Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda

Hidup Kembali Di Tubuh Yang Berbeda
Episode 39. Chen Yi Yi


__ADS_3

Chen Han Nie kembali ke kamar, dia menatap tulisan di dalam kertas yang dikirimkan oleh seseorang tanpa nama. Lalu dia melihat sebuah foto seorang wanita yang juga berada di dalam amplop.


"Alice! Sampai mati pun, kau masih saja menyulitkan hidupku!" geramnya sambil meremas foto yang ada di tangan.


"Siapa yang telah mengirim surat ini? Dia pasti sangat mengenalku dan juga keluargaku. Dia bahkan tau jika aku yang sudah membunuh Alice dengan racun secara perlahan. Siapa orangnya? Aku akan membunuh orang itu agar tak lagi bisa mengancamku!" ucap Chen Han Nie sambil menggigit kuku jari.


Chen Han Nie mengambil ponsel yang terletak di atas meja, dia menelepon seseorang. Setelah mendengar jawaban dari seberang, dia berkata, "Apakah kau sudah menemukan keberadaan Su Li Xia?"


"Maaf, kami belum menemukan di mana wanita itu berada!" jawab seorang pria.


"Dasar bodoh! Mencari satu wanita saja kalian tidak becus! Jika dalam waktu seminggu masih tidak ketemu juga, kalian tidak perlu bekerja lagi untukku! Aku tidak memerlukan orang-orang bodoh!" ucap Chen Han Nie dengan nada yang semakin tinggi.


Setelah membentak dan mengeluarkan amarahnya, Chen Han Nie menutup panggilan. Dia kembali menatap amplop coklat yang berada di atas meja.


"Aku akan membunuh mereka semua yang menghalangi jalanku!" ucapnya dengan wajah yang terlihat kesal dan marah.


Sementara itu, di sebuah ruang tunggu rumah sakit. Chen Yi Yi berada di sana untuk memeriksa kandungannya, dia bersama dengan seorang wanita paruh baya.


"Pasien atas nama Chen Yi Yi!" panggil seorang perawat.


Chen Yi Yi segera bangkit dari kursi, dia berjalan masuk ke dalam ruang praktek dokter.


"Selamat Siang, Nyonya! Tolong berbaring dengan nyaman di sini." ucap Dokter Ye.


Chen Yi Yi membalas sapaan Dokter, "Selamat Siang, Dokter!"


Tubuhnya kini berbaring di atas sebuah kasur. Seorang perawat menaikkan baju yang dipakai olehnya. "Permisi sebentar, Nyonya!" ucap perawat sambil menuang sebuah gel bening di atas perut Chen Yi Yi.

__ADS_1


Dokter mengambil alat USG, dia meletakkan alat itu di atas perut Chen Yi Yi. Setelah beberapa saat menggeser-geser alat itu, Dokter lalu berkata, "Selamat, Nyonya! Usia kehamilan anda sudah 8 minggu. Janin anda terlihat sehat dan detak jantungnya juga sangat kuat."


"Terima kasih Dokter!" jawab Chen Yi Yi dengan wajah datar. Tidak tampak sedikit pun kebahagiaan di wajahnya, di mana biasanya wanita yang dinyatakan hamil akan merasa sangat bahagia. Namun hal itu, tidak berlaku bagi Chen Yi Yi.


Chen Yi Yi adalah korban dari salah satu wanita yang dipermainkan oleh seorang pria hidung belang yang bernama Lu Shin He. Pria itu merupakan putra sulung dari pemilik saham terbesar di C.N Grup.


Lu Shin He selalu berganti pasangan setiap minggu, semua wanita yang pernah dia kencani selalu di tiduri tanpa niat untuk bertanggung jawab. Chen Yi Yi tertipu dengan rayuan manis dari pria itu. Dia kehilangan harta yang paling berharga bagi wanita, bahkan juga hamil benih dari pria bejad itu.


Chen Yi Yi mendatangi Lu Shin He, dia memberitahu jika dirinya sedang hamil. Saat itu, Chen Yi Yi mengira dirinya akan segera menjadi Nyonya Lu, namun siapa sangka jika ternyata Lu Shin He tidak mengakui keberadaan anak di dalam kandungan Chen Yi Yi.


Lu Shin He menyuruh Chen Yi Yi untuk menggugurkan kandungannya. Dia bahkan mengancam akan membunuhnya jika wanita itu tidak menurut. Dalam keputus-asaan, Chen Yi Yi memohon kepada Lu Shin He agar anak di dalam perutnya bisa terlahir ke dunia.


Di dalam kepala Lu Shin He terpikirkan sebuah ide gila, dia menyuruh Chen Yi Yi untuk menjebak Lu Xuan Cheng. Adik tiri sekaligus pria yang paling dia benci. "Jika kau mengakui bayi ini milik dari Lu Xuan Cheng, kau boleh melahirkannya!"


Chen Yi Yi menerima tawaran itu, sebab dia berpikir tidak masalah asal masih mendapat sebutan Nyonya Lu. Wanita itu tak menyangka jika Lu Xuan Cheng ternyata puluhan kali lebih menyeramkan dibanding kakaknya, Lu Shin He.


"Aku akan menjadi Nyonya Lu! Aku akan mendapatkan gelar itu bagaimana pun caranya." benak Chen Yi Yi.


Kejadian di hotel malam itu adalah jebakan yang di buat oleh Chen Yi Yi dan Lu Shin He. Tapi semuanya berantakan karena Lu Xuan Cheng terbangun sebelum dia memulai aksinya. Chen Yi Yi menyalahkan Su Li Xia atas kegagalan tersebut, dia bahkan mulai mencari tau keberadaan Su Li Xia untuk membalas dendam kepadanya.


"Wanita itu, akan ku hancurkan hidupnya hingga dia lebih memilih untuk mati!" benak Chen Yi Yi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hatchiiii!"


Suara bersin lagi-lagi terdengar. Membuat Ling menjadi khawatir terhadap Nona Mudanya.

__ADS_1


"Nona, mau saya panggilkan dokter?" tanya Ling dengan wajah khawatir.


"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Mungkin akhir-akhir ini banyak orang yang suka mengutukku!" jawab Su Li Xia.


Su Li Xia duduk menatap layar komputer, sesekali ia melirik ke jurnal laporan yang diberikan oleh Ling. "Berapa saham yang kita miliki saat ini?" tanyanya ketika menatap sebuah lingkaran persentase di laporan.


"30% Nona!" jawab Ling.


"Apakah ada pemilik saham yang lebih tinggi dari 30% saat ini?"


"Tidak ada Nona. Pemilik saham terbesar kedua adalah Chen Han Nie. Dia memiliki saham sebesar 20%."


"Jika tetap di sini, aku tidak bisa fokus untuk menjalankan perusahaan Zenus. Tapi jika melepas jabatan ini sekarang, aku tidak rela jika wanita itu yang akan menggantikan posisiku. Aku harus membuat dia membayar karena sudah membunuh ibu dan juga berusaha membunuhku!


Aku yakin, semua rencana pembunuhan yang terjadi berulang kali, pasti rencana dari wanita jahat itu. Tapi aku tidak memiliki bukti yang bisa membawanya ke pengadilan. Sepertinya aku harus membuat umpan agar dia bergerak lagi!" batin Su Li Xia.


Su Li Xia mengambil tas dan ponsel, dia lalu berdiri sambil berkata, "Ling, aku ada sedikit urusan. Tolong siapkan alasan untukku keluar di jam kerja. Aku pergi dulu!"


"Baik, Nona!" jawab Ling yang lalu menghela napas panjang.


"Akhir-akhir ini Nona sangat sibuk di luar! Meskipun aku senang melihat perubahannya, aku sedikit khawatir karena tidak bisa menemani Nona." pikir Ling.


Su Li Xia pergi ke Jalan Kuno, dia mencari barang antik yang bisa dijadikan tambahan pemasukan. Tanpa sengaja dia menatap wajah seorang wanita yang tak asing. Wanita itu pun menatapnya dengan wajah kesal dan alis yang berkerut.


"Hei! Kau wanita yang tempo hari mengambil barang ku kan!" hardik Mandy yang sejak tadi menatap Su Li Xia dengan penuh kebencian di wajahnya.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2