
Batu kedua dipotong, isinya adalah batu ruby merah yang sebesar bola pingpong.
Mata orang-orang yang ada di sana terbuka lebar, kaget sekaligus takjub melihat isi dari batu yang dipilih oleh Su Li Xia. Tak ada yang menyangka jika ruby sebesar itu akan keluar dari batu yang paling murah.
Su Li Xia meminta pemotongan batu dipercepat, dia tidak ingin menjadi pusat perhatian di sana. Batu ke tiga hingga ke sepuluh semuanya berisi batu berharga. Membuat semua orang terkagum-kagum dengan bakat yang dimiliki oleh Su Li Xia.
Kini mereka bukan hanya sekedar kagum, mereka yakin jika wanita yang memilih 10 batu murah dengan isi yang luar biasa itu merupakan seorang ahli batu.
"Wanita itu sangat beruntung." ucap salah satu pengunjung.
"Kau menganggap itu hanya sebatas keberuntungan?" tanya laki-laki di sebelahnya.
"Mungkin saja begitu, aku tidak percaya dia bisa memilih 10 batu yang berisi harta semua dengan mudah jika bukan karena keberuntungan." jawab pengunjung itu.
"Aku lebih yakin jika dia memang seorang ahli. Tidak mungkin ia bisa memilih 10 batu yang berharga jika hanya mengandalkan keberuntungan saja."
Kedua laki-laki itu terus memperhatikan wajah Su Li Xia, wajah asing yang baru pertama kali mereka lihat di sana. Seorang pendatang baru dengan bakat luar biasa.
Su Li Xia mengumpulkan batu-batu yang sudah dibelah, dia hendak membawa batu itu ke tempat pelelangan. Namun belum sempat dia berjalan jauh, beberapa bos batu mendatanginya. Bos-bos besar itu berusaha menawar batu milik Su Li Xia.
Beberapa tawaran berhasil mencapai kesepakatan, namun ada satu batu yang tidak ingin dijual oleh wanita itu.
Batu biru berkilauan yang biasa disebut dengan nama "blue eyes", Su Li Xia sangat tertarik dengan batu langka itu. Sudah lama dia menginginkan batu permata langka itu namun baru kali ini dia mendapatkan mentahannya. Tentu saja ia bisa membelinya dengan mudah di pasar lelang, namun dia tidak puas jika hanya mendapatkannya dengan cara yang mudah.
Setelah kesembilan batu lainnya terjual dengan harga yang fantastis, Su Li Xia masuk ke sebuah toko perhiasan. Dia meminta pemilik toko untuk memoles permata blue eyes miliknya.
"Model seperti apa yang anda inginkan Nona?" tanya pemilik toko.
"Bolehkah aku meminjam pulpen dan kertas?" tanya Su Li Xia.
"Ya, silahkan Nona." ucap pemilik toko setelah mengambilkan pulpen dan kertas untuk Su Li Xia.
Beberapa menit kemudian, Su Li Xia menyelesaikan gambar desain yang dia inginkan. Dia menjelaskan ukuran dan bentuk spesifik khusus yang ia harapkan kepada pemilik toko.
__ADS_1
"Baiklah, serahkan saja kepada kami. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat permata ini sesuai dengan keinginan Nona." ucap pemilik toko.
Sementara itu, seorang pria sedang menatap Su Li Xia. Pria itu mengikuti Su Li Xia sejak ia keluar dari tempat judi batu. Merasa ada yang mengawasinya, Su Li Xia melirik ke sekitar untuk mencari jalan kabur.
Su Li Xia melihat ke arah jalan yang dikerumuni banyak orang, dia berjalan masuk ke dalam keramaian dan menyusup ke dalam lorong kecil agar tidak terlihat oleh orang yang mengawasinya.
Su Li Xia berhasil melarikan diri, pria itu tertahan di dalam keramaian dan kehilangan jejak Su Li Xia.
Sampai di sebuah bank besar ternama di kota X, Su Li Xia membuka rekening baru untuk menyimpan hasil penjualan batu permata yang baru saja dia hasilkan. Beberapa mata menatap gadis muda itu dengan tatapan curiga, mereka merasa aneh karena jumlah uang yang dibawa Su Li Xia tidaklah normal dimiliki oleh orang se-usianya.
Setelah memeriksa semua cek yang diberikan oleh Su Li Xia, seorang petugas bank menanyakan beberapa hal terkait sumber dana gadis itu.
"Maaf Nona Su, bolehkah anda menceritakan asal uang ini? jumlah uang ini bisa terlalu besar sehingga kami perlu melakukan prosedur keamanan." ucap seorang pria yang memakai tag nama "Harry"
"Itu hasil jualan batu yang saya menangkan dari tempat judi." jawab Su Li Xia.
Seolah tidak percaya, Harry kembali bertanya, "Semua ini hasil judi batu?"
"Tunggu sebentar Nona Su, saya akan melanjutkan proses pembukaan rekening anda." ucap Harry yang masih terkejut mendengar jawaban Su Li Xia.
Beberapa menit kemudian Harry menyerahkan buku tabungan beserta kartu atm untuk Su Li Xia.
"Silahkan ganti pin anda di ATM yang ada di depan. Terima kasih." ucap Harry.
Su Li Xia menuju ke ATM, dia mengganti pin sesuai instruksi dari Harry. Setelah itu ia kembali ke toko handphone miliknya.
"Aduh... Kenapa sih orang miskin ini datang lagi?" keluh kasir yang sebelumnya melayani Su Li Xia.
Su Li Xia membaca nama Chu Lie Lie di tag nama kasir itu, dia mendekat kemudian berkata, "Aku mau membeli ponsel yang tadi!"
Chu Lie Lie menaikkan alisnya, dengan wajah kesal ia berkata, "Apa kau pikir ini toko milik ayahmu?"
"Tentu saja bukan, ini toko milikku!" jawab Su Li Xia dalam hatinya.
__ADS_1
Kasir lain yang berada di dekat sana segera mendatangi Su Li Xia.
"Maaf Nona, biar saya saja yang melayani anda. Nama saya Angela, saya akan memperkenalkan ponsel terbaru dari toko kami." ucap Angela sopan dengan senyuman di wajahnya.
"Ini baru contoh pegawai yang baik." benak Su Li Xia.
Angela mulai memperkenalkan ponsel-ponsel yang terpajang di etalase. Namun pilihan Su Li Xia tetap jatuh pada ponsel awal yang ia inginkan.
"Hey Angela, kau hanya akan membuang waktumu dengan sia-sia. Wanita itu pasti tidak punya uang untuk membayar!" ucap Chu Lie Lie.
Kesal dengan hinaan Chu Lie Lie, Su Li Xia mengeluarkan kartu ATM miliknya.
"Tidak perlu di bungkus, aku akan langsung memakainya!" ucap Su Li Xia sambil menyerahkan kartu ATM ke tangan Angela.
"Cih, paling juga tidak ada saldonya!" hina Chu Lie Lie dengan wajah tak menyenangkan.
Angela menggelengkan kepala melihat tingkah laku rekannya. Angela sudah lama bekerja bersama Chu Lie Lie, dia sudah tau sifat rekannya itu yang memang hanya memprioritaskan pelanggan kaya. Berbeda dengan Chu Lie Lie, Angela melayani semua pelanggan yang masuk ke toko meskipun mereka hanya bertujuan untuk melihat-lihat.
"Ini ponsel anda, tolong pin nya." ucap Angela sambil menyerahkan ponsel dan mesin kartu ATM.
"Terima kasih Nona, semoga hari anda menyenangkan." ucap Angela setelah menyelesaikan pembayaran yang dilakukan oleh Su Li Xia.
Seolah tak percaya, Chu Lie Lie datang memastikan pembayaran yang dilakukan oleh Su Li Xia. Dia melihat angka 38juta di struk pembayaran, kemudian 2juta di berikan sebagai tips untuk Angela.
Kesal karena kehilangan tips juga pelanggan kaya, Chu Lie Lie meminta sebagian tips yang diberikan oleh Su Li Xia.
"Hey Angela, dia kan pelangganku, kau tidak seharusnya merebut pelangganku!" ucap Chu Lie Lie.
"Bukankah tadi kamu yang mengabaikan pelanggan itu?" sahut Angela.
"Aku tak peduli, pokoknya tips itu milikku!" ucap Chu Lie Lie memaksa.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1