Host Infection

Host Infection
Bab 33 Sidang


__ADS_3

...***...


Setiap orang menatap Rael dengan tatapan kebencian dan sinis, seluruh orang mulai ribut saat kedatangan Rael kembali ke benteng perlindungan.


" Hei kenapa kau kemari hah!?" Teriak salah satu orang disana.


" Apa kau tidak malu membuat teman setimmu menjadi untuk monster?!"


Beberapa pertanyaan dan ledekan terus mereka lontarkan dengan nada suara yang tinggi, tak lama kemudian sebuah tomat telah dilontarkan tepat kearah Rael.


Karena lelah berjalan seharian menyusuri hutan, membuat Rael menjadi semakin lemah hingga tak dapat menggunakan kakinya untuk terus berjalan.


" Gak usah berpura-pura kamu, aku tau kau cuma berpura-pura agar orang-orang terus mengasihani kau."


Apakah orang-orang disini sebodoh itukah mempercayai omongan orang lain? Batin Rael.


Tak lama setelahnya Santika dan pak Sudiarto datang menghampiri kerumunan yang ada di pintu keluar benteng tersebut.


" Ada apa ini?" Tanya Santika.


" Ada apa kau bilang, apa kau tidak bisa mendidik adikmu dengan baik, dia sudah membunuh seseorang hanya untuk dijadikan agar dia bisa kabur dari kawanan monster!"


" Apa maksud kalian, bagaimana seseorang yang mengorbankan teman setimnya berani kembali ketempat ini, lihatlah bahkan dia pun membawa Pramono dengan susah payah kesini." Tegas pak Sudiarto.


" Kalian semua bubar, pak Sudiarto bisakah kau membawa Pramono ketempat perawatan?"


" Baiklah akan aku laksanakan."


Pramono pun segera dibawa ketempat perawatan, Rael yang sudah diambang batas tersebut tiba-tiba saja hilang kesadaran dan untung saja Santika sudah siap untuk menangkap Rael.


" ... Kerja bagus Rael, untuk sekarang kau bisa beristirahat dengan nyaman."


" ... Sepertinya itu akan sulit, bisakah kakak menyelesaikan sebuah masalah sementara aku tak sadarkan diri?"


" Ya, percayakan semuanya padaku."

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu, aku bisa memercayakan kamera ini kepadamu."


Rael seketika pun tertidur akibat kelelahan, Santika pun menggendongnya pergi dengan sebuah selimut agar ia tidak kedinginan.


" Sial apa yang telah terjadi padamu, hingga membuat bajumu robek dan basah."


Setelah membaringkan Rael ditempat tidur, Santika menyuruh Bima untuk menggantikannya baju yang baru.


" Apa yang telah terjadi dengan Rael hingga membuatnya seperti ini?" Tanya Bima.


" Aku pun tak tau, kita hanya bisa mendengarnya dari Rael atau Pramono untuk lebih jelasnya, namun sayang mereka berdua tidak sadarkan diri." Jawab Santika.


" Begitu..."


" Apa kau bisa memanggil pak Sudiarto dan menyuruh orang-orang untuk berkumpul di aula utama pada jam empat sore?"


" Baiklah, aku akan segera melakukannya."


Santika pun pergi dari kamar Rael dengan membawa sebuah kamera yang ia berikan kepadanya barusan.


Setelah Santika sampai di ruangannya, pak Sudiarto kemudian mengetuk pintu ruang kerja Santika dan memberitahunya pesan yang disampaikan oleh Pramono.


" Apa yang ia tanyakan?" Tanya Santika.


" Dia bilang, bisakah kamu menjelaskan tentang keadaan Rael yang sebenarnya, kita harus menjawab apa sekarang?"


" ... Bilang kepadanya kalau aku akan memberitahunya setelah masalah ini selesai, dan juga suruh dia untuk merahasiakan semua yang ia lihat disana."


" Baiklah."


Jam telah menunjukkan empat sore hari, seluruh warga telah berkumpul di aula utama, ditempat itu pula telah tersedia meja kecil dengan laptop dan sebuah proyektor lengkap dengan layar tancap didepannya.


" Ada apa ini sebenarnya, apakah kita dikumpulkan kemari hanya ingin menyuruh kita untuk menonton film?"


" Apa yang kau bicarakan, dengan kondisi yang seperti ini kau ingin menonton sebuah film?"

__ADS_1


" Eh, memang apa yang terjadi?"


" Apa kau tidak tau, kalau adiknya si pemimpin telah mengorbankan Putri sebagai umpan untuk monster."


" Yang benar, si anak baru itu?"


" Iya."


" Tapi tadi aku melihat Pramono dibawa olehnya, jika dia menumbalkan Putri agar dirinya bisa lari terus kenapa dia harus repot-repot membawa Pramono kembali kesini."


" Hei, bisa saja itu hanyalah sebuah kamuflase agar orang-orang mengira kalau info tersebut hanyalah sebuah kebohongan."


" Emangnya dari mana kau dapatkan info tersebut?"


" Dari Dhafi, dialah satu-satunya orang yang berhasil selamat selain Rael dan Pramono, jika misalnya Rael tidak menumbalkan Putri lalu siapa lagi selain dia."


" Bisa saja itu ulah Dhafi dan menjadikan Rael sebagai kambing hitam."


" Hei, kau tau kan kalau Putri itu pacarnya Dhafi, tidak mungkin dia bisa menumbalkan pacarnya begitu saja."


Setelah beberapa waktu berselang, Santika pun segera memulai rapat warga tentang permasalahan yang dialami oleh Rael.


" Seperti yang sudah kalian dengar dari orang-orang bahwa hari ini telah terjadi sebuah kasus yang menggemparkan kelompok ini, jadi aku menyiapkan semua ini agar kebenaran dapat terungkap."


" Jadi agar informasi yang benar dapat tersampaikan kepada kalian, maka aku akan memanggil Dhafi sebagai seorang saksi atas kematiannya Putri di kejadian sebelumnya." Ujar Santika.


Dhafi segera berjalan ke depan para warga untuk bisa menjelaskan kronologinya dengan jelas.


" Sebelum saya menceritakan semua kronologinya, pertama-tama saya turut berbelasungkawa atas kematian yang para anggota pemburu termasuk pacar saya yang salah satu korban disana~."


Dhafi pun terus menjelaskan semua kronologinya dan sekaligus memutarbalikkan faktanya agar membuat Rael terkesan menjadi seseorang yang jahat, setelah beberapa lama waktu berlalu sampai cerita yang Dhafi sampaikan selesai.


Setelah pernyataan yang dilontarkan oleh Dhafi, Santika pun maju menghampiri laptop dengan membawa sebuah kartu memory ditangan kanannya yang kemudian olehnya dimasukkan kedalam laptop.


" Baiklah, agar semuanya menjadi jelas, kita akan melihat video yang sempat direkam oleh Rael sebelumnya saat kejadian itu terjadi."

__ADS_1


Dhafi yang mendengarnya kemudian kaget dan ia pun mulai berkeringat dingin diwajahnya, suara jantungnya pun ikut berdetak kencang dan nafas yang tidak karuan.


> Bersambung...


__ADS_2