Host Infection

Host Infection
Bab 72 Trauma


__ADS_3

...***...


Rael semakin marah dengan tingkah laku Dhafi yang semakin semena-mena, karena emosinya yang semakin memuncak membuat dirinya menjadi tidak terkontrol.


Dengan kemarahan yang sangat amat besar, Rael menyeret Dhafi hingga keluar benteng hanya dengan satu lengannya saja.


Ia menyeret Dhafi sembari menggesekkan wajahnya ke permukaan tanah dan membenturkannya ke batang pohon hingga hancur, Dhafi sempat ingin melepaskan diri dari Rael namun dirinya tidak sempat melakukannya karena selalu digagalkan oleh Rael.


Karena luka yang ia terima terus menerus, membuat penyebaran serum delta tersebut semakin cepat, hingga tubuhnya berubah menjadi monster sepenuhnya, oleh karena itu Core yang ada pada tubuh Dhafi dapat dilihat oleh Rael dengan matanya.


Meskipun ia dapat melihatnya, Rael tidak langsung membunuh Dhafi saat itu, ia terlebih dahulu menghancurkan tangan dan kakinya Dhafi hingga tak berbentuk.


Dhafi hanya bisa menahan rasa sakitnya itu, ia tidak bisa kabur karena keempat anggota tubuhnya telah hancur, meskipun dirinya dapat meregenerasi kembali namun hal tersebut tidak dapat merubah kondisinya karena Rael telah menahan lehernya dengan cara dicekik.


Meskipun Dhafi terus meregenerasi, Rael akan terus menghancurkannya dan membenturkan kepala Dhafi berkali-kali.


Karena siksaan yang menyakitkan tersebut membuat Dhafi menyerah dan meminta ampun kepada Rael. Meskipun dia meminta ampun berkali-kali, Rael tidak menggubrisnya sama sekali, bahkan dirinya seolah-olah tidak mendengarkan apa yang Dhafi ucapkan.


" Kau sudah tidak tertolong lagi sialan! Kau bangga setelah apa yang kau perbuat barusan hah! Lihatlah dirimu sekarang, kau bahkan menjadi lebih menyedihkan daripada diriku! Dan sekarang apa yang bisa kau lakukan? Kau menyerah dengan wajahmu yang menyedihkan itu, bahkan sekarang kau tidak pantas untuk disebut sebagai manusia."

__ADS_1


Rael mengatakan kata-kata tersebut sembari membenturkan kepala Dhafi berkali-kali, untuk penutupannya ia menggenggam rahang bawah Dhafi dan membukanya hingga rahangnya terlepas dari posisinya.


Air mata mulai keluar dari kelopak matanya, karena kemampuan regenerasinya membuat Dhafi tidak dapat mati saat itu juga.


Dengan perkataan yang tidak jelas, Dhafi memohon kepada Rael untuk segera membunuhnya.


Dengan nafas yang tidak beraturan, Rael menyeret tubuh Dhafi menuju alat penghancur kayu, Rael memasukkannya kedalam hingga tubuh Dhafi hancur berceceran keluar.


Santika yang saat itu melihat Rael merasa takut dengan pandangannya, meskipun Rael telah melakukan hal-hal sadis tersebut namun dirinya nampak memiliki tatapan kosong tanpa emosi sedikitpun.


" Hah... Kak, kemana Bima dan Aria pergi?" Tanya Rael dengan nafas yang terengah-engah.


" ... Mereka pergi keluar benteng." Jawab Santika.


Rael berlari pincang menuju arah yang Santika sebutkan, sementara kakaknya harus terus mendampingi warga dan memimpin jalannya evakuasi.


Melewati hutan yang asri, Rael terus menerus berlari tanpa henti, bahkan ketika Rael tersandung akar pohon ia bangun kembali meskipun telah mencapai batas tubuhnya.


Semakin berjalannya waktu, seluruh luka yang ia terima mulai meregenerasi kembali, meskipun begitu beberapa memar yang ada pada tubuhnya masih terlihat.

__ADS_1


Santika yang semakin khawatir dengan kondisi Rael, memerintahkan beberapa orang penjelajah lengkap dengan senjatanya.


Entah mengapa Santika merasakan sesuatu yang tidak beres, cuaca ditempat itu mulai mendung seolah-olah sesuatu yang buruk akan segera datang.


Rael sekarang berada jauh didalam hutan, ia sekarang mulai kehilangan arah dan tersesat didalam hutan yang mulai menjadi gelap.


Dengan kondisi hutan yang semakin gelap membuat dirinya kesulitan mencari tempat Bima berada, yang bisa Rael lihat hanyalah rumput dan pepohonan.


Rael berjalan pelan di sekeliling tempat berharap ia mendapatkan sebuah petunjuk, setelah berjalan cukup jauh ia melihat pepohonan yang hancur dan sebuah bom asap yang telah dipakai.


Didalam jurang ia melihat beberapa bercak darah dan tanah yang tergores oleh sebuah benda yang tajam, Rael mengikuti jejak tersebut hingga berhasil sampai disebuah tempat yang telah hancur.


Setibanya ditempat tersebut Rael mendengar sebuah suara yang sangat berisik, dengan bergegas Rael berlari kearah suara tersebut.


Rael berlari hingga dirinya kehabisan tenaga untuk terus berlari, meskipun begitu ia terus memaksakan dirinya meskipun Rael telah merasa sesak pada dadanya.


Didalam perjalanan, Rael mendengar suara teriakan yang cukup kencang, mendengar teriakan tersebut membuat Rael semakin panik dan berharap bahwa suara tersebut bukanlah seperti yang ia pikirkan.


Rael semakin dekat dengan tempat suara tersebut terdengar, ia berlari terus-menerus hingga tiba disebuah tempat yang telah hancur sangat parah.

__ADS_1


Hal pertama yang Rael lihat adalah sebilah benda yang tajam menancap pada perut Bima, dibelakangnya terdapat Aria yang tersungkur di tanah dengan ekspresi wajah traumatis dan air mata yang mengalir keluar dari matanya.


>Bersambung...


__ADS_2