Host Infection

Host Infection
Bab 25 Pekerjaan


__ADS_3

...***...


Waktu siang hari tak terasa sudah datang dengan sangat cepat, Rael dan teman sekelompok disuruh berkumpul ke ruangannya Santika untuk membicarakan sesuatu yang penting.


" Apakah kalian semua disini telah melihat bagaimana koloni ini berjalan kan?"


" Begitulah." Jawab Rael.


" Baguslah kalau kalian sudah paham, dan sekarang aku menyuruh kalian untuk berkumpul disini adalah karena kalian harus memilih pekerjaan yang menurut kalian cocok dengan kemampuannya masing-masing."


" Dan bagaimana jika kita tidak memilihnya?" Tanya Rael.


" Jika kalian tidak melakukan suatu pekerjaan, maka kalian tidak dapat menyantap makanan yang ada di kantin."


" Jadi apakah kalian semua sudah paham?"


" Sudah ketua."


Setelah perbincangan tersebut, mereka berempat sudah diperbolehkan untuk pergi dan segera memilih sebuah pekerjaan.


" Hei Aria pekerjaan apa yang akan kau kerjakan?" Tanya Bima.


" ... Mungkin aku akan memilih pekerjaan yang berhubungan dengan makanan, karena kemampuan ku untuk memasak sudah tidak diragukan lagi."


" Jadi begitu, kalau pak Sudiarto?" Tanya Bima.


" Mungkin aku akan mengajari orang-orang dalam membela diri, dan aku juga bisa bekerja di bagian senjata api."


" Kalau Rael akan bagaimana?"


" Entahlah, sepertinya aku akan melihat-lihat terlebih dahulu pekerjaan apa yang cocok, bagaimana dengan mu Bima?"


" Hmm... Sepertinya aku akan bekerja sebagai administrasi dalam suatu hal yang membutuhkannya."


" Jadi begitu, yasudah aku pergi kesana dulu."


" Ya hati-hati Rael."


Rael pun pergi ke arah barat dan berjalan hingga ke arah tempat para pemburu berada, disana Rael melihat banyak sekali orang-orang yang membawa setumpuk makanan dalam sebuah kotak.

__ADS_1


Setiap orang setidaknya membawa tiga kardus, dua kardus yang berisi makanan akan mereka serahkan kepada orang-orang dan satu kardusnya lagi akan mereka ambil untuk diri mereka sendiri.


Rael yang melihatnya berpikir akan sebuah kesempatan untuk bisa melihat-lihat daerah sekitar sembari menjarah makanan di toko, Rael pun segera kembali ke ruangan kakaknya dan bertanya akan sesuatu.


" Kak, apa disini ada sebuah mall?"


" Disekitar sini setidaknya ada dua mall kecil dan jaraknya lumayan jauh dari sini, tapi salah satu mall tersebut sudah dikuasai oleh koloni lain."


" Jadi ada koloni lain selain yang ada disini?"


" Ya begitulah."


" Baiklah kalau begitu, tolong masukkan aku ke dalam tim pemburu."


" Baiklah jika itu yang kamu inginkan."


Setelahnya Rael telah didaftarkan ke dalam anggota pemburu yang bernama Orion, Santika yang bersama Rael pun memperkenalkannya ke seluruh anggota sebagai anggota baru disana.


Perkenalan yang dilakukan Santika pun selesai dengan cepat, setelah ia pergi terlihat orang-orang telah menatap Rael dengan sangat tajam.


Tapi ada salah seorang yang melihat Rael secara biasa saja, dan hal tersebut membuat Rael sedikit curiga atas perilakunya tersebut.


" Jadi kau adalah anggota baru yah, perkenalkan namaku Dhafi."


" ... A-Aku Rael."


" Rael ya, nama yang bagus, jadi apa alasanmu untuk masuk ke tim pemburu ini?"


" Cuma iseng-iseng aja."


" Begitu yah, semoga kau nyaman ditempat ini."


Meskipun dia berbicara dengan nada yang ramah, tapi Rael masih tidak bisa menghilangkan sikap curiganya kepada orang tersebut.


Setelah ia berbincang dengan Dhafi, Rael masuk ke salah satu gudang dan didalamnya banyak sekali peralatan yang dapat mereka gunakan saat pergi ke luar benteng.


" Jadi kau adalah orang baru itu yah, ambillah alat-alat yang cocok dengan ukuran mu dan juga ambil senjata yang bagus, ku sarankan agar memilih senjata yang ringan untuk mu dan masing-masing orang wajib untuk mengambil satu buah pistol."


Mendengar arahan dari orang itu, Rael lantas mengambil semua peralatan yang berguna, ia pun mengambil sebuah pistol lengkap dengan pelurunya dan satu buah pisau.

__ADS_1


" Oia, pistol yang kamu pakai hanya bisa dipakai saat keadaan darurat saja, karena jumlah peluru di sini itu sangat sedikit jadi kau harus pintar-pintar dalam berhemat."


Rael yang mendengarnya mengangguk kebawah yang mengisyaratkan bahwa dirinya paham dengan arahan orang tersebut.


" Simpanlah semua alat itu, dan besok yang harus bersiap pagi-pagi sekali untuk bisa menjelajahi daerah sekitar, apa kau paham?"


" Aku paham." Jawab Rael sembari menganggukkan kepalanya.


Setelah dari tempat itu, Rael pun segera pergi ke arah kantin untuk makan malam, karena tanpa ia sadari waktu sudah menunjukkan jam empat sore.


Rael yang teman-temannya pun makan bersama-sama sembari berbincang pembicaraan yang ringan.


" Hei Rael, sekarang kau akan bekerja di mana?" Tanya Bima.


" Aku akan bekerja sebagai pemburu."


" Apa kau bekerja sebagai pemburu makanan?"


" Bisa dibilang begitu."


" Oia aku hampir lupa, tadi waktu aku mau kesini, kak Santika meminta kami semua agar menemuinya di ruangannya." Ujar Bima


" Untuk apa kita dipanggil?" Tanya Aria.


" Entahlah aku pun tidak tau."


Setelah makan malam tersebut, Rael dan teman-temannya pergi untuk menemui Santika yang berada di ruangannya.


" Ada apa kakak memanggil kami kemari?" Tanya Rael.


" Aku kemari cuma ingin mengatakan kalau kalian semua sudah memiliki ruangan untuk kalian sendiri, jadi aku memanggil kalian kemari agar kalian bisa memilih ruangan mana yang akan kalian tempati."


" Baiklah kalau begitu aku akan memilih ruangan yang seperti gudang ini." Ucap Rael.


" Eh kenapa kau memilih gudang?" Tanya Bima.


" Itu karena tempat itu terlihat keren jika aku rombak sedemikian rupa, dengan ruangan yang terlihat seperti gudang tersebut membuatnya terasa seperti sebuah markas rahasia."


" Jadi begitu yah."

__ADS_1


Setelah mereka memilih ruangan masing-masing, mereka semua pun pergi ke ruangannya dan tidur untuk mempersiapkan tenaga di keesokan harinya.


> Bersambung...


__ADS_2