
Luka Su Li Xia sudah selesai diperban, Dokter memberi resep obat untuk anti nyeri dan cream untuk menyamarkan bekas luka. Selesai mengambil resep dari Dokter, Su Li Xia berjalan ke pintu keluar.
Lu Xuan Cheng menunggu di kursi yang berada di koridor, dia menatap Su Li Xia begitu wanita itu keluar dari ruang Dokter. "Berikan padaku!" pintanya ketika melihat selembar kertas resep yang dipegang oleh Su Li Xia.
Su Li Xia menyodorkan lembaran kertas itu, Lu Xuan Cheng mengambilnya lalu menggandeng tangan Su Li Xia. Mereka berjalan menuju ke apotik untuk menebus resep obat, Su Li Xia hanya diam saja, dia tidak menolak genggaman tangan dari pria itu.
Begitu tiba di ruang tunggu yang berada di depan apotik, Su Li Xia merasa mual karena aroma dari obat-obatan yang telah bercampur di dalam ruangan. Dia segera menghempas tangan Lu Xuan Cheng lalu berlari secepatnya.
Lu Xuan Cheng merasa terkejut melihat sikap Su Li Xia yang terburu-buru, pria itu akhirnya ikut berlari mengikuti Su Li Xia hingga ke depan pintu kamar mandi. Su Li Xia masuk ke dalam sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan, dia segera menuju ke salah satu kamar kecil yang pintunya masih terbuka.
"Hoooeekkkk!"
"Hoooeekkkk!"
Beberapa kali Su Li Xia mengeluarkan suara hingga terdengar di depan pintu kamar mandi. Lu Xuan Cheng yang berada di depan pintu turut mendengar suara dari wanita itu, "Ada apa dengannya? Masuk angin?" pikirnya ketika suara itu semakin jelas dan terdengar hingga beberapa kali.
Berselang beberapa menit, Su Li Xia keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat pucat dengan air mata di sudut matanya.
"Ayo ikut aku!" ucap Lu Xuan Cheng yang langsung menarik lengan Su Li Xia.
"Mau ke mana?" tanya Su Li Xia penasaran.
"Dokter!" jawab Lu Xuan Cheng singkat.
Langkah kaki Su Li Xia berhenti, dia menatap pria itu lalu bertanya, "Untuk apa?"
__ADS_1
"Memeriksa kesehatanmu! Kau sampai muntah-muntah di kamar mandi, bagaimana jika nanti ada luka di dalam organ tubuhmu? Sebaiknya kita periksakan saja dulu selagi masih ada di sini." jelas Lu Xuan Cheng panjang lebar.
"A**ku juga sudah merasa mual tadi saat di kantor. Mungkin memang ada luka dalam di tubuh ini." batin Su Li Xia.
"Aku akan memeriksakan diri, tapi kau... Jangan menyebut kata kita! Karena kau bukan bagian dari diriku!" hardik Su Li Xia dengan wajah datar.
Dia melepaskan tangannya dari Lu Xuan Cheng kemudian melangkah menuju ke ruang dokter yang tadi mengobatinya. Setibanya di depan pintu, seorang perawat mendekati Su Li Xia. Perawat itu lalu bertanya, "Nona, anda sudah mengambil nomor antrian?"
"Tidak, aku baru saja keluar dari ruangan ini. Tapi aku lupa masih ada luka yang belum ditangani!" jawab Su Li Xia.
Perawat memintanya untuk menunggu sejenak, karena ada pasien lain yang masih berada di dalam. Su Li Xia duduk menunggu di kursi yang berada di koridor, Lu Xuan Cheng dengan setia menemani di samping.
Beberapa menit kemudian, seorang wanita keluar dari ruangan Dokter. Sekilas, Su Li Xia melihat wajah wanita yang tampak tidak asing di matanya. Dia lalu berbalik setelah wanita itu berada di belakangnya, dia menatap punggung wanita itu sambil berpikir, "Chen Han Nie! Kenapa dia di sini?"
Su Li Xia berjalan masuk ke dalam, dia lalu duduk di kursi yang berada di depan Dokter. Su Li Xia menatap sebuah buku yang masih dalam keadaan terbuka di atas meja.
Chen Han Nie, 42 tahun, keluhan : sakit di ulu hati, sesak pada malam hari.
"Ternyata dia di sini untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Tapi... Kenapa gejala nya ini mirip sekali dengan gejala keracunan yang Ibu rasakan? Apa mungkin seseorang memberi racun kepadanya? Tidak mungkin, mungkin hanya kebetulan saja gejala penyakitnya sama dengan gejala keracunan." pikir Su Li Xia.
Lu Xuan Cheng memukul pelan pundak Su Li Xia, "Hei! Apa yang kau pikirkan?" tanyanya penasaran karena wanita itu tidak menjaeab pertanyaan dari dokter.
Su Li Xia terkejut, dia menatap kesal ke arah Lu Xuan Cheng yang sudah mengagetkan dirinya. "Pria ini benar-benar menyebalkan!" gumamnya dengan suara kecil.
"Nona Su, boleh saya tau apa keluhan anda?" tanya Dokter.
__ADS_1
"Dua hari ini saya merasa mual secara tiba-tiba. Mualnya tidak sepanjang hari, hanya di saat-saat tertentu saja. Apakah ada penyakit dengan gejala seperti itu?" tanya Su Li Xia.
Dokter langsung tersenyum mendengar keluhan dari pasiennya dia lalu bertanya lagi, "Apakah Nona ingat kapan terakhir kali anda mendapat menstruasi?"
Su Li Xia berpikir sesaat, dia lalu menjawab, "Dua bulan yang lalu."
"Baiklah, kalau begitu kita akan melakukan test pack terlebih dulu. Silahkan ikut ke dalam, perawat akan memberi tahu apa yang harus Nona lakukan." ucap Dokter yang lalu memanggil seorang perawat untuk memandu Su Li Xia.
Su Li Xia mengangguk, dia mengikuti langkah seorang perawat menuju ke sebuah pintu yang berada di dalam ruangan. Perawat itu memberikan sebuah gelas bening yang terbuat dari plastik, "Tampung urine Nona di sini!" ucapnya sambil menunjukkan pimtu kamar mandi.
"Apakah Dokter berpikir aku sedang hamil?" benak Su Li Xia.
Su Li Xia mengambil gelas dari tangan perawat, dia kemudian masuk ke kamar mandi. Di dalam ruangan yang sempit itu, Su Li Xia berpikir bagaimana cara menghindari situasi menjengkelkan ini. Dia sedang tidak ingin berhubungan dengan seorang pria, apalagi terikat karena kesalahan satu malam yang terjadi tanpa adanya perasaan.
Su Li Xia melihat sekeliling ruangan, mencari apa yang bisa dia pakai untuk menyamarkan urine nya. Dia melihat sebuah paku berkarat yang tertancap di bawah wastafel. Sebuah ide pun muncul begitu saja di dalam benaknya.
Su Li Xia menyiram air ke paku yang berkarat, dia menggosok paku itu beberapa kali dengan jarinya. Dia lalu menampung air yang menetes dari paku. Cairan kuning yang terlihat seperti urine kini berada di dalam gelas yang di pegangnya.
"Sekarang, aku harus membodohi dua orang di depan dengan air ini. Semoga saja tidak ketahuan! Aku akan melakukan test pack sendiri nanti." benak Su Li Xia.
Su Li Xia keluar dari kamar mandi, dia menyerahkan gelas itu kepada perawat. Perawat memasukkan stik test pack selama beberapa detik, stik itu lalu dibawa ke depan untuk diperlihatkan kepada Dokter.
"Masih negatif ya!" ucap Dokter. Dia lalu berkata, "Mungkin masih kehamilan awal. Saya akan merujuk Nona ke Dokter kandungan. Di sana memiliki alat USG yang bisa melihat apakah ada janin yang berkembang di dalam rahim Nona."
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1