Host Infection

Host Infection
Bab 52 Pertandingan dimulai


__ADS_3

...***...


Monster yang sangat familiar bagi Rael, karena dialah monster yang saat itu memburu Bima, Aria dan pak Sudiarto pada waktu itu.


Monster anjing yang besar itu nampak lebih sangar daripada saat Rael bertemu waktu itu, beberapa batang besi tertancap pada tubuh Cerberus dan rantai yang tersangkut pada batang besi itu.


" Para hadirin sekalian sekarang telah tiba pertandingan yang kita tunggu-tunggu!" Sorak Klana kepada para penonton.


" Hei hei, bukankah orang itu terlalu rapuh untuk dijadikan sebuah tontonan?"


" Benar juga, aku tidak yakin kalau pertandingan ini akan menjadi menarik."


Seluruh ucapan negatif terus-terusan terucap dari mulut penonton, karena hal tersebutlah yang membuat trauma Rael saat SMP kembali terbayang dari dalam kepalanya.


Keringat mulai terlihat dari wajahnya, hal tersebut terjadi bukan karena Rael takut dengan Cerberus tapi keringat tersebut muncul saat ditonton oleh banyak orang.


" Hei nak, sebaiknya kau harus terus hidup agar kami merasa terhibur!"


" Benar, jika kau mati kami akan membunuhmu meskipun kau sudah menjadi hantu!"


Karena komentar tersebut membuat Rael mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga melukai telapak tangannya dengan kuku tangannya, dan bibirnya pun ikut berdarah akibat digigit karena merasa kesal sekaligus gugup.


" Tenanglah para penonton sekalian, meskipun kalian semua merasa kecewa tapi aku yakin kalian semua akan terhibur malam ini!"


Rantai yang menahan Cerberus pun melonggar agar bisa bergerak dengan terbatas, saat Cerberus melihat Rael dirinya merasakan kemarahan yang sangat amat besar dan segera berlari untuk menerkam Rael.

__ADS_1


Diwaktu yang bersamaan, Santika dan pasukannya sedang mengintai dari arah kejauhan.


Mereka semua sedang mengintai Distopia agar bisa menyerbu dengan sedikit korban, para pasukan juga telah bersiap-siap untuk situasi yang tidak terduga.


Santika merasa tidak beres saat para warga Distopia tidak terlihat, yang berada diluar hanya ada para penjaga dan beberapa orang dilengkapi dengan senjata api.


Saat Santika sedang fokus mengintai, ada seseorang yang berjalan keluar gedung dan berbincang-bincang dengan para penjaga.


" Apakah kalian semua tidak ingin menikmati pertunjukkan itu?"


" Oh Jaka, kami sedang bertugas menjaga lingkungan diluar gedung jadi kami tidak bisa ikut menonton bersama yang lainnya."


" Begitu... Baiklah, kalian semua akan ku bebas tugaskan untuk hari ini.


" Benarkah?!"


Mendapat perintah itu dari Jaka, orang-orang yang bertugas menjaga mulai meninggalkan pos mereka masing-masing.


" Rencana ku sekarang akan segera dimulai." Ujar Jaka.


Santika dan yang lainnya merasa aneh kepada orang itu, tapi berkatnya para penjaga yang ada disana mulai melonggar.


Salah satu orang pun diperintahkan untuk menyelinap masuk kedalam ruang kendali dan menutup semua akses keluar seluruh sisi gedung dengan menyisakan satu agar mereka dapat menyerbu kedalam markas Distopia.


Setelah semua pintu tertutup, orang itu juga mencuri beberapa senjata dan memberikannya kepada Santika agar dapat dipakai oleh para pasukannya.

__ADS_1


Dirasa semua persiapan selesai, Santika beserta yang lainnya pergi menyerbu markas Distopia itu.


Karena keributan yang ditimbulkan itu membuat Klana kesal, dan langsung memarahi para penjaga atas apa yang terjadi.


" Kenapa kalian semua ada disini, bukankah sudah ku perintahkan kalian untuk menjaga gerbang depan!?"


"... Maafkan kami, karena sebelumnya Jaka memperbolehkan kami semua meninggalkan pos penjagaan."


" Apa Jaka, sial apa yang sebenarnya ia rencanakan sih!"


Klana beserta beberapa bawahannya pergi dari tempat itu dan segera pergi untuk melawan Santika beserta pasukannya.


Rael pun melihat Klana yang sedang pergi dari tempat pertunjukan dengan ekspresi marah diwajahnya itu, melihat tingkah laku tersebut membuat Rael penasaran tapi ia tidak diberi waktu untuk berpikir karena Cerberus terus-terusan menyerangnya dengan membabi buta.


Dengan ruangan yang cukup sempit itu, Rael berusaha mati-matian menghindari setiap serangannya yang sangat mematikan tersebut.


" Hei nak, kenapa kau selalu menghindar saja, serang monster itu dengan tangan kecilmu!"


Rael yang mendengarnya lantas mengarahkan Cerberus kearah orang itu berada dan memancingnya untuk menyerang saat itu juga, karena merasa diremehkan Cerberus pun melancarkan serangannya dan langsung merusak tiang penyangga yang dipijak oleh orang tersebut.


Seketika tempat itu pun terjadi kepanikan karena pagar membatas itu mulai rusak karena serangan Cerberus, tanpa Rael sadari ekor Cerberus pun bergerak dan lantas menghantam Rael hingga membuatnya terlempar.


Debu-debu pun mulai menutupi tubuh Rael, dengan kaki yang gemetar Rael berjalan bertatih-tatih dan luka di sekujur tubuhnya.


Luka-luka tersebut mulai mengeluarkan asap dan dengan cepat menyembuhkan semua lukanya, beberapa orang yang melihatnya pun terkejut karena kemampuan yang dimiliki monster bisa digunakan oleh Rael.

__ADS_1


Setelah dirasa tubuhnya sudah mendingan, Rael menatap Cerberus dengan sangat tajam sembari mengelap noda darah disekitar mulutnya.


>Bersambung...


__ADS_2