su Li Xia.


"Se... Semuanya???" tanya pria itu seolah tak percaya.


"Iya, Se-mu-a-nya!" jawab Su Li Xia dengan menyebutkan satu persatu ejaan katanya.

__ADS_1


Pria itu mengangguk dengan cepat, "Bisa bisa bisa, saya akan membawa batu-batu ini ke sana sekarang juga!" ucapnya sambil mendorong keranjang batu itu menuju ke tempat pelelangan.


Su Li Xia mengikuti pria itu dari belakang, dia berjalan sambil melihat daftar batu yang ada di tangannya.


"Batu mata naga!" ucap Su Li Xia ketika melihat nama itu di salah satu daftar.


"Iya, ada batu mata naga diantara batu-batu di dalam keranjang ini. Nona benar-benar sangat ahli memilih batu mentah." sambung si pria itu ketika mendengar ucapan Su Li Xia.


"Aku menginginkan batu itu, tolong keluarkan dari daftar ini!" pinta Su Li Xia sambil menyodorkan kembali daftar batu yang ada di tangannya.


"Baik Nona, akan saya pisahkan batu itu nanti." jawab pria itu sambil mengambil daftar batu dari tangan Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng menatap ke arah Su Li Xia yang baru saja memasuki area pelelangan. Pria itu merasa terkejut melihat keranjang batu yang didorong oleh pria yang berjalan di depan Su Li Xia.


"Berapa banyak batu yang akan dia lelang kali ini?" tanya Lu Xuan Cheng dalam benaknya.


Su Li Xia memilih tempat duduk di lantai paling atas. Seorang pria menyerahkan batu mata naga kepadanya sambil berkata, "Nona, saya sudah menghapus batu ini dari daftar lelang."


"Kerja bagus, ini untukmu!" puji Su Li Xia sambil menyerahkan sejumlah uang kepada pria itu.


"Terima kasih Nona!" ucap pria itu dengan hati senang.


George menyerahkan selembar kertas kepada Lu Xuan Cheng sambil berkata, "Tuan muda, ini daftarnya!"


"Dia itu sudah gila ya?" ucap Lu Xuan Cheng dengan mata terbelalak.


George hanya bisa diam-diam tertawa melihat reaksi Lu Xuan Cheng yang tidak seperti dirinya.


"Aku ingin menemui wanita itu, bawa dia kemari!" perintah Lu Xuan Cheng.


"Baik Tuan muda." ucap George yang langsung pergi menyampaikan pesan ini kepada Su Li Xia.


"Kalau Tuanmu mau bertemu denganku, suruh saja dia yang datang kesini! Kenapa harus aku yang ke sana?" ucap Su Li Xia yang dengan tegas menolak setelah George menyampaikan pesan dari Lu Xuan Cheng.


"Maaf Nona, saya akan menyampaikan pesan anda kepada Tuan saya." ucap George dengan hati yang senang karena baru pertama kali Tuan mudanya mendapat penolakan.

__ADS_1


George kembali ke ruangan Lu Xuan Cheng, dia menyampaikan kata-kata Su Li Xia kepada pria itu.


"Hahaha!!"


Pria itu tertawa, kemudian dia berkata, "Wanita itu benar-benar tidak memiliki rasa takut atau dia tidak tau rasa takut itu seperti apa?" dengan wajah kesal bercampur rasa penasaran, pria itu akhirnya mendatangi tempat Su Li Xia.


"Maaf, boleh saya berbicara berdua dengan anda?" tanya Lu Xuan Cheng.


"Bukankah pria ini orang yang membayarku kemarin?" benak Su Li Xia.


"Apakah Nona masih akan menolak walaupun saya sudah datang sendiri ke sini seperti permintaan anda tadi?" tanya Lu Xuan Cheng.


"Anda adalah Tuan yang dimaksud oleh pria tadi?" tanya Su Li Xia.


"Benar, tadi saya yang memintanya untuk memanggil Nona." jawab Lu Xuan Cheng.


"Silahkan bicara!" ucap Su Li Xia dengan wajah dingin.


"Saya ingin membeli semua batu yang ada di daftar ini!" ucap Lu Xuan Cheng sambil memperlihatkan kertas daftar batu di tangannya.


Su Li Xia mengenali kertas itu, dengan wajah penasaran dia bertanya, "Kenapa anda ingin membeli semua batu itu?"


"Mari kita lanjutkan pembicaraan ini di tempat lain!" ajak Lu Xuan Cheng.


Su Li Xia berpikir sejenak, "Aku memang ingin menjual semua batu ini secepatnya. Jika menunggu antrian lelang, mungkin akan memakan waktu beberapa hari. Sebaiknya aku dengarkan saja dulu penawaran dari pria ini!"


Su Li Xia menyetujui ajakan Lu Xuan Cheng untuk berdiskusi di tempat lain, mereka menuju ke salah satu ruangan kosong yang ada di dalam gedung.


"Silahkan duduk!" ucap Lu Xuan Cheng.


"Kita langsung saja ke intinya, sebutkan harga penawaran dari anda!" ucap Su Li Xia setelah duduk di depan Lu Xuan Cheng.


"Hahaha...!" pria itu tertawa, dia kemudian berkata, "Ternyata Nona orang yang sangat tidak sabaran ya!"


Su Li Xia hanya duduk diam menunggu jawaban dari pertanyaannya, wajahnya menunjukkan kalau dia sedang tidak dalam mood untuk menemani orang lain mengobrol.

__ADS_1


"Saya akan membuat semua batu itu menjadi perhiasan, dari hasil penjualan perhiasan itu Nona akan menerima keuntungan sebesar 20% dari harga jual. Bagaimana? Apakah anda akan menerima tawaran ini?" ucap Lu Xuan Cheng dengan wajah serius.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2