
"Plakkk!"
Su Li Xia kembali menampar wajah Zhao Li Ching. Wanita itu menatap Su Li Xia dengan wajah yang kesal dan marah. Dia lalu bertanya dengan suara tinggi. "Kenapa kau menamparku?"
"Karena kau berbohong!" jawab Su Li Xia dengan nada datar.
"Kau...!" Zhao Li Ching mengepal kedua tangannya, ingin rasanya dia menjambak rambut Su Li Xia jika tidak ada Lu Xuan Cheng yang mengerikan di sampingnya.
"Katakan sejujurnya, apa yang kau lakukan di sini!" Su Li Xia menginjak jari tangan Zhao Li Ching, wanita itu berteriak kesakitan.
"Akan ku katakan, akan ku katakan!" jeritnya buru-buru agar Su Li Xia melepas jari tangannya.
Su Li Xia mengangkat kaki yang menginjak jari Zhao Li Ching, dia menatap dingin wajah wanita itu, menunggu nya untuk menjelaskan rencana busuk yang dia persiapkan untuk mencelakai adiknya.
"Jika aku mengatakan yang sebenarnya, bisa-bisa aku mati dibunuh oleh laki-laki ini. Matanya sangat menyeramkan, aku merinding hanya dengan menatap matanya saja." benak Su Ching Yi.
"Krakkk!"
Su Li Xia menginjak jari Zhao Li Ching dengan tumit sepatunya, membuat tulang di jari kelingking wanita itu remuk. Zhao Li Ching berteriak keras, dia memegang jarinya yang kini berubah bentuk dan mengeluarkan darah.
Su Li Xia menurunkan tubuhnya, dia menatap wajah Zhao Li Ching dari dekat, "Aku sudah mengetahui semua rencana busuk kalian, jangan berharap untuk mengambil jantung adikku, karena aku-- akan membunuh kalian semua sebelum itu terjadi."
Lu Xuan Cheng mengerutkan alisnya, "Apa maksudnya? Jantung?" tanyanya dengan wajah bingung dan penasaran.
"Wanita ini dan keluarganya, mereka mencoba untuk mengambil jantung Su Li Xia. Mereka menipu Su Li Xia untuk menandatangani surat persetujuan donor jantung yang ditujukan kepada ibu mereka. Entah berapa kali sudah mereka mencoba untuk membunuh Su Li Xia."
Mendengar penjelasan dari Su Li Xia, darah Lu Xuan Cheng seakan mendidih. Dia mengeluarkan ponselnya lalu menelepon George.
"Bawa semua keluarga Zhao ke gudang, aku akan menemui mereka nanti malam."
Lu Xuan Cheng langsung menutup sambungan telepon, dia menatap Zhao Li Ching dengan tatapan penuh dendam. "Jangan berpikir kau bisa lepas dariku!" ucapnya sambil menarik rambut Zhao Li Ching lalu di hempaskan ke lantai.
Su Li Xia sedikit ngeri melihat wajah Lu Xuan Cheng, dia merinding ketika merasakan keinginan kuat dari Lu Xuan Cheng yang ingin membunuh Zhao Li Ching. Su Li Xia menyentuh tangan laki-laki itu, Lu Xuan Cheng menoleh menatapnya. Tatapan dingin itu langsung menghilang, dia menatap Su Li Xia dengan tatapan yang ramah dan hangat.
__ADS_1
"Kenapa?" tanyanya kepada Su Li Xia.
"Jangan membunuh, jangan mengotori tanganmu untuk orang-orang seperti mereka." ucap Su Li Xia sambil menatap wajah Lu Xuan Cheng.
Laki-laki itu tersenyum, dia lalu mengangguk menyetujui permintaan Su Li Xia.
"Rasanya aneh, aku tidak bisa menolak keinginannya. Ada apa dengan hatiku ini? Kenapa aku malah mencintai kakak dari wanita yang sedang mengandung bayiku?" benak Lu Xuan Cheng.
Lu Xuan Cheng bertanya-tanya dalam hati, mungkinkah dirinya mengikuti sifat bajingan dari ayahnya yang memiliki banyak istri. Dia tidak ingin mengikuti jejak ayahnya yang menabur benih di mana-mana dan menyakiti hati istrinya.
"Apa yang harus ku lakukan dengan perasaan ini?" benak Lu Xuan Cheng.
Melihat kedua orang itu sibuk bertatapan, Zhao Li Ching tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia segera kabur dari sana. Su Li Xia melihat punggung Zhao Li Ching yang berlari dengan tergesa-gesa, dia tersenyum sinis lalu berkata di depan Lu Xuan Cheng.
"Mati terlalu mudah untuk mereka yang menyakiti keluargaku! Aku akan membuat hidup mereka menderita bagai di neraka."
Mendengar kata-kata dari Su Li Xia, Lu Xuan Cheng menyadari jika wanita di depannya itu sangat peduli dengan adiknya.
Su Li Xia mengangguk, dia lalu membalas senyuman dari laki-laki itu.
"Hati ku berdebar kencang setiap kali melihat senyumannya. Perasaan apa ini?" benak Su Li Xia.
"Ayo makan!" ajak Lu Xuan Cheng sambil menarik lengan Su Li Xia. Mereka berjalan menuju ke sebuah meja yang berada di dalam ruangan kamar. Lu Xuan Cheng mengeluarkan makanan dari bungkusan plastik. Dia meletakkan makanan itu di atas meja lalu membukakan sumpit kayu untuk Su Li Xia.
"Terima kasih!" ucap Su Li Xia sembari mengambil sumpit dari tangan Lu Xuan Cheng.
Lu Xuan Cheng terus memperhatikan wanita di sampingnya, dia merasa senang berada di sisi wanita itu. Lu Xuan Cheng mengalihkan tatapannya ke arah tempat tidur, dia juga merasa khawatir terhadap wanita yang sedang berbaring di sana.
"Siapa sebenarnya wanita yang benar-benar aku cintai?" tanya Lu Xuan Cheng kepada diri sendiri.
Hari mulai gelap, Lu Xuan Cheng membawa Su Li Xia ke rumah kosong yang dia jadikan sebagai gudang penyiksaan. Zhao Meng Cin sudah berada di sana, begitu pula dengan adiknya Zhao Li Ching.
"Tuan Muda, Nona Su!" George memberi hormat begitu melihat Lu Xuan Cheng masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Mana yang lain?" tanya Lu Xuan Cheng.
"Nyonya Zhao sedang di rawat di rumah sakit dan Tuan Zhao melarikan diri saat kami akan menangkapnya. Dalam pelariannya, dia menabrak pembatas jalan. Mobil Tuan Zhao terjatuh ke dalam sungai dan sampai sekarang belum ditemukan mayatnya."
"Tinggalkan kami!" perintah Lu Xuan Cheng kepada George.
George langsung berjalan keluar, dia menutup pintu lalu berjaga di depan.
Su Li Xia berdiri menatap sekeliling ruangan, dia bergidik ngeri karena di ruangan itu banyak hawa dendam dan kebencian yang pekat.
"Tempat apa sih ini?" benak Su Li Xia.
Melihat Su Li Xia yang mematung di tempat, Lu Xuan Cheng memegang tangannya. Dia membawa Su Li Xia ke tengah ruangan. Lu Xuan Cheng menarik sebuah kursi untuk Su Li Xia. "Duduklah di sini!" ucapnya sambil memperhatikan wajah wanita itu.
"Terima kasih." jawab Su Li Xia, dia masih melihat sekeliling ruangan yang tampak gelap dan suram.
Zhao Meng Cin dan Zhao Li Ching berada di sudut ruangan, mereka terikat dengan posisi duduk di kursi. Lu Xuan Cheng berjalan mendekati kedua orang itu.
"Kalian suka mengambil jantung orang kan? Aku juga ingin mencoba nya." ucap laki-laki itu sambil menatap kedua tahanannya secara bergiliran.
Wajah kedua marga Zhao itu memucat, mereka ketakutan hingga terkencing di celana. Lu Xuan Cheng menutup hidungnya karena aroma yang menyengat membuatnya jijik.
Sementara Su Li Xia malah tertawa melihat kelakuan ketiga orang itu. Suara tawanya membuat Lu Xuan Cheng berbalik ke belakang, menatap wajah Su Li Xia.
"Dia tertawa?" benak Lu Xuan Cheng.
Ini pertama kalinya Lu Xuan Cheng melihat Su Li Xia tertawa, biasanya wanita itu hanya memasang wajah dingin dan kaku. Lu Xuan Cheng langsung terpesona melihat wajah cantik Su Li Xia yang berada di hadapannya.
Jantungnya tiba-tiba saja berdegup kencang, perasaannya terhadap Su Li Xia semakin lama semakin membesar. Kali ini, dia yakin jika hatinya benar-benar sudah di curi oleh wanita itu.
"Su Li Xia, aku mencintai mereka berdua." kata hati Lu Xuan Cheng.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1