
...***...
Rael kembali mengingat masa-masa saat dirinya pertama kali bertemu dengan Bima. Pada saat Rael masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, dirinya sempat keluar dari sekolah ia belajar dan pindah ke sekolah lain yang berjarak cukup jauh dari rumah. Alasan yang membuat Rael pindah sekolah karena pembullyan yang tiada hentinya, bahkan guru-guru yang ada di sekolah tersebut tutup mata atas kejadian itu.
Sementara Rael dikeluarkan dari sekolah, pelaku pembullyan itu malah menjalani hidup seperti tanpa ada masalah sedikitpun. Hal tersebut bisa terjadi karena salah satu pembully merupakan seorang donatur dari sekolah tersebut, berkat orang tua Arfa seluruh orang yang berkaitan dapat hidup dengan tenang. Rael yang tidak memiliki kekuatan untuk melawan terpaksa mengalah dan keluar dari sekolah tersebut. Karena ulah Arfa tersebut membuat Rael sulit mencari sekolah yang ingin ia masuki, oleh karena itu Rael terpaksa mendaftar sekolah yang berada di luar kota.
Karena lokasi sekolah yang sangat jauh, Rael beserta kakaknya terpaksa pindah rumah ke tempat yang cukup dekat dengan sekolah tersebut. Rael masuk ke sekolah itu saat masih di tengah semester, oleh karena itu ia kesulitan mengetahui mata pelajaran yang harus disiapkan setiap harinya. Untung saja ada Bima yang membantu Rael dan meminjamkan buku paketnya pada Rael.
Tanpa Rael sadari, dirinya telah mengganggap Bima sebagai satu-satunya sahabat yang ia miliki saat itu. Secara perlahan pintu yang menutup hatinya semakin terbuka. Rael belajar semua hal tentang perasaan, meskipun begitu ia masih takut akan yang namanya perpisahan. Rael tahu dirinya munafik atau sebagainya, akan tetapi ia masih membutuhkan orang yang dapat mendobrak pintu hatinya secara penuh.
Ketakutan yang Rael takutkan telah terjadi, satu-satunya sahabat yang ia akui telah terbaring kaku tepat dihadapannya. Suara berbisik ditelinga Rael, dan menghasut Rael untuk menyerahkan tubuhnya kepada orang yang berbisik tersebut. Tanpa sadar Rael menyetujuinya dan mendapatkan kekuatan yang dahsyat untuk membalaskan dendamnya tersebut. Dengan wujud monsternya Rael menerjang dan menyerang Jaka.
Dengan cakar yang sangat tajam dikedua lengannya, Rael berhasil membuat Jaka terdorong kebelakang hingga membentur sebuah tebing. Tanpa membuang banyak waktu, Rael mengejar Jaka dan memukulnya secara membabi-buta layaknya seekor hewan buas. Jaka yang sempat terpojok itupun segera melawan dan memperlihatkan wujud aslinya yang sebenarnya. Jaka pun memotong tangan kiri Rael dan memukulinya berulang kali.
Rael yang telah dipukul mundur tersebut menumbuhkan lengannya kembali dan menyerang Jaka dengan ekornya. Karena hal tersebut Jaka sempat terdorong karena menahan serangannya tersebut. Akibat ia meregenerasi lengannya, membuat Rael kehilangan banyak tenaga dan harus segera mengisinya secepat mungkin. Karena hal tersebut Rael terpaksa mundur dan pergi mencari mangsa untuk ia jadikan energi.
__ADS_1
Setelah beberapa meter mencari, akhirnya Rael melihat seekor monster yang berhasil selamat saat penyerangan Orion. Dengan menggunakan ekornya, Rael melahap monster tersebut secara utuh. Jaka yang tengah mengejar menyeret tubuh Rael yang tengah mengembalikan energinya. Jaka menyeret Rael sangat jauh dan sampai disebuah tempat dekat dengan air terjun.
" Sialan kau Rael, tak kusangka dirimu akan menjadi seganas ini!" Jaka meraih kepala Rael dan membenturkannya ke tebing berulang kali.
Rael pun berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Jaka dengan cara mencakar lengannya sekuat tenaga. Akan tetapi pertarungan berpihak ke Jaka dan terus-terusan menghajar Rael dengan brutal. Rael berusaha membalikkan keadaan namun hal tersebut ternyata sia-sia. Jaka terus menghalau serangan Rael yang menyerang secara agresif, Jaka lebih unggul sekarang karena dirinya memiliki ilmu beladiri.
" Kau tidak dapat menang dariku Rael, dengan wujud ku ini dan ilmu beladiri ku dapat dengan mudah mengalahkan mu, bahkan wujud asliku sekarang lebih unggul darimu Rael!" Jaka terus menghajar Rael tanpa memberinya kesempatan untuk menyerang.
Namun ternyata Jaka tanpa sengaja memperlihatkan celahnya kepada Rael. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Rael memanfaatkannya untuk membalikkan keadaan. Jaka yang telah memprediksi serangan Rael, kemudian menghalau serangannya dan mencekik Rael hingga terangkat dari permukaan tanah. Rael memberontak dan menyerang Jaka dengan ekornya tersebut. Namun serangan tersebut sia-sia dan sekarang Rael telah sepenuhnya berada dalam cengkraman Jaka.
" Hah... Ini sangat merepotkan meskipun mulutmu itu tertutup, tapi siapa sangka kau akan menggunakan ekor mu itu untuk menelan monster lain, semakin aku melihatnya semakin ingin aku memiliki kekuatanmu." Jaka yang mencekik Rael tersebut kemudian mengubah bentuk lengan kanannya dan kemudian menusukkannya ke perut Rael.
" Luar biasa sekali, tak kusangka kau memiliki kekuatan sehebat ini dengan tubuh lemah mu itu Rael."
Rael terus memberontak meskipun seluruh kekuatannya telah diambil oleh Jaka. Kesal karena Rael tidak bisa tenang, Jaka melempar Rael ke tanah dan menebasnya ke arah kepala. Namun Rael berhasil menghindar meskipun harus mengorbankan daun telinga kanannya. Rael tidak bisa lagi meregenerasi tubuhnya karena kekuatannya telah direbut.
__ADS_1
Melihat sebuah pistol tergeletak tak jauh dari posisi ia tidur, Rael lantas mengambilnya dan menembakkannya kearah Jaka. Namun usahanya tersebut sia-sia, meskipun Jaka menerima tembakannya dengan sengaja, dalam sekejap mata luka yang ada ditubuhnya meregenerasi kembali seperti semula.
" Hah... Bikin kesal saja, sepertinya harus ku akhiri saat ini juga." Kesal Jaka sembari menggaruk kepalanya.
Dengan sebuah tentakel yang muncul di punggungnya, Jaka menusukkannya kedalam tanah sehingga membuat retakan. Retakan tersebut membuat ujung tebing yang Rael pijak pun terjatuh. Dengan mata yang melotot kearah Jaka, Rael bersumpah dirinya akan terus memburu Jaka dan melenyapkannya dari muka bumi.
Rael terjatuh dari tebing yang sangat tinggi. Tak lama setelahnya terdengar seperti sebuah benda yang terbentur keras dan disusul dengan suara air. Rael terjatuh tepat disebuah sungai dengan aliran yang deras. Air sungai yang awalnya jernih mulai berubah warna menjadi merah darah.
" Meskipun ia jatuh ke sungai, dengan ketinggian setinggi ini sudah dipastikan kepalanya akan terbentur keras dengan bebatuan sungai, akan mustahil baginya untuk selamat tanpa regenerasi." Dengan ekspresi puas, Jaka meninggalkan tempat tersebut dan menghilang didalam hutan yang lebat.
Santika dengan pasukannya datang ketempat pertarungan tersebut berada. Ia melihat Aria yang sedang menangis dengan Bima yang bersimbah darah tergeletak di pangkuannya. Pepohonan disekelilingnya pun hancur berantakan, banyak sekali jejak pertarungan disepanjang tebing yang tinggi. Santika dan beberapa penjaga mengikuti jejak pertarungan tersebut hingga dirinya menemukan sepotong telinga dan gelang yang selalu Rael pakai, Santika pun segera memerintahkan pasukannya untuk segera menemukan Rael.
Dua hari telah berlalu, Santika beserta pasukannya berusaha mencari dimana Rael berada. Hingga seorang pencari menemukan sesuatu di sebuah laboratorium yang terbengkalai. Ketika sesampainya disana, Santika terkejut melihat sebuah telur yang sangat besar menyatu dengan sebuah pohon. Ketika orang-orang mengeceknya dengan kamera infrared, mereka melihat sesuatu yang menyerupai tubuh seorang wanita.
Karena tubuh tersebut tidak nampak seperti monster, Santika memerintahkan untuk membuka isi telur tersebut. Ketika mereka membelahnya, Santika sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Seorang perempuan dengan perkiraan umur 17 tahun tertidur didalamnya, bukan hanya itu saja Santika melihat kalung yang wanita itu pakai memiliki logo yang sama dengan gelang yang Rael pakai.
__ADS_1
" Sebenarnya... Dia ini siapa?" Santika merasa bahwa perempuan tersebut memiliki suatu hubungan dengan Rael, dan ia yakin bahwa suatu saat nanti perempuan tersebut memiliki peran yang sangat penting kedepannya.
>Bersambung...