Host Infection

Host Infection
Bab 65 Bermain dengan api


__ADS_3

...***...


Setelah menguburkan jasad pria itu, mereka semua pun melanjutkan kembali perjalanannya.


Mereka telah melewati beberapa koridor untuk menemukan tempat penyimpanan makanan yang masih terpakai, walaupun telah mencari-cari dengan seksama mereka tidak dapat menemukannya selain ruangan yang penuh dengan kecoa itu.


Alih-alih mendapatkan makanan, mereka malah menemukan sebuah tempat yang menyimpan obat-obatan dengan rapih.


Akan tetapi ruangan tersebut terkunci dan harus dibuka menggunakan kartu akses khusus, dan diwaktu yang tepat mereka bertemu dengan monster yang membawa sebuah kartu akses dilehernya.


Kartu tersebut dipakai oleh monster itu sebagai kalung dilehernya, pak Sudiarto pun memancingnya untuk mendekat dengan membuat sebuah suara.


Monster itu terpancing dan berlari untuk menyerang pak Sudiarto dengan tangannya, namun pak Sudiarto telah menyiapkan kapaknya dan segera mengayunkannya mengarah tepat dilehernya.


Kepala monster itu pun terpotong dan terlempar dari badannya, meskipun kepalanya sudah terpisah akan tetapi tubuhnya tersebut masih bisa bergerak dan kembali menyerang pak Sudiarto.


Pak Sudiarto pun kaget karena ia kira monster tersebut tidak akan bisa bergerak lagi setelah kepalanya terpotong.


Ketika monster tersebut mendekat, Rael yang telah siap dalam mode tempur menyerang monster itu dengan tangannya dan seketika menghancurkan core yang ada pada perutnya.


" Hah... Terimakasih Rael."


Rael pun membalasnya hanya dengan menganggukkan kepalanya.


Kartu yang ada pada monster itu pun diambil dan berusaha membuka pintunya dengan kartunya tersebut.


Namun ternyata pintu tersebut menolak akses dari kartu yang dipegang oleh pak Sudiarto , ternyata di setiap pintu memiliki levelnya masing-masing.


Kartu yang mereka punya sekarang adalah berwarna kuning, sedangkan lampu indikator yang ditunjukkan berwarna merah.


Oleh karena itu mereka semua berusaha untuk membuka pintu itu dengan paksa, namun jendela yang ada pada ruangan tersebut sepetinya sangat kuat bahkan dengan tenaga pak Sudiarto.


Mereka sempat berpikir untuk menghancurkan alat yang menjaga pintu tersebut, namun di samping pintu terdapat sebuah papan yang bertuliskan sedikit hal tentang sistem pengunci pintu tersebut.


Salah satunya tertulis bahwa jika alat tersebut hancur maka sistem penguncinya akan terus aktif selama-lamanya, terpaksa mereka semua harus mencari kartu akses berwarna merah itu.


Mereka harus berhasil dan membawa semua obat-obat itu pulang dengan selamat, karena didalam markas Orion tengah kekurangan obat-obatan untuk merawat pasien yang ada.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua berpencar untuk mencari kartu level merah itu berada, dan beberapa saat kemudian Bima menemukannya namun kartu tersebut berada dalam tempat yang terkunci dengan level biru.


" Ah... Teman-teman sepertinya ini akan sulit untuk mengambil kartu level merah ini."


Bima memberitahu yang lain melalui walkie talkie.


" Memangnya ada apa disana?" Tanya pak Sudiarto.


" Kita harus bisa menemukan kartu akses berwarna biru!"


Mendengar hal itu, mereka semua termasuk Bima berusaha mencari-cari keberadaan kartu akses yang berwarna biru tersebut.


Mereka pun mencari-cari kartu akses tersebut sampai-sampai mencarinya di seluruh tempat dalam rumah sakit tersebut.


" Guys... Aku menemukan kartu tersebut, namun kartu itu berada di leher monster yang cukup berbahaya."


Ujar Aria yang melihat monster itu dari lantai atas.


" Dimana monster itu sekarang?!" Tanya pak Sudiarto.


" Monster itu berada di lapangan luar, dan berada di posisi timur dari rumah sakit ini."


" Sepertinya itu tidak bisa kulakukan sekarang pak, dia saat ini tengah mengejar ku!"


" Bertahanlah Aria, aku akan segera kesana!"


Rael yang sedang berada tak jauh dari tempat Bima sekarang, ia pun hendak pergi dan menghampiri Aria yang tengah dikejar.


Namun dirinya melihat kearah suatu benda didalam sebuah tas yang tergeletak.


Aria terus-menerus berlari dari kejaran monster yang merangkak tersebut, monster itu sangat lincah dan ia juga dapat berjalan diatas atap juga dinding.


Disisi lain Bima berusaha menyusul Aria dengan memegang sebuah benda ditangannya, Bima disepanjang jalan tak pernah berhenti berdoa agar Aria dapat bertahan dan melarikan diri dari monster itu.


Beberapa saat sebelumnya, Rael menemukan sebuah speaker bluetooth yang masih memliki baterai yang cukup.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki tak jauh dari tempat Rael berada, dan setelah suara itu mendekat ternyata suara tersebut berasal dari Bima yang tengah berlari.

__ADS_1


" Hei Bima!"


" Rael, ayo kita cepat menyusul Aria sesegera mungkin!"


" Aku tahu kau mengkhawatirkannya, tapi setelah kau ada disana apa yang akan dirimu lakukan?"


" Aku..."


" Lihat, kau tidak mempunyai rencana saat ini, kalau begitu ambillah ini."


" Ini... Speaker bluetooth?"


" Ya, kau masih memiliki sebuah ponsel yang masih menyala kan?"


" Ya... Ah, jadi kau ingin aku menjadi umpan dengan membuat kebisingan kan?"


" Tepat sekali, dan setelah berhasil memancingnya bawalah dia ketempat ini."


" Apa kau akan melawannya sendirian?"


" Tentu saja tidak, aku mempunyai sebuah rencana."


Setelah Bima berhasil menemukan Aria, ia pun menyalakan sebuah musik untuk memancing monster itu dan membawanya ketempat Rael berada.


Namun kebisingan tersebut ternyata tidak cukup untuk membuat perhatiannya teralihkan, dan dengan terpaksa Bima melukai tangannya sendiri sehingga monster itu dapat mencium bau darah.


Monster tersebut pun mengejar Bima, Bima pun berusaha kabur darinya dan mengarahkan monster itu ketempat Rael berada.


Setelah sampai ternyata Rael telah menghilang dari tempat tersebut, namun Bima sempat mencium bau alkohol disepanjang jalan.


Bima pun paham dengan rencana Rael, ia pun segera mengerahkan tenaganya untuk berlari sekencang mungkin.


Ketika Bima berhasil sampai di jarak tertentu, Rael pun melemparkan sebuah bom molotov.


Api yang menyambar itu semakin lama semakin membesar akibat alkohol yang disiram oleh Rael sebelumnya.


Meskipun api tersebut masih menyala, Rael pun nekad menerobos api tersebut dan segera menghancurkan core monster itu.

__ADS_1


>Bersambung...


__ADS_2