Host Infection

Host Infection
Bab 46 Penyerangan


__ADS_3

...***...


Setelah Rael menyimpulkan bahwa dalang dari semua kejadian berasal dari Jaka, sontak dirinya menanyakan semua pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada Arfa.


" Kau kenal dengan seseorang yang bernama Jaka kan?"


" Kenapa kau mengetahuinya?" Tanya balik Arfa.


" Cepat katakan padaku, dimana dia!?"


" Meskipun aku tidak mengatakannya, aku yakin dia akan segera untuk menemui mu, apa kau tau dirimu yang sekarang ini pasti akan menghadapi takdir yang sangat sulit dimasa depan..."


Sementara di Orion sedang terjadi kerusuhan yang disebabkan oleh Arfa, di Distopia beberapa monster jenis baru sedang dikembangkan dengan tujuan yang tidak begitu jelas.


" Sebenarnya apa tujuanmu menciptakan monster-monster ini?" Tanya Klana kepada Jaka.


" Mereka semua adalah eksperimen gagal dari sebua serum yang sedang ku kembangkan." Jawabnya.


" Sebuah serum?" Tanya Klana.


" Ya, karena tubuh manusia tidak akan kuat menampung kekuatan Theramycetes."


" Apa itu, ini pertama kalinya aku mendengar kosa kata tersebut."


" Theramycetes adalah organisme purba yang kami temukan di reruntuhan sekitar laut perbatasan pulau Jawa dan Sumatera. Tapi karena sebuah kecelakaan yang tidak terduga, membuat Theramycetes itu terbebas dari ruang isolasi dan mengakibatkan bencana pada dunia."


" Jadi begitu awal mula dunia hancur, tadi kau bilang kami, apa kau salah satu ilmuwan yang meneliti monster itu?" Tanya Klana.


" Kau benar, aku salah satu pimpinan perusahaan yang meneliti Theramycetes ini."

__ADS_1


" Tunggu, kau bilang pimpinan, aku tak percaya kau seorang pimpinan perusahaan padahal usiamu sama denganku."


" Jika kau tidak percaya tak apa, meskipun aku sudah melakukan percobaan yang tidak terhitung, tetap saja tak ada satupun dari mereka yang sesuai dengan yang aku harapkan. Tapi saat aku bertemu dengan Rael, aku yakin manusia akan sampai pada titik keabadian saat bersatu dengan Theramycetes ini."


" Apakah saat itu berhasil, Sarah dapat menjadi manusia kembali?"


" Kemungkinannya besar, jika ia dapat mempertahankan kesadarannya."


" Terus tunggu apa lagi, kita tinggal menculiknya dan menjadikannya subjek eksperimen?!"


" Tidak semudah itu Klana, karena level Theramycetes yang ada pada tubuh Rael tidak akan dapat memberikan hasil yang memuaskan, kita butuh meningkatkan level ketingkat yang aku harapkan."


" Bagaimana cara meningkatkannya?"


" Mudah saja, kita tinggal mengirim monster-monster ini kepada Rael dan membiarkannya untuk terus bertarung dengan wujud monsternya."


" Tenang saja, karena saat ini Arfa pasti sedang ada disana, dan sebelum dia pergi aku sudah menanamkan sebuah alat pelacak ditubuhnya, jadi kita tinggal mengarahkan monster-monster ini kepada Arfa."


" Jadi kau akan mengorbankan dirinya begitu?"


" Untuk mendapatkan sebuah kesuksesan, kita harus mengorbankan sesuatu terlebih dahulu."


Setelah selesai seluruh persiapannya, Jaka pun memerintahkan para bawahannya untuk membukakan pintu yang menahan para monster.


Dengan sebuah alat di kepalanya, monster itu pun bergerak menghampiri Arfa yang sedang berada didalam Orion.


Setelah ketiga monster yang Jaka lepas mendekati Orion, orang-orang yang menjaga keamanan benteng pun mulai membunyikan lonceng tanda bahaya.


Karena itulah, seluruh orang yang ada disana mulai panik dan mengambil senjatanya masing-masing.

__ADS_1


Santika pun dengan sigap mengarahkan orang-orang untuk ketempat evakuasi sesegera mungkin, sebagian besar orang yang dievakuasi adalah anak-anak dan ibu-ibu hamil.


Sedangkan orang-orang yang masih dapat berjuang, mulai mempersiapkan senjata untuk mempertahankan benteng.


Saat Rael sedang ikut untuk mengambil senjata, orag yang ada disebelahnya pun menyalahkan insiden ini kepada Rael.


" Ini semua kesalahanmu, monster berkulit manusia."


" Yang dia katakan itu benar Rael, semua ini gara-gara dirimu yang berhasil bermutasi dengan sel-sel monster yang ada pada tubuhmu itu." Ujar Arfa.


" Apa maksudmu?" Tanya Rael.


" Semua ini karena dia sangat menginginkan tubuhmu itu Rael, karena dia sangat terobsesi dengan keabadian, bahkan jika hal tersebut memakan sebuah korban akan tetap ia lakukan untuk mendapatkan tujuannya tersebut." Jawab Arfa.


" Jadi ini semua gara-gara dirimu Rael!" Ucap orang yang ada disebelah Rael.


" Jika kita mengorbankan dirinya untuk diberikan kepada para monster itu aku yakin kita akan selamat." Ujar Arfa.


" ... Dia benar, jika kita menyerahkan Rael sesegera mungkin, monster itu pasti akan segera pergi!"


Mendengar ucapan Arfa, orang-orang pun mulai mendesak Rael untuk segera keluar dari benteng dan menyerahkan dirinya untuk dikorbankan.


Namun hal tersebut segera dihentikan oleh Bima dan teman-temannya disusul oleh Santika beserta Pramono.


Suasana yang ada didalam benteng pun makin tidak karuan, ditambah monster-monster itu mulai mendobrak benteng dengan paksa yang membuat seluruh orang panik.


Tak lama kemudian, benteng yang diserang oleh monster itu hancur sehingga menciptakan sebuah lubang yang sangat besar untuk monster-monster itu lalui.


>Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2