Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 48. Pelaku


__ADS_3

Su Li Xia sempat melompat ke kursi penumpang ketika truk datang menghantam pintu mobil. Dia dalam posisi menunduk, memegangi kedua lututnya yang menekuk di atas kursi. Su Li Xia mengangkat wajah, dia melihat ke arah pengemudi truk, pria itu tersenyum. Mobil truk itu lalu di mundurkan oleh si pengemudi, bersiap untuk menabrak mobil hitam di depannya sekali lagi.


Mengetahui rencana licik dari si pengemudi, Su Li Xia segera turun dari mobil. Dia sempat meraih tas yang berisi ponselnya. Beberapa kali Su Li Xia mengambil foto si pengemudi beserta nomor plat dari truk. Meski niat awal wanita itu adalah menangkap pengemudi truk, dia segera mengurungkan pikiran itu sebab teringat dengan janin yang ada di dalam perutnya.


"Siapa yang menyuruh pria ini untuk membunuhku?" tanya Su Li Xia dalam hati.


Sementara itu, supir truk segera melarikan diri begitu tabrakan kedua gagal dilakukan. Su Li Xia menghela napas, lega karena dia tidak perlu lagi menghadapi pengemudi truk.


Dia melihat ke arah mobilnya, mobil hitam itu kini sudah hancur tak berbentuk. "Untung saja aku bisa keluar dengan selamat! Jika aku masih di dalam, mungkin nyawaku sudah melayang." pikirnya.


Sementara itu dari kejauhan seorang pria berlari kencang menuju ke sana. Pria itu terlihat panik, dia memanggil nama Su Li Xia berberapa kali sambil mencari keberadaan wanita itu di dalam mobil yang sudah menjadi besi bertumpuk.


Air mata terlihat di ujung matanya, membuat Su Li Xia tersentuh melihat kepanikan di wajah pria itu. Setelah beberapa menit mencari, pria itu berlutut di depan mobil. Air matanya terlihat semakin deras, dia menjambak rambut sendiri sambil menyebut nama Su Li Xia dan meminta maaf.


"Padahal aku berdiri di sini, dasar bodoh!" pikir Su Li Xia.


George baru saja turun dari mobil, dia langsung menyadari keberadaan wanita yang sedang di tangisi oleh Tuan Mudanya.


George memukul pelan pundak Lu Xuan Cheng, dia lalu berkata kepada Tuan Mudanya, "Nona Su Li Xia ada di sana!"


Lu Xuan Cheng segera berbalik, dia langsung berdiri dan memeluk Su Li Xia. Begitu lega hatinya ketika melihat wanita itu baik-baik saja. "Kau tidak apa-apa? Ada yang terluka?" tanya Lu Xuan Cheng sambil memutar-mutar tubuh Su Li Xia.


"Aku akan muntah jika kau terus memutar tubuhku!" jawab Su Li Xia.


"Apakah ini rasanya di khawatirkan oleh seseorang? Perasaan aneh ini, membuatku ingin menangis." benak Su Li Xia.


"Antarkan aku ke kantor!" pinta Su Li Xia.


Lu Xuan Cheng segera menyadari kebodohannya, dia lalu menarik lengan Su Li Xia untuk masuk ke dalam mobil. "Kau lelah? Kakimu sakit? Mau aku pijat?" tanyanya ketika mereka baru saja masuk ke mobil.


George menatap wajah Tuan Mudanya itu, dia tersenyum lucu melihat ekspresi di wajah Tuan Muda nya yang biasa hanya bersikap dingin dan berwajah datar.

__ADS_1


"Untung saja Nona Su Li Xia bisa membuat wajah itu mengeluarkan lebih banyak eskpresi. Tuan Muda terlihat lebih manusiawi sekarang!" batin George.


Su Li Xia menghubungi Ling setelah mengirimkan foto-foto tadi ke ponsel asistennya. "Ling, selidiki siapa pria itu dan siapa Tuan yang dia layani!" perintah Su Li Xia.


"Baik, Nona!" jawab Ling.


Tanpa dia sadari, Lu Xuan Cheng telah menyuruh seseorang menangkap pria pengemudi truk. Kini pria itu sedang di kurung di sebuah ruangan gelap, menunggu Lu Xuan Cheng untuk menanyai siapa yang merencanakan pembunuhan terhadap wanita miliknya.


Sesampainya di perusahaan, Su Li Xia langsung turun. Lu Xuan Cheng menahan lengannya, Su Li Xia berbalik menatap wajah pria itu. Dengan wajah kesal dia bertanya, "Kenapa kau menarik lenganku?"


"Cup!"


Sebuah kecupan langsung mendarat di bibirnya. Su Li Xia terdiam dengan detak jantung yang semakin kencang. "Pria ini sungguh berbahaya!" benak Su Li Xia.


Dia segera menarik lengannya lalu berjalan pergi. Lu Xuan Cheng menatap kepergian wanita itu sambil tersenyum. "Sampai jumpa nanti sore!" ucapnya dengan wajah bahagia. Namun wajah dinginnya segera menghampiri, begitu dia mengingat kejadian tadi.


"George, ayo kembali!" perintah Lu Xuan Cheng.


Di tatap oleh wajah dingin Lu Xuan Cheng membuat si pengemudi merinding. Dia segera menunduk dengan tangan dan kaki yang tiba-tiba saja gemetaran.


"Siapa orang yang menyuruhmu melakukan ini?" tanya Lu Xuan Cheng.


Si pengemudi bungkam, diam tanpa bersuara. Lu Xuan Cheng menjentik jari, George keluar dari ruangan, namun sesaat kemudian dia kembali dengan sebuah pisau kecil dan besi runcing.


"Jika kau tidak mengatakannya, aku akan membuatmu kesakitan hingga ke tulang-tulangmu!" ancam Lu Xuan Cheng sambil memegang sebuah pisau.


"Aku tidak tau!" jawab si pengemudi.


"Kau tidak tau? Kalau begitu kau harus menderita!" ucap Lu Xuan Cheng yang lalu menusukkan pisau di paha kiri si pengemudi.


"Akkkkkhhhh!!!!"

__ADS_1


Jeritan kesakitan pun keluar dari mulut pria itu. Lu Xuan Cheng kembali bertanya, "Siapa?"


Si pengemudi masih bungkam, dan sebuah tusukan lain pun mendarat di paha kanannya. Pria itu berteriak keras, membuat nyeri orang yang mendengar suara itu.


"Siapa?" tanya Lu Xuan Cheng lagi.


"Man... Mandy!" jawabnya yang lalu pingsan tak sadarkan diri.


Sementara itu, Ling baru saja melaporkan penemuannya kepada Su Li Xia. Dia berkata kepada Nona mudanya jika orang yang telah membayar si pengemudi adalah Mandy. Ling memberikan data pribadi Mandy kepada Su Li Xia.


Tanpa banyak berpikir, Su Li Xia lalu meminta kunci mobil Ling. Dia turun ke parkiran kemudian mengemudikan mobil Ling menuju ke rumah Mandy.


"Akan ku bunuh wanita gila itu!" benak Su Li Xia.


Setibanya di alamat rumah Mandy, Su Li Xia menekan bel rumah. Seorang wanita paruh baya membuka pintu lalu bertanya, "Anda siapa?"


"Saya mau mencari Mandy, tolong panggilkan dia!" jawab Su Li Xia dengan wajah dingin.


"Maaf, tapi Nona Mandy baru saja keluar."


"Anda tau ke mana dia pergi?" tanya Su Li Xia.


Wanita itu hanya menggelengkan kepala. Su Li Xia pun pergi dari sana karena Mandy yang dia cari tidak berada di rumahnya.


Mandy ternyata sudah di bawa ke ruangan yang sama dengan si pengemudi. Lu Xuan Cheng tersenyum sinis di depan wanita itu.


"Kau benar-benar berani ya! Berani sekali kau menyentuh wanita milik ku!" ucapnya dengan amarah yang meninggi.


"Aku... Aku tidak sengaja. Tolong maafkan aku, Tuan." ucap Mandy dengan wajah ketakutan.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2