Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 52. Kembali ke Tubuh sendiri


__ADS_3

"Aku harus menyingkirkan satu mobil lagi, tapi sepertinya jalan di depan adalah belokan terakhir. Hanya tersisa satu kesempatan untukku, ayo fokus!" benak Su Li Xia.


"Bammm!"


Mobil hitam di belakang menabrak mobil Su Li Xia. Membuat mobil yang di kemudikan oleh Su Li Xia sedikit terpental ke arah depan.


"Sial, kenapa aku meminta mobil butut seperti ini! Jika bisa selamat keluar dari mobil ini, aku tidak akan pernah mengendarai mobil butut lagi." rutuk Su Li Xia dalam hati.


Kecepatan yang dimiliki oleh kedua mobil jauh berbeda. Meskipun Su Li Xia memiliki kemampuan yang bagus dalam menyetir. Akan tetapi, sulit baginya untuk melawan mobil yang berkecepatan dua kali lipat dari mobil miliknya.


Beberapa kali mobil Su Li Xia di tabrak dari belakang, tangannya yang sudah kehabisan tenaga kini terasa sakit. Su Li Xia tetap mengeratkan genggamannya meskipun terasa menyakitkan.


Beberapa meter ke depan adalah tikungan tajam yang terakhir, Su Li Xia mengumpulkan semua sisa tenaganya.


"Bayi ku, jika kita mati di sini, ibu berharap kau akan menjadi anak ibu lagi di kehidupan yang mendatang." ucap Su Li Xia dalam hati.


Mobil dari belakang sudah hampir menabrak lagi, namun Su Li Xia segera membelokkan setir ke arah kanan. Tikungan yang tajam dan berbahaya berhasil dia lewati dengan semua sisa tenaganya. Sementara mobil yang mengejarnya langsung terbang melayang, mobil itu lalu terjatuh ke dasar jurang yang cukup dalam.


Su Li Xia menginjak rem mobil, namun kecepatan laju mobilnya sama sekali tidak berkurang. "Sial, aku melupakan hal yang paling penting. Mereka telah merusak rem mobil ini!" ucap Su Li Xia dengan wajah kesal.


Su Li Xia melihat ke kiri dan ke kanan, mencari tempat yang paling aman untuk menabrakkan mobilnya agar berhenti.


"Aku bisa mati jika menabrak dengan kecepatan seperti ini!" pikir Su Li Xia.


Setelah mempertimbangkan banyak hal, Su Li Xia akhirnya mengambil jalan teraman, meskipun masih berbahaya baginya dan juga janin di perutnya.


"Bayi ku, ayo hidup dan mati bersama. Ibu mencintai mu!" ucap Su Li Xia. Wanita itu membuka pintu mobil lalu melompat ke tengah jalan.


"Bammmm!"


"Duaaarrrr!"


Setelah melompat, mobil Su Li Xia menabrak dinding sisi jalan lalu meledak karena tabrakan yang begitu keras. Sementara Su Li Xia masih sempat membuka matanya. Dia merasakan sesuatu mengalir turun dari atas kepala.

__ADS_1


Su Li Xia mengusap kening dengan menggunakan telapak tangan, dia lalu melihat darah yang berada di telapak tangannya. Darah mengalir keluar dari kening, membasahi sebagian wajah dan pipinya.


"Aku merasa pusing. Kali ini, apakah malaikat maut akan datang untuk menjemputku?" benak Su Li Xia.


Wanita itu memejamkan mata, dia pingsan karena kehilangan banyak darah dan tenaga. Beberapa saat kemudian, puluhan mobil hitam yang mengikuti sebuah mobil putih tiba di sana. Pintu mobil putih terbuka, seorang laki-laki turun dari sana. Dia lalu berlari kencang ke tempat Su Li Xia.


"Su Li Xia! Su Li Xia!"


Beberapa kali laki-laki itu menyebut namanya, tapi Su Li Xia tidak lagi bisa mendengar suara dari laki-laki itu. Melihat tidak ada reaksi dari Su Li Xia, matanya mulai berkaca-kaca. Laki-laki itu menangis sambil memeluk tubuh Su Li Xia.


George mendekati mereka, dia memanggil Tuannya namun tidak di jawab.


"Lu Xuan Cheng!" bentak George dengan suara tinggi.


Laki-laki itu terkejut, dia menoleh ke arah George. "Cepat bawa Nona Su ke rumah sakit, mungkin masih ada harapan!"


Dalam keadaan panik, Lu Xuan Cheng mengangkat tubuh Su Li Xia lalu berlari ke arah mobil. George ikut berlari, dia mengambil alih kemudi mobil. Lu Xuan Cheng duduk di belakang sambil memeluk tubuh Su Li Xia yang mulai mendingin.


"Cepat, lebih cepat lagi!" perintah Lu Xuan Cheng dengan nada panik.


"Su Li Xia, kau harus bertahan. Aku tidak bisa kehilangan dirimu. Aku tidak sanggup hidup tanpa keberadaanmu. Tolong, ku mohon bertahanlah!" benak Lu Xuan Cheng.


Setibanya di rumah sakit, dokter segera memeriksa keadaan Su Li Xia. Setelah beberapa jam, dokter mengatakan jika wanita itu baik-baik saja. Dia hanya kehilangan banyak darah sehingga membuatnya kehilangan kesadaran. Bayi di dalam kandungannya juga sangat sehat, tidak ada masalah dengan kandungannya.


Mendengar penjelasan dari dokter, hati Lu Xuan Cheng terasa lega. Rasa sesak di dadanya menghilang begitu saja. Lu Xuan Cheng berjalan masuk ke dalam kamar pasien, tempat Su Li Xia di rawat, dia lalu duduk di samping tempat tidur.


"Su Li Xia, syukurlah kau baik-baik saja. Anakmu... Tidak, anak kita juga baik-baik saja." ucapnya sambil menggenggam tangan Su Li Xia.


"Kau tau, ini pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa sangat ketakutan, aku takut kau akan menghilang dari dunia ini.


Dulu, saat aku belum bertemu dengan mu, aku selalu merasa hidupku terasa hampa. Aku tidak pernah merasa bahagia meskipun memiliki segalanya.


Namun saat ini, aku rela kehilangan segalanya hanya untuk memilikimu. Karena aku merasa bahagia jika bersama denganmu, aku merasa bahagia jika melihat wajahmu. Kau, kau adalah satu-satunya kebahagianku di dunia ini.

__ADS_1


Jika kau mendengar kata-kataku ini, cepatlah sadar. Aku ingin melihat wajah kesalmu lagi, aku juga merindukan sikap dingin dan marah yang selalu kau tunjukkan di depanku. Ku mohon kepadamu, cepatlah bangun dan buka lah matamu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Villa Su Li Xia


"Tit! Tit! Tit Tit! Tit!"


Suara monitor di kamar Su Li Xia semakin kencang, Vivian segera masuk ke kamar dan memeriksa kondisi Su Li Xia.


"Vivian!"


Mendengar namanya disebut, wanita itu langsung terkejut. Dia mengalihkan pandangan matanya ke arah wajah pasiennya.


"Nona, anda sudah sadar?" ucap Vivian dengan mata yang membesar, dia tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


"Vivian, tanggal berapa? Hari inj tanggal berapa?" tanya Su Li Xia dengan wajah yang sama terkejutnya dengan Vivian.


"Tanggal 7 Maret, Nona!" jawab Vivian.


"Tahun?"


"2023."


"Tuhan sepertinya sedang mempermainkan aku!" gumam Su Li Xia.


"Nona, saya akan memeriksa kondisi anda." ucap Vivian.


"Tidak perlu, aku harus menghubungi Ling. Tolong pinjamkan ponselmu!" ucap Su Li Xia.


Vivian segera meminjamkan ponsel nya. Su Li Xia menelepon Ling, setelah beberapa kali mendengar suara deringan, Ling menjawab teleponnya.


"Ling, tolong cari tau bagaimana keadaan Su Li Xia! Sekarang juga!" perintahnya dengan terburu-buru.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2