Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 23. Flashback


__ADS_3

Flashback


Su Li Xia mencari seorang pengamat barang antik yang suka mengoleksi barang-barang antik dari dinasti Qing. Nama panggilan pria itu Chong Wen, tidak ada orang yang mengetahui nama aslinya karena pria itu memang berniat untuk menyembunyikan nama aslinya.


"Nona, saya sudah melacak keberadaan Chong Wen. Mobil yang dia tumpangi menuju ke hotel Exo, dan asisten pria itu memesan kamar atas namanya. Kemungkinan besar Chong Wen menginap di sana." lapor Ling melalui sambungan telepon.


"Baiklah, kerja bagus Ling!" jawab Su Li Xia yang lalu memutuskan sambungan telepon.


Wanita itu pergi ke hotel Exo untuk bertemu dengan pria yang di panggil Chong Wen, sesampainya di sana Su Li Xia diminta untuk menunggu karena menurut asistennya, Chong Wen saat ini sedang tidak ada di tempat.


Su Li Xia menunggu 20 menit sebelum akhirnya pria itu tiba, pria dengan umur yang baru berusia 40an tahun itu memiliki perawakan yang tinggi dan lumayan tampan. Dia duduk di depan Su Li Xia lalu bertanya kepadanya, "Apa yang kamu inginkan dariku gadis kecil?"


"Aku hanya ingin memperlihatkan sebuah barang antik! Siapa tau anda tertarik dengan barang ini dan menginginkannya!" jawab Su Li Xia.


Pria itu tersenyum ramah, ia kemudian bertanya lagi, "Di mana barang yang kamu maksud Nona kecil?"


"Ini, di sini!" jawab Su Li Xia sambil mengangkat sebuah kotak ke atas meja.


Pria itu membuka kotak dan melihat isinya, dia memperhatikan setiap detail naga hitam itu hingga mengintip ke bagian dalamnya. Matanya begitu bersemangat ketika mengetahui jika barang yang di pegangnya itu adalah barang antik langka yang selama ini dia cari-cari.


"Nona kecil, dari mana anda mendapatkan barang ini?" tanya Chong Wen.


"Aku membelinya dari seorang pedagang barang antik." jawab Su Li Xia.


"Aku tidak menyangka gadis kecil sepertimu sudah memiliki bakat yang luar biasa." puji pria itu dengan senyuman lebar.


"Jadi bagaimana? Apakah anda tertarik dengan barang ini?" tanya Su Li Xia tanpa basa basi.

__ADS_1


"Ya, katakan berapa harga yang kamu minta!" ucap Chong Wen.


Su Li Xia menatap wajah pria paruh baya itu, dia kemudian berkata, "Berapa harga yang bisa anda tawarkan untuk membeli naga hitam ini?"


"Hahaha!"


Pria itu tiba-tiba tertawa, dia kemudian berkata, "Kau ini gadis kecil yang sangat pintar ya! Kau takut jika memberi harga yang terlalu rendah, itu sebabnya kau membiarkan aku yang menentukan harga, apakah perkiraanku ini benar?" ucap Chong Wen yang kelihatan sangat senang.


"Benar, aku akan rugi jika menyebut harga yang terlalu rendah, tapi aku percaya anda akan memberiku harga yang sebenarnya dari naga hitam ini karena anda adalah seorang ahlinya. Bukankah begitu Tuan Chong Wen?" jawab Su Li Xia.


Pria itu lagi-lagi tersenyum dan tertawa senang, dia menatap naga hitam yang ada di tangannya kemudian berkata, "5 miliar!"


"Tidak bisakah anda memberikan harga 7 Miliar untuk naga hitam itu?" tanya Su Li Xia dengan wajah yang sangat tenang meskipun sebenarnya dia sedikit kaget dengan harga yang di buka oleh Chong Wen.


Su Li Xia sedikit terkejut dengan harga yang diberikan oleh Chong Wen. Awalnya ia berharap harga naga hitam itu tak lebih rendah dari 2 Miliar tapi ternyata Chong Wen akan memberikan 5 Miliar untuk membeli naga hitam tersebut. Namun hal itu tidak membuat Su Li Xia merasa puas, dia meminta harga yang lebih tinggi lagi dari harga yang di tawarkan oleh pria itu.


Setelah beberapa saat terdiam, pria itu kemudian menyepakati harga yang diminta oleh Su Li Xia. "Berikan nomor rekening mu, aku akan mengirimkan uang itu." ucap pria itu tanpa menawar harga.


Su Li Xia memberikan nomor rekening miliknya, tidak sampai 5 menit uang di rekeningnya sudah bertambah sebesar 8 Miliar.


"Aku meminta 7 Miliar, kenapa anda mengirimkan 8 Miliar kepadaku?" tanya Su Li Xia setelah mendapat notifikasi dari pihak bank.


"Itu karena aku merasa senang bertemu dengan gadis cerdas dan pemberani sepertimu. Anggap aja 1 Miliar itu sebagai bonus karena sudah menghibur orang tua ini." jawab Chong Wen dengan wajah yang tersenyum namun terlihat sedih.


"Terima kasih!" ucap Su Li Xia tanpa menolak sebab ia tau meskipun ia menolak, pria itu akan tetap memaksa untuk menerimanya.


Su Li Xia pamit pulang, dia beranjak dari kursinya lalu keluar dari ruangan. Wanita itu menatap jam tangannya yang saat itu menunjukkan pukul 8 malam.

__ADS_1


"Sebaiknya aku cari makan dulu sebelum kembali ke rumah!" pikirnya.


Dia masuk ke dalam lift lalu menuju ke lantai 80 karena restoran hotel itu berada di sana. Su Li Xia memilih tempat duduk yang berada di sudut ruangan, dia memilih tempat itu karena dari sana dia bisa melihat seluruh isi ruangan tanpa harus berbalik ke belakang.


Seorang pelayan membawakan buku menu, Su Li Xia memesan steak sapi yang di masak dengan kematangan sempurna dan sebotol wine sebagai teman steaknya.


Beberapa menit kemudian hidangan itu disajikan oleh seorang pelayan, tak lupa dengan sebotol wine yang sudah di buka tutupnya.


"Silahkan Nona!" ucap pelayan itu setelah meletakkan pesanan Su Li Xia di atas meja.


"Kenapa aku malah teringat dengan wine beracun itu?" pikir Su Li Xia ketika mengambil segelas wine yang baru saja dia tuang.


Wanita itu pun meneguk habis wine itu lalu menuangkan lagi wine ke dalam gelas kosongnya. Tanpa sadar wine di atas meja telah kosong hanya menyisakan botolnya saja. Wajah Su Li Xia mulai memerah akibat meminum wine yang terlalu banyak.


"Pandangan ku jadi kabur hanya karena sebotol wine, kenapa tubuh wanita ini lemah sekali?" keluhnya dalam hati.


Su Li Xia berusaha bangkit dari tempat duduk, dia masuk ke dalam lift setelah membayar tagihan makanannya. Siapa tau saat lift terbuka di lantai 70 seorang pria tiba-tiba saja menghampirinya. Dia menatap wajah pria itu, "Kenapa kau di sini?" tanya Su Li Xia ketika melihat wajah Lu Xuan Cheng berdiri di hadapannya.


Lu Xuan Cheng menatap sekilas wajah Su Li Xia namun ia tidak menghiraukan pertanyaan dari wanita itu.


"Ada apa dengan pria ini? Dia terlihat seperti tidak mengenaliku!" pikir Su Li Xia.


Pria itu mengingat dirinya menahan tangan wanita yang membuka resleting celananya, dia mendorong tubuh wanita itu hingga terjungkal lalu melarikan diri dari kamar. Kini, ia terjebak di dalam lift berdua dengan wanita yang membuatnya marah seharian ini.


"Selalu saja trik yang sama! Sial! Hari ini aku sangat ceroboh!" batin Lu Xuan Cheng.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2