
"Plakkk!"
Sebuah tamparan mendarat di wajah tampan Lu Xuan Cheng. Su Li Xia lalu mendorong tubuh pria itu hingga menabrak bagian dalam pintu mobil.
"Bajingan mesum!" makinya dengan wajah kesal namun juga terlihat malu. Sambil mengusap-ngusap bibirnya yang lembab, Su Li Xia lalu kembali mengusir Lu Xuan Cheng.
"Keluar kau!"
Lu Xuan Cheng tersenyum melihat wajah malu-malu yang diperlihatkan oleh Su Li Xia. Dia mendekatkan wajah mereka lalu berkata, "Kenapa kau malu-malu? Ini hanya sebuah ciuman. Bukankah kita sudah pernah melakukan adegan yang lebih panas dari ini?"
"Diam kau! Kau ini terlalu banyak bicara!" bentak Su Li Xia dengan suara yang meninggi. Rasa malunya kini sudah mencapai batas maksimal hingga ia tak dapat mengendalikan emosi di wajahnya.
"Bukankah kau juga menikmati malam pertama kita? Ayolah, jujur saja!" goda Lu Xuan Cheng sambil memainkan rambut panjang Su Li Xia.
"Ckkk! Kau ini gak punya urat malu ya?" tanya Su Li Xia dengan wajah yang semakin kesal. Dia menarik rambutnya dari jari Lu Xuan Cheng yang nakal.
"Kenapa aku harus malu? Kita bahkan menikmati malam panjang yang nikmat berdua saat di kamar hotel. Bukankah begitu, gadis kecil?" Lu Xuan Cheng kembali tersenyum, tatapan matanya tertuju di belahan dada yang berada tepat di depan mata.
Menyadari jika tatapan mata itu mengarah ke tempat yang tak seharusnya, Su Li Xia langsung memukul kepala Lu Xuan Cheng. Namun kali ini pukulannya tidak sekuat saat ia menampar wajah pria itu.
"Bughhh!"
"Aduh! Kenapa kau kasar sekali terhadap calon suamimu?!" keluh Lu Xuan Cheng sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit.
"Siapa calon istrimu? Ke mana matamu itu menatap? Dasar bajingan mesum! Keluar sekarang juga sebelum aku menarikmu dengan kasar!" ancam Su Li Xia dengan wajah yang semakin merah. Bukan karena malu, tapi karena marah.
Lu Xuan Cheng semakin senang melihat wajah Su Li Xia yang sedang marah. Dia lalu menggodanya lagi dengan berkata, "Aku selalu mengingat malam pertama kita, bukan kah kau juga sama seperti aku?"
Habis sudah kesabaran Su Li Xia, dia membuka pintu mobil, keluar dari sana. Lalu dia berjalan ke pintu yang di sebelah. Su Li Xia membuka pintu mobil di sisi duduk Lu Xuan Cheng. Dia mencengkram kerah baju pria itu lalu menghempaskan tubuhnya di jalan yang beraspal.
__ADS_1
"Sebaiknya kau tutup mulutmu itu! Aku bukan calon istrimu, jangan berkata sembarangan! Dan juga, lupakan kejadian di hotel! Aku akan menganggap kejadian itu tidak pernah terjadi." ucap Su Li Xia lalu kembali ke dalam mobil.
Mobil pun meluncur, meninggalkan Lu Xuan Cheng yang masih duduk di atas aspal.
Wajah senyum Lu Xuan Cheng kembali dingin. Tak ada lagi keramahan yang sejak tadi dia perlihatkan di depan Su Li Xia. Dia lalu mengeluarkan ponsel dan menelepon George.
"Aku mau kau mencari semua informasi tentang Su Li Xia!" perintahnya kepada George dan sambungan telepon pun langsung di putuskan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari Berikutnya
Su An Jie mendatangi kantor Su Li Xia, dia membawa makanan yang biasa di sukai oleh kakaknya itu.
"Kak!" panggilnya langsung ketika membuka pintu kantor.
Ling terkejut melihat Tuan Mudanya masuk begitu saja. Saat ini keadaan agak canggung sebab Su Li Xia dengan wajah yang berbeda sedang duduk di kursi milik Presdir, sedangkan Ling berdiri di samping sambil menunggu perintah dari Su Li Xia.
Ling segera memutar otak, memikirkan alasan untuk menjawab pertanyaan dari Su An Jie. Berbeda dengan Ling, Su Li Xia langsung mengusir Su An Jie.
"Keluar!" ucapnya sambil menatap tajam mata Su An Jie.
"Kau ini siapa?" tanya Su An Jie dengan nada yang meninggi.
"Ling, keluarkan dia dari sini!" perintah Su Li Xia dengan wajah dingin.
Ling merasa serba salah, namun akhirnya ia menuruti perintah dari Nona Mudanya. Dia menarik Su An Jie hingga keluar ruangan lalu menutup pintu.
"Tuan Muda, ada apa anda kemari?" tanya Ling penasaran.
__ADS_1
"Aku datang untuk mengantar makanan, Kakak sangat menyukai makanan ini. Tapi, siapa wanita yang tadi? Kenapa dua duduk di kursi milik Kakak? Kakak ada di mana sekarang?" tanya Su An Jie dengan nada menyelidik.
"Maaf Tuan Muda, saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda sekarang! Kalau tidak ada lagi yang ingin anda katakan, saya permisi dulu." jawab Ling yang langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.
Su An Jie masih berdiri di depan pintu, dengan wajah bingung dan penasaran. Setelah beberapa menit, dia meletakkan kotak makan di depan pintu lalu beranjak pergi.
Su Li Xia mendengar suara langkah Su An Jie. "Ling, aku keluar sebentar!" ucapnya lalu berdiri dan berjalan keluar.
Su Li Xia melihat kotak makan yang di tinggalkan oleh Su An Jie, dia mengambil kotak makan itu lalu hendak membuangnya. Namun tangannya terhenti ketika kotak makan itu sudah di berada tepat di atas tong sampah.
"Sampai akhir, aku masih tidak bisa membencinya!" gumam Su Li Xia.
Dia kembali ke ruang kerja dengan membawa kotak makan di tangan. Ling diam-diam tersenyum karena dia yakin jika Nona Mudanya sangat merindukan Su An Jie. Bahkan kesalah-pahaman yang belum selesai, tidak bisa membuat Su Li Xia mengabaikan Su An Jie sepenuhnya.
Su Li Xia membuka kotak makan, dia melihat makanan buatan adiknya itu. Sejujurnya, makanan itu tidak cocok di lidah Su Li Xia. Namun ia selalu menghabiskan semua makanan itu tanpa bersisa. Karena itu adalah makanan yang dibuat oleh Su An Jie khusus untuknya.
"Ling, ayo makan!" ajaknya ketika melihat Ling menatap secara terang-terangan.
"Saya tidak lapar, Nona. Anda makan saja!" jawab Ling sambil tersenyum dalam hati.
Sementara itu Su An Jie baru saja masuk ke dalam mobil, dia memakai sabuk pengaman lalu duduk diam dan hanyut dalam pikiran.
"Kak Li Xia, kamu di mana?" ucap Su An Jie sambil menatap ke atas, tempat di mana kantor Su Li Xia berada.
Su Li Xia mulai makan dari ayam teriyaki yang dibuat oleh Su An Jie, dia merasa agak hambar namun tetap dihabiskan. Lalu ia mengambil telur gulung yang di isi paprika. Meskipun rasanya aneh, tetap saja dia habiskan tanpa sisa.
Acar bawang juga tersedia di dalam kotak makan, Su An Jie memasukkan satu botol kecil khusus acar bawang agar tidak tumpah. Su Li Xia membuka botol yang berisi bawang, dia merasa mual begitu aromanya terhirup di hidung. Dengan segera dia menutup kembali botol itu.
"Kenapa baunya bikin mual gini?" pikir Su Li Xia.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^