
Su Li Xia mengambil buku cek dari atas meja, 10 lembar dari buku cek itu dia masukkan ke dalam tas dan sisanya hanya di letakkan begitu saja di atas meja.
"58 Miliar, aku akan mengambil 50 Miliar. Sisanya 8 Miliar anggap saja sebagai ucapan terima kasih dariku untuk kalian yang sudah menghemat waktuku yang berharga!" Su Li Xia langsung beranjak pergi dari tempat itu.
"HaHaHa...!"
Pria itu tertawa, namun wajahnya terlihat sangat kesal dan marah.
"Wanita itu benar-benar ahli dalam membuat orang kesal." ucapnya sambil merobek semua sisa cek yang ada di atas meja hingga menjadi serpihan-serpihan kecil.
Su Li Xia keluar dari gedung lelang, saat hendak masuk ke mobil, wanita itu mencari kunci mobilnya yang entah ke mana. Dia mencari di dalam tas dan merogoh ke dalam kantong celana, namun kunci mobil masih belum ditemukan.
"Di mana ya kuncinya?" tanya Su Li Xia dalam hati sambil melirik ke lantai di sekitarnya.
Di angkatnya satu lengan untuk melihat jam tangan yang melingkar dengan indah di sana. "Masih jam 5 sore, aku bisa menghubungi Ling untuk meminta kunci cadangan." pikir Su Li Xia dalam hatinya.
Baru saja hendak menelepon Ling, Su Li Xia teringat jika hari ini tanggal 4 February. Hari ini dia memiliki janji penting dengan sebuah perusahaan kosmetik untuk membahas kerja sama mereka.
"Proyek kerja sama ini sudah lama aku rencanakan. Apakah Ling akan berhasil meyakinkan CEO gila itu?" pikir Su Li Xia.
Su Li Xia kembali melirik jam tangannya, merasa hari masih terlalu dini, dia memutuskan untuk mencari uang tambahan di tempat lain.
Dengan kedua kakinya, Su Li Xia menempuh jalan yang berjarak 2 km. Meski sudah berjalan sejauh itu, tidak ada tanda-tanda kelelahan di wajahnya yang selalu menjadi pusat perhatian. Bukan karena dia aneh atau cacat, tapi wajahnya terlalu cantik dan menarik minat para lelaki.
Su Li Xia menapaki jalanan yang menjadi pusat penjualan barang-barang antik. Di kanan kiri jalan tersebut terdapat kios-kios kecil yang menjual benda antik dengan berbagai macam ukuran dan variasi.
Jalan Kuno, begitulah mereka menyebut nama jalan ini. Jalan kuno sudah ada sejak jaman seratus tahun silam, semua orang yang ingin mendapatkan barang antik dengan harga miring selalu ke tempat ini.
Meskipun di sebut harga miring, bukan berarti mereka bisa mendapatkan semua benda antik dengan harga yang murah. Sebab di tempat ini tidak ada jaminan jika barang tersebut memang merupakan barang antik yang asli.
__ADS_1
Sebagian besar benda antik di Jalan Kuno merupakan hasil karya seniman nakal yang membuat karya mereka mirip dengan benda antik. Banyak orang yang tertipu dan membeli karya itu dengan harga yang tinggi.
Su Li Xia berhenti di depan sebuah kios kecil. Sebuah giok berwarna hitam yang diukir menjadi seekor naga terbang menarik perhatiannya.
"Berapa harga naga hitam ini?" tanya Su Li Xia begitu dia melihat cahaya emas keluar dari giok naga itu.
"Jika Nona berminat, saya akan menjualnya dengan harga 5 Juta saja." jawab si penjual yang terlihat sudah berumur lebih dari 80 tahun.
"5 Juta?" tanya Su Li Xia memastikan pendengarannya.
"Ya, jika terlalu mahal, Nona boleh membelinya dengan harga 4 Juta saja." ucap si penjual lagi dengan suara yang sangat pelan namun masih terdengar jelas.
"Apakah Pak Tua ini tau jika giok naga hitam itu adalah barang antik dari jaman Kekaisaran Qing?" batin Su Li Xia.
Su Li Xia mengeluarkan cek senilai 100juta, dia memberikan cek itu kepada Pak tua sambil berkata, "Pak tua, aku akan membeli naga hitam ini."
Pak tua kaget melihat nilai angka di atas cek, dengan cepat dia berkata, "Nona muda, uang ini terlalu banyak."
"Hei Pak Tua! Aku mau beli naga hitam yang tadi!" ujar seorang wanita yang baru saja datang dari arah belakang Su Li Xia.
Wanita itu berambut pendek, dengan pakaian berwarna merah terang dan celana jeans hitam yang panjang.
Di sambarnya naga hitam yang berada di tangan Pak Tua, dengan wajah sombong dia berkata, "Aku akan membayar 5 Juta untuk naga hitam ini."
"Maaf Nona, Naga hitam ini sudah dibeli oleh Nona ini." jawab Pak Tua sambil menatap ke arah Su Li Xia.
"Mandy, kenapa kamu masih di sini?" tanya seorang pria yang datang dari arah yang sama dengan wanita yang dipanggil Mandy.
"Sayang, aku mau beli naga hitam ini!" jawab Mandy dengan suara manja dan sambil menunjukkan naga hitam yang berada di tangannya.
__ADS_1
"Kalau gitu cepat bayar dan kita segera pergi dari sini! Tempat ini sangat panas dan bau!" keluh pria itu.
Tanpa basa basi, Su Li Xia segera merebut naga hitam dari tangan Mandy.
"Apa-apaan kau ini!" bentak Mandy dengan wajah kesal.
"Aku sudah membayar lebih dulu, jadi naga hitam ini milikku!" ucap Su Li Xia dengan wajah dingin namun tidak mengurangi kecantikannya.
"Maaf Nona, boleh saya tau nama anda?" tanya pria yang berada di samping Mandy.
"Fong!" teriak Mandy dengan suara nyaring.
Du Fong, pria kaya di kota X yang memiliki tambang batu bara. Dia sering berganti pasangan dan Mandy adalah pasangan ke 12 saat ini.
"Ckkk! Turunkan suaramu, bisa rusak telinga ku gara-gara mendengar teriakanmu itu!" keluh Du Fong sambil melotot ke arah Mandy.
Su Li Xia tak mau ambil pusing dengan kedua orang itu, naga hitam sudah berada di tangan, kakinya pun sudah bersiap pergi meninggalkan kios Pak Tua.
Melihat Su Li Xia yang hendak beranjak pergi, Mandy menarik rambutnya dari belakang. "Mau ke mana kau membawa naga hitam ku?" pekiknya dengan nada tajam.
"Lepaskan!" perintah Su Li Xia dengan nada dingin dan wajah yang terlihat sangat marah.
"Kau pikir aku akan mendengarkan perintahmu?" bentak Mandy sambil mengeratkan cengkramannya.
Tanpa peringatan lagi, Su Li Xia menarik lengan Mandy, mengangkat tubuhnya ke udara dan sedetik kemudian tubuh itu sudah terbanting hingga jatuh di atas tanah yang beraspal.
"Awwwwww!" jeritnya kesakitan saat pipinya mendarat lebih dulu di atas aspal.
Darah mulai mengalir dari pipinya yang terluka. Mandy melotot ke arah Su Li Xia, dia bangkit dan berdiri. Langkah kakinya mendekat ke arah wanita yang tadi dia jambaki.
__ADS_1
"Plakkk!"
^^^BERSAMBUNG...^^^